Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Mama Marah


__ADS_3

Lidya melihat Frans dengan tulus memintanya untuk pulang bersama Adi. Lidya merasa bingung. Harus segera sampai kos, karena di jam 10 malam kos sudah digembok. Sedangkan hujan belum juga reda. Kalau Lidya pulang bersama Frans, ia harus berbagi jas hujan. Tentu saja tidak bisa melaju dengan cepat, mungkin bisa cepat tetapi keduanya pasti kehujanan dan semakin basah kuyup. Kalau pulang bersama Adi, sudah pasti tidak akan kehujanan tetapi belum tentu juga dengan mobil akan sampai di kos lebih cepat. Lagi pula, Lidya belum mengenal Adi.


"Ayo Lid...aku antar kamu pulang." Adi memintanya kembali untuk pulang bersama.


"Setidaknya kamu tidak kehujanan Lid. Segeralah, sebelum kosmu digembok." Frans menyakinkannya untuk pulang bersama Adi.


"Mas....aku mau pulang bersamamu," kata Lidya membuat bingung Adi dan Frans. Pulang bersama siapa maksud Lidya ini.


"Ayo..! Adi sudah sangat yakin, kalau Lidya mau pulang bersamanya.


Frans berjalan menuju motornya, sedikit kecewa namun itu pilihan terbaik. Frans tidak ingin Lidya sakit karena kehujanan.


"Mas Frans....tunggu dong." Lidya memanggil Frans lalu berjalan mengikutinya. Lidya melupakan Adi, kemudian Lidya berbalik badan.


"Maaf Mas Adi, aku pulang duluan. Lain waktu kita bisa pulang bersama," ucap Lidya melemparkan senyumannya dan membonceng Frans.


Sial.....kamu menolak aku???...tunggu ya...aku akan kejar kamu sampai dapat..Jangan panggil aku Adi kalau sampai tidak bisa mendapatkan kamu Lidya..


Adi merasa kecewa dan marah karena Lidya tidak mau pulang bersamanya. Adipun jengkel kemudian menelpon seseorang.


**"Bro....ada tugas untukmu, cari tahu anak baru namanya Lidya," ucapnya kepada seorang teman mencari tahu tentang Lidya.**


*************


Frans tersenyum dalam hatinya karena merasa senang, kalau Lidya lebih memilih pulang bersamanya. Frans kemudian melajukan motornya dengan hati-hati karena hujan masih deras, Frans tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan. Di balik jas hujan, Lidya menundukkan kepalanya dan berlindung di belakang Frans. Frans terus fokus memperhatikan jalan, di tengah perjalanan Frans merasakan kalau Lidya ngantuk dan beberapa kali kepalanya hilang kesadaran mengenai badan Frans.


"Lid.....Lidya...kamu ngantuk ya?" tanya Frans sambil menepuk kaki Lidya pelan.


Lidya tidak menjawab, kemudian Frans menepikan motornya. Lidya terbangun saat motor berhenti dan mengira kalau sudah sampai kos.


"Udah sampai ya Mas?" tanya Lidya.


"Belum....kamu ngantuk ya?" tanya Frans lagi.


" Iya Mas...ga kuat ini, aku tadi ketiduran," kata Lidya mencoba menahan rasa ngantuknya.


"Lid...kalau kamu ngantuk, kamu pegangan aku ya. Aku takut kamu jatuh, sebentar lagi kita sampai. Aku harus lebih cepat, takut ga keburu sampai kosmu," ucap Frans.


"Iya Mas...hati-hati ya bawa motornya," kata Lidya sambil kedua tanganya memegang pinggang Frans dan tak lama memeluknya dari belakang karena Lidya juga takut kalau tertidur dan terjatuh.


Frans terus melajukan motornya dan bahagia sekali, merasakan tangan Lidya yang sudah memeluknya dan kepalanya bersandar di badan Frans. Mungkin kalau bisa berteriak, Frans akan berteriak ohhh bahagianya. Ini namanya berkat kehujanan....hehehe.....


"Lid....sudah sampai, ayo turun!" Frans membangunkan Lidya sambil memegang tangannya yang masih melingkar dan memeluk Frans dari belakang.

__ADS_1


" Ohh makasih ya Mas..." Lidya turun dari motor.


Frans yang tidak memperhatikan jam, tidak melihat kalau pambantu kos baru saja menggembok pagar kos.


"Mbak...Mbak Siti, tolong dong bukaiin." Lidya berteriak meminta dibukakan pagar.


"Tapi Mbak Lidya....ini sudah jam 22.05 WIB. Tidak berani, nanti ibu marah. Mbak Lidya tahu kan kalau jam 10 malam harus digembok," ucap mbak Siti. Pembantu kos takut membukakan pagar untuk Lidya.


Lidya mulai panik dan ketakutan.


"Mbak....maaf ya, tolonglah! Ini tadi kehujanan, kalau begitu bolehkan saya bertemu dengan ibu kos? Saya yang salah Mbak, saya mau minta izin ibu kos." Frans memohon kepada pembantu kos untuk bertemu ibu kos.


Tak lama karena mendengar keributan di luar, ibu kos keluar.


"Ada apa ini?" tanya ibu kos.


Lidya sudah sangat ketakutan tidak berani berkata apapun dan kebingungan hanya melihat ibu kos dari balik pagar.


"Ibu, kami mengaku salah karena sudah pulang lewat dari jam 10 malam. Bukan mau membela diri, tapi kami tadi kehujanan. Kami berteduh menunggu hujan reda. Saya membawa satu jas hujan saja. Lain kali, hal ini tidak akan terulang lagi. Saya akan mengantar Lidya pulang tepat waktu. Saya minta maaf. Mohon Lidya bisa diizinkan masuk." Frans berkata dengan sopan dan memohon kepada ibu kos.


Mendengar penjelasan Frans, ibu kos menerima alasan Frans lalu meminta pembantu kos membukakan pagar.


"Mbak Lidya, lain kali tidak pulang malam. Meskipun cuma terlambat 5 menit, tetapi Ibu sudah membuat peraturan. Mohon bisa mengikuti aturan yang ada. Ibu akan lapor ke mama kalau Mbak Lidya hari ini pulang terlambat." Ibu kos berkata dengan tegas.


"Mas namanya siapa? Ini Mas yang kapan hari malam-malam ke sini kan?" Ibu kos mengingat Frans yang pernah malam-malam datang mencari Lidya.


Lidya masuk ke kos dan membersihkan badannya. Lidya tidak mengira dengan apa yang dilakukan Frans. Frans sungguh bertanggung jawab. Ia bahkan memohon kepada ibu kos untuk mengizinkannya masuk. Lidya mengagumi sikap Frans dan mulai mengenal sisi lain dari seorang yang bernama Frans. Tak lama, Lidya mengeluarkan ponselnya dan melihat ada panggilan masuk yang terlewatkan. Siapa lagi kalau bukan dari mamanya. Sudah pasti mama marah.


Ya ampun...aku sampai lupa, mama pasti sudah kuatir dan marah. Belum lagi tadi ibu kos bilang mau lapor mama, aduh bisa perang dunia kalau seperti ini. Lebih baik aku telepon mama duluan.


Lidya mencoba menghubungi mama tetapi tidak diangkat. Lalu menelpon papanya.


**Lidya: Halo Pa....mama sudah tidur ya?


Papa: Kamu di mana sekarang?


LIdya: Ya di kos Pa..


Papa : Kenapa dari tadi telepon ga diangkat? Mama sampai bingung cari kamu, di kos juga ga ada...dari mana saja?


Lidya : Maaf Pa, tadi pulang audisi Lidya pergi makan sama temen trus pulang kehujanan.


Papa: Besok Lidya jelaskan sendiri sama mama, belajar tanggung jawab ya. Kamu sudah tahu kan kalau mama pasti marah. Sekarang tidurlah sudah malam. Besok pagi telepon mama, ini mama sudah tidur.

__ADS_1


Lidya: Baik Pa...makasih, Papa juga tidur ya...God bless Pa.


Papa: Ya...God bless you Lidya. **


Lidya sudah ketakutan dengan suara papa yang meninggi. Benar dugaannya, mama pasti marah dan tinggal ditunggu saja besok apa yang akan terjadi. Sebelum tidur, Lidya menyempatkan untuk menelpon Frans.


**Lidya : Haloas...sudah sampai kos ya? maaf ya mas tadi ibu kos marah.


Frans: Iya Lid....sudah kok...ini habis mandi, aku yang minta maaf karena sudah mengajakmu pulang sampai malam


Lidya: Mamaku juga marah ini Mas, ga tau deh besok gimana pasti ibu kos sudah lapor sama mama.


Frans: Maaf ya Lid, kamu jadi susah...


Lidya: Gak apa Mas...aku tidur dulu ya bye..**


*************


Keesokan hari, mama telepon pagi-pagi dan membuat Lidya terbangun dari tidurnya.


**Lidya : Halo Ma.....


Mama : Lidya, dari mana saja kemarin? Mama telepon tidak diangkat, Mama telepon kos juga tidak ada. Mama bingung cari kamu, sampai malam Mama tunggu. Mama kan sudah pernah ingatkan setidaknya balas pesan Mama. Dari mana saja Lidya??


Lidya: Iya maaf ya Ma, kemarin pulang audisi Lidya pergi sama temen. Trus kehujanan ga sempet ma pegang Hp. Lidya kehujanan sampai basah kuyup.


Mama: Lidya, mama tidak mau terima ya alasan kamu. Kamu bisa berlama-lama dengan Frans sampai tidak bisa balas pesan Mama. Lalu kenapa pulang sampai malam?


Lidya: Kok Mama tahu kalau Lidya pergi sama mas Frans?


Mama: Mama sudah tahu dan Mama tidak mau ya kalau terulang lagi seperti ini. Mama bisa datang ke Semarang dan marah dengan yang namanya Frans itu. Sudah mengajak anak gadis Mama, pulang sampai malam.


Lidya: Maaf ya Ma...mas Frans itu baik kok, justru kalau kemarin Lidya tidak diantar pulang sama mas Frans pasti ibu kos tidak mau membukakan pagar kos Ma, trus Lidya tidur di mana?


Mama: Ya tetep Lidya yang salah, kenapa pulang malam? Sudah tahu jam kosmu itu jam 10 malam. Seharusnya pulang sebelum jam malam kan?


Lidya: Iya Ma...iya...sudah dong Ma...Lidya tadi malam kehujanan, ini juga di luar perkiraan siapa yang tahu Ma.


Mama: Kali ini Mama maafkan..lain kali Mama mau langsung datang ke kosmu. Ingat ya, mama paling ga suka kalau tidak ada kabar dari Lidya. Mama ini khawatir, tolonglah ngerti perasaan Mama. Paling tidak kasih kabar lewat WA.


Lidya: Iya Mamaku sayang...Lidya minta maaf ya Ma....


Mama: Ya sudah...God bless you sayang.

__ADS_1


Lidya : God bless you to Mama. **


Mama sudah mengetahui semua dari ibu kos. Mama juga tahu kalau putrinya pergi dengan Frans. Frans yang sopan di mata ibu kos, menarik simpati mama. Mama sudah banyak mendengar cerita, dari ibu kos tadi malam. Mamapun penasaran dengan kedekatan Lidya dan Frans.


__ADS_2