
Frans masih bergumul dengan perasaanya kepada Lidya. Perasaan aneh yang dia rasakan membuatnya semakin tidak menentu. Apakah mungkin ini yang namanya cinta? Belum pernah Frans bertemu dengan seseorang yang unik seperti Lidya. Lidya yang polos, lugu dan apa adanya. Bagi Frans cantik saja tidak cukup.
Sejak Frans putus dengan Christy, Frans tidak hanya melihat perempuan dari penampilan fisik saja. Frans yang bisa dibilang selalu mendekati mahasiswi baru merasakan ada sesuatu yang berbeda dari Lidya. Meskipun demikian, targetnya untuk segera menyelesaikan skripsi dan wisuda tetap menjadi prioritas Frans saat ini.
Aaaah kenapa juga aku jadi mikirin Lidya ya, belum pernah aku merasakan seperti ini. Sejak pertama kali ketemu Lidya di warung itu, aku sudah merasakan sesuatu yang aneh dan ini beda dari biasanya aku deketin cewek-cewek itu. Masak iya sih aku secepat ini menyukai Lidya? Lidya benar-benar menarik simpatiku. Bukan sekedar cantik dan menarik, keluguan dan sikapnya yang apa adanya memang membuatku semakin tertarik. Helllooo Frans, ingat ya....ini ada adalah tahun terakhirmu. Fokus...fokus....aku harus segera menyelesaikan skripsiku dan lulus tepat waktu.
Di tempat yang berbeda, Lidya juga memikirkan hal yang sama. Menurutnya, Frans seorang mahasiswa senior yang mempunyai kepribadian yang aneh. Seseorang yang sudah membuatnya risau karena memikirkannya. Lidya baru mengetahui sisi lain Frans, sosok yang sangat perhatian dan bisa membuatnya nyaman. Frans yang jauh memikirkan tentang masa depan membuatnya kagum. Lidya mengambil ponselnya dan mengirim pesan untuk Frans.
Halo mas Frans....
Frans yang sedang merevisi proposal skripsinya membuka pesan dari Lidya dan membalasnya.
Ya Lid, ada apa ya?
Frans merasa heran karena ini untuk pertama kalinya Lidya mengirim pesan terlebih dahulu.
Ohh maaf ya kalau ganggu, lagi ngapain mas?
Frans tersenyum membaca pesan Lidya.
__ADS_1
Aku merevisi proposalku Lid...kejar target hehe....doakan acc ya...🙏😁
Lidya kemudian membalas pesan dari Frans.
Semangat mas....semoga lancar ya, kamu juga harus istirahat 🙂
Frans tidak membalas pesan dari Lidya karena sedang fokus menyelesaikan revisiannya. Frans sangat berharap proposalnya tidak ada revisi lagi dan segera di acc. Setelah selesai, Frans mematikan laptopnya kemudian membuka kembali ponselnya dan menelpon Lidya.
** Frans : Halllo Lid....sory tadi ga aku balas, nanggung soalnya tinggal dikit aku revisi.
Lidya: Maaf ya sudah ganggu....
Lidya : Hahaha...ya pas kebetulan aja pegang Hp Mas...tadi juga habis telepon mama makanya cepet angkatnya.
Frans: Oh..kirain emang lagi nunggu balesan pesanku trus ga bales-bales....hahaha
Lidya : Aduh Mas...jangan Pe-De deh....
Frans : Kan harus itu daripada minder **
__ADS_1
Mereka ngobrol cukup lama. Banyak hal yang mereka obrolkan mulai dari hal yang tidak terlalu penting sampai ke cerita tentang orangtuanya. Mereka merasa nyaman dan obrolannya yang nyambung membuat komunikasi tidak bisa terputus.
Lidya juga menceritakan rencananya mengikuti audisi jumat ini dan rencana untuk tidak pulang ke Jogja.
** Lidya : Iya Mas, jumat ini aku ga pulang.
Frans : Trus sabtu minggu apa rencanamu?
Lidya : Belum tahu Mas, mau ngapain ya? paling di kos aja...
Frans: Ehm...coba deh nanti aku pikiran, sabtu minggu ini enaknya ngapain biar kamu ga bosen cuma di kos.
Lidya: Walah...makasih mas...**
***************
Terima kasih ya buat teman-teman yang masih setia mengikuti cerita ini. Yang bertanya kapan Adi muncul, tunggu yaa...akan ada waktunya Adi muncul karena di prolog memang tokoh utamanya Lidya dan Adi. Adi akan muncul pada waktunya hehehe....Sabar pokoknya. Tetap dukung terus...semua kritik dan saran sangat saya harapkan demi kemajuan novel ini. Jangan lupa like, komen dan vote ya....Bintang lima sebanyaknya....
😍❤️❤️😍
__ADS_1