Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Tak Terduga


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian


Lidya bersiap akan kembali ke Semarang. Wajahnya tidak lagi kusam seperti dulu. Lidya sudah dapat menyesuaikan diri dan menerima kenyataan kuliah di kota itu. Mama dan papa pun tampak senang melihatnya.


"Wah Mama senang melihatmu semangat," ucap mama sambil memeluk Lidya.


"Mama senang kalau Lidya tidak di rumah ya?" tanya Lidya cemberut.


"Bukan begitu, kamu kelihatan ceria tidak seperti dulu kalau mau balik ke Semarang pasti uring-uringan."


"Mama ini kan pernah muda, pastilah sekarang kan sudah ada yang nungguin di sana," goda papa tidak mau kalah.


"Ehm...mas Frans masih di Jakarta, belum tahu sampai kapan."


"Oh begitu, ya sudah..pesan mama tetap fokus kuliah ya," ucap mama menasihati Lidya.


"Patilah, Mama tidak perlu khawatir," ucap Lidya sambil bersiap dengan tas dan beberapa barang bawaannya.


"Hati-hati ya...Mama pasti kesepian, biasa ada kamu di rumah," ucap mama sedih akan berpisah dengan anaknya.

__ADS_1


"Mama ini, nanti kalau kangen kan Papa bisa antar ke kos Lidya. Ayo, nanti Lidya tidak dapat bus kalau kesorean," ajak papa.


****


Sementara itu, Frans mendapat tugas dari Antok untuk mengambil dokumen yang tertinggal di rumahnya. Dokumen itu adalah dokumen penting yang akan dibawa Antok, dinas ke luar kota. Antok tidak dapat mengambil sendiri, karena ia masih ada keperluan penting. Antok tidak ada waktu untuk mengambilnya terlebih dahulu sebelum ia berangkat ke luar kota.


ting...tong.....


Sampai di depan rumah Antok, tidak ada satupun yang membukakan pintu. Frans kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelpon Antok, tetapi tidak diangkat. Frans menunggu dan duduk di teras. Frans kemudian berdiri dan memencet bel kembali. Ia berharap pintu akan segera dibuka, Frans harus segera kembali ke kantor membawa dokumen tersebut sebelum Antok berangkat ke luar kota.


ting...tong....


Frans mulai gelisah, ia tidak yakin kalau ada orang di rumah. Mungkin rumah Antok kosong. Frans pun keluar, ia berniat akan bertanya ke tetangga sebelah rumah. Saat hendak beranjak ke luar, pintu terbuka.


"Lho... Mbak Putri?"


"Frans? Kamu kenapa ke sini?" tanya Putri kaget melihat Frans datang ke rumahnya.


"Aku diminta pak Antok mengambil dokumen, Mbak Putri istrinya pak Antok?"

__ADS_1


"Ayo Frans, masuk! Mbak ambilkan dulu dokumennya. Silahkan duduk Frans!" ajak Putri dengan senyumnya yang ramah.


"Terima kasih Mbak."


Putri adalah mantan kekasih Edward. Putri sebelumnya berpacaran dengan Edward saat kuliah, namun keduanya menutuskan hubungannya. Frans sendiri tidak tahu apa alasan mereka putus.


"Ini dokumennya Frans, apa kabar Frans?" tanya Putri.


"Baik Mbak Putri, maaf Mbak Putri benar suaminya pak Antok?" Frans kembali menanyakan hal yang sama.


"Iya Frans, Mbak sudah menikah dengan mas Antok kurang lebih 3 bulan yang lalu. Kamu kerja di kantor mas Antok?" tanya Putri.


"Aku cuma penelitian di sana, pak Antok memintaku mengambil dokumen ini. Lho Mbak kok di rumah? Apa tidak kerja?"


"Mbak lagi kurang enak badan. Frans, gimana kabar abangmu?" tanya Putri ingin tahu.


"Bang Edward sehat kok, maaf Mbak sepertinya aku tidak bisa lama. Aku harus segera kembali, takut pak Antok mencariku."


Frans tidak bermaksud mengalihkan pembicaraan, ia memang harus segera kembali ke kantor.

__ADS_1


"Hati-hati Frans, oya tidak perlu bilang abangmu ya kalau kita ketemu hari ini," ucap Putri.


Frans hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju, kemudian ia melajukan motornya kembali ke kantor.


__ADS_2