Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Stacy Hamil


__ADS_3

ting tong....ting tong...


Seorang pembantu di rumah Adi membukakan pintu. Tampaklah seorang wanita yang sering datang ke rumah itu. Langkahnya langsung menuju ruang tamu tanpa diminta.


"Adi....Adi...keluar kamu!" Stacy berteriak.


"Maaf Non....jangan teriak-teriak ini masih pagi," ucap bi Wati melarang Stacy.


"Minggir kamu.....pergi sana cari tuanmu!"


"Astaga Non...."


Tampaklah mama Lia turun dari tangga.


"Ada apa ini? Kamu yang sopan ya kalau bertamu ke rumah orang," kata mama Lia marah.


"Tante....mana Adi?"


"Mau apa kamu mencari Adi?"


"Stacy ke sini mau minta Adi tanggung jawab," ucapnya dengan kasar membuat mama Lia terkejut.


"Tanggung jawab apa?"


"Saya hamil, Adi harus tanggung jawab!"


Mendengar hal itu, mama Lia langsung lemas dan duduk di sofa ruang tamu sambil menangis.

__ADS_1


"Bi Wati, tolong pangggilan Bapak dan Adi," pintanya segera.


"Baik nyonya...."


Bi Wati naik ke atas memanggil papa Chandra dan Adi. Merekapun segera turun.


"Ma...kenapa? Mama tenang, ada apa ini?" tanya papa panik.


"Om....saya minta Adi bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat."


"Apa maksudmu??" tanya Adi membentak.


"Aku hamil, tolonglah...nikahi aku."


"Omong kosong, apa buktinya itu anakku??"


"Ini jelas anakmu, aku tidak pernah tidur dengan laki-laki lain selain denganmu."


plakkkkkk


Papa menampar Adi dengan sangat keras.


"Papa....percayalah, Adi tidak melakukannya."


"Baji**ng kamu...Papa tidak sudi punya anak sepertimu, pergi kamu dari rumah ini!!!


"Pa...Adi mohon, dengarkan dulu." Adi memohon sambil berlutuh memegang kedua kaki papanya.

__ADS_1


"Pergi.....bawa perempuan ini pergi bersamamu!" Papa berteriak dan mengibaskan kaki Adi. Kemudian menendang badan Adi dengan sangat keras.


"Jangan...Papa hentikan," ucap mama Lia memohon kepada suaminya.


"Om dan Tante, kasihanilah saya...Saya mohon Adi harus bertanggung jawab. Ini anak Adi, bagaimana mungkin lahir tanpa ayah."


"Kamu juga ya...dengarkan baik-baik. Saya tidak punya anak bernama Adi. Saya sudah coret dia menjadi anak saya. Kalau kamu minta tanggung jawab, suruh anak ini menikahimu. Ingat ya, satu rupiahpun jangan harap kamu minta sama saya"


"Papa...biarkan mama bicara sebentar. Stacy, apa buktinya itu anak Adi?" tanya mama Lia.


"Ini hasil tespek saya, Tante." Stacy berkata sambil menunjukkan alat tes kehamilan miliknya.


"Maaf Stacy, bukan tente tidak percaya. Bagaimana cara membuktikan itu bener anak Adi?" Mama Lia terus mendesak Stacy.


"Tante, tolong....Adi harus nikahi saya. Kalau anak ini lahir, kita tes DNA. Jika bener ini bukan anak Adi, saya bersedia untuk pisah dan pergi dari kehidupan Adi." Stacy berusaha meyakinkan orangtua Adi.


"Oke baik, Tante setuju."


"Ma....itu bukan anak Adi. Adi tidak pernah melakukan apapun."


"Apa buktinya????" Bentak papa Chandra.


"Berikan Adi waktu untuk membuktikan kebenaran ini."


"Sampai kapan? Sampai perutnya membesar?? Papa sangat malu punya anak seperti kamu! Apa kata orang? Kita dari keluarga terhormat, bisnis papa bisa hancur karena ulahmu."


"Stacy...Tante akan paksa Adi menikahimu. Tante mohon, kamu bisa jaga rahasia ini. Tidak perlu kamu berkoar di media. Kalau kamu sedikit saja bicara di depan media. Kamu tanggung sendiri. Saya tidak akan izinkan Adi menikah denganmu." Mama Lia mengancam Stacy dengan tegas.

__ADS_1


"Baiklah...saya akan menjaga rahasia ini, asalkan Adi menikahi saya."


"Mama, Adi mohon....."


__ADS_2