Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Stacy Beraksi


__ADS_3

Stacy masih tidak terima dengan perlakuan Adi. Stacy masih ingat betul kejadian beberapa bulan yang lalu. Ia kemudian membuat rencana gila, untuk membalaskan dendamnya. Stacy meminta bantuan teman untuk diajak bekerjasama, menjalankan rencana jahatnya. Dengan penuh percaya diri, Stacy memulai rencananya dan mulai beraksi.


Sore itu, Stacy bersama kedua temannya Doni dan Taufik. Mereka, datang berkunjung ke sebuah kantor properti milik papanya Adi. Sebelumnya, mereka memang sudah merencanakannya. Tiba di kantor, Stacy disambut security gedung.


"Selamat sore...ada yang bisa dibantu?"


"Saya mau ketemu dengan Bapak Chandra Wijaya...Oya perkenalkan saya Stacy, calon menantu Bapak Chandra," ucap Stacy memperkenalkan dirinya sambil melepas kacamata hitamnya.


"Ditunggu sebentar ya, kami akan hubungi sekretaris Bapak Chandra terlebih dahulu."


"Oh silahkan...bilang saja Stacy mau ketemu."


Ruang Direktur


tok...tok...tok...


"Permisi Pak Chandra, di luar ada perempuan bernama Stacy mengaku calon menantu Bapak ingin bertemu," ucap Nita sekretaris perusahaan properti Wijaya Group.


"Stacy??" Chandra kaget mendengar kedatangan Stacy tanpa janji terlebih dahulu.


"Apakah diizinkan untuk masuk?"


"Ohh..suruh security mengantarkan naik ke atas. Saya mau manemuinya," ucap Chandra penasaran. Papa Chandra ingin tahu apa tujuannya datang ke kantor.


Selang beberapa menit, Stacy sudah berada di dalam ruang direktur bersama dengan kedua temannya.


"Halo Om Chandra, pasti kaget ya dengan kedatangan Stacy," sapa Stacy. Stacy kemudian memberikan pipi kiri dan kanannya. Menggoda papa Chandra dengan pelukan nakal.


"Maaf Stacy, tolong yang sopan...jangan begini. Saya ingatkan ini kantor," ucap Chandra menolak dengan halus.

__ADS_1


"Oke...to the point. Kedatangan Stacy ke sini karena Stacy tidak terima dengan perlakuan Adi." Stacy mulai meninggikan suaranya sambil memandang tajam papa Chandra.


"Ada apa ini? kamu datang tak diundang dan marah di kantor saya? Bicaralah yang baik, silahkan duduk dulu." Papa Chandra mempersilahkan mereka duduk.


Stacy terpancing emosi dengan respon papa Chandra yang dingin. Ia menceritakan kejadian yang dialaminya, beberapa bulan yang lalu. Papa Chandra sudah mengenali watak anak semata wayangnya, kemudian menghela nafas dan berusaha untuk membela anaknya.


"Sudahlah Stacy, kalau memang Adi memutuskan hubungannya denganmu terimalah saja," ucap papa Chandra santai.


"Ohhh.....tidak bisa seenaknya Om. Papa dan anak sama saja. Tidak bisa begitu saja. Habis manis sepah dibuang!!!!! Saya tidak terima. Om tahu kan bagaimana kelakuan Adi???" bentak Stacy dengan berani.


Papa Chandra tahu betul bagaimana Stacy. Stacy kuliah dan juga bekerja sebagai SPG. Papa Chandra pernah melihat Stacy sedang menggoda om-om untuk membeli produk yang dijualnya. Papa sudah ingatkan Adi untuk tidak terlalu dekat dengannya. Papa Chandra tidak suka dengan Stacy yang bertingkah tidak sopan.


"Om tahu kamu itu perempuan seperti apa. Sudahlah, kamu mau uang kan???" kata papa Chandra dengan tegas.


"Om...tadinya saya ke sini mau bicara baik-baik, tapi anda justru menghina saya. Jangan salahkan saya kalau anda juga akan hancur karena ulah anak kesayangan anda sendiri." Stacy semakin menggila.


"Kamu ngancam saya, Stacy???" Papa Chandra membentak sambil berdiri menatap tajam Stacy.


"Tenang Om Chandra....kalem...biarkan Stacy bicara...duduklah Om." Doni berusaha melerai.


"Begini ya Om, Tuan Chandra Wijaya yang terhormat. Saya tidak akan berkoar di media. Seorang anak tunggal, pengusaha hebat Chandra Wijaya. Pemilik perusahaan properti yang sudah menguasai bisnis sejagad raya ini, ternyata sangatlah hina. Adi sudah menodai saya dan meniduri saya. Asal Om Chandra bisa kami ajak kerjasama, maka saya akan tutup mulut aib ini," kata Stacy sinis.


Papa Chandra sangat kaget dengan ancaman Stacy, papa Chandra sangat marah dengan ulah Adi yang sudah membuat malu keluarga dan mengancam keselamatan bisnisnya.


"Bagaiman Om? haha....." tanya Stacy merasa menang sambil terus tertawa dengan sinis diikuti kedua temannya.


"Apa yang kamu mau dari saya?"


"Begini Om, sangat mudah. Om cukup bilang Adi, suruh dia minta maaf sama saya dan kembali sama saya. Saya ga mau hidup susah Om. Seenaknya Adi ninggalin saya. Kalau bisnis Om ingin selamat, Adi harus kembali sama saya." Stacy mulai mengancam papa Chandra.

__ADS_1


"Stacy...saya tidak bisa memaksa Adi. Apakah kamu yakin kalau Adi yang melakukannya? Adi tidak memperkosamu! Kamu pasti yang menggodanya." Papa Chandra sudah terpancing emosi.


"Oke...baiklah...ternyata Om Chandra ini sangat sayang sekali dengan Adi. Om lebih merelakan bisnisnya hancur. Saya tahu, akhir bulan ini anda akan launching aparteman baru kan? Ini adalah kesempatan yang tepat, saya jamin saham akan anjlok dan investor akan menarik kerjasama dengan anda...haha....haha.. Ingat satuhal lagi, rahasia terbesar anda sudah saya pegang." Stacy berbicara menantang dengan tatapan sinis dan tajam, seolah Stacy sangat dendam dan ingin menghancurkan keluarga Adi.


"Apa maksudmu?????" bentak papa Chandra dan sangat geram dengan ancaman Stacy.


"Apakah perlu saya ingatkan lagi kejadian 25 tahun silam??? Bagaimana Tuan Chandra Wijaya????" ucap Stacy sinis.


"Kamu mau uang kan??? Papa Chandra membentak sambil mengarahkan tangannya ke arah Stacy dan kedua temannya berusaha menghentikannya.


"Hentikan Om....atau saya akan publish ke media sekarang juga!!!! Apa yang akan anda lakukan dengan Stacy??" Ancam Taufik.


"Saya usir kalian semua keluar dari kantor saya...."


"Usir...??? kita belum deal kan?" ucap Stacy merasa menang.


"Mari kita bicara baik-baik Om Chandra!" Ajak Stacy dengan wajah sinis.


Stacy berdiri melipat tangannya di dada. Tatapannya sudah penuh makna. Ada maksud tersembunyi dari Stacy. Tuan Chandra Wijaya tidak dapat melawan situasi itu. Ia juga tidak mau harga dirinya jatuh di depan anak ingusan seperti Stacy dan kedua temannya.


"Oke...kasih saya waktu. Lebih baik, kalian pergi sebelum saya memanggil security untuk mengusir kalian," ucap papa Chandra yang sudah menahan amarahnya.


"Baiklah Om, saya beri waktu satu minggu. Ingat ya Om, rahasia terbesar anda ada di tangan saya. Saya adalah orang yang bisa menghancurkan anda Tuan Chandra Wijaya." Stacy berdiri dan terus mengancam papa Chandra, kemudian meninggalkan ruangan diikuti kedua temannya Dion dan Taufik.


Sial.....Adi, kamu mau menghancurkan papa. Kamu sedang bermain-main dengan perempuan jahanam itu. Dasar kau ini wanita ja****ng. Kau yang menggoda anaku, Stacy


Kepergian Stacy membuat papa Chandra gelisah dan sangat marah dengan Adi. Papa Chandra lalu menghubungi assisten pribadinya dan segera mencari informasi tentang Stacy.


**Halo David, tolong cari tahu tentang Stacy dan wanita bernama Luciana Megasari. Saya butuh data tentang mereka segera.**

__ADS_1


Setelah menelpon David, lamunannya kembali tertuju pada sosok Luciana Megasari.


Apa hubungan Stacy dengan Luci?? Berani sekali anak itu mengancam....


__ADS_2