Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Adi Mencari Kebenaran


__ADS_3

"Adi....Adi....Adi...." Mama Lia membangunkan Adi yang tertidur di tepi kolam renang.


"Ah...kenapa Adi bisa tidur di sini?" tanya Adi heran. Adi melihat dirinya tidur dengan posisi kedua kakinya masih berada di dalam kolam renang. Sedangkan badannya, tidur di tepi kolam.


"Adi, segera bangun! Ganti pakaianmu, semalaman kamu tidur di sini?"


"Iya Ma....Adi sepertinya ketiduran."


"Ayo Sayang, nanti kamu sakit," ajak mama Lia sambil membantu Adi berdiri.


"Ma...apa Stacy sudah pulang?" tanya Adi.


"Stacy??? maksud Adi? Mama bingung deh," ucap mama heran sambil menatap Adi.


"Stacy ke sini kan Ma? Nuntut Adi tanggung jawab? Demi Tuhan, Adi tidak pernah melakukan apapun. Adi tidak menghamilinya..Mama percaya kan sama Adi?" Adi tidak kuasa menahan tangisnya.


Mama memeluk Adi, mama yakin Adi berkata jujur. Mama sangat percaya kalau Adi tidak mungkin melakukannya.


"Sayang, Mama percaya...kamu kenapa? Apakah bermimpi tentang Stacy?"


"Astaga Tuhan....Adi terbawa mimpi, Adi bermimpi Stacy datang ke rumah kita. Papa sangat marah lalu mengusir Adi. Ma, Adi takut." Adi terus memeluk mamanya.


"Sayang, Mama sedang mencari cara untuk mengungkap kebenaran ini. Percayalah, Mama juga tidak rela kalau kamu dijebak perempuan itu. Mama berencana akan menemui Stacy."


"Ma...jangan, Adi khawatir..."


"Ayo Sayang, segera mandi sebelum Papa melihat kamu tidur di sini!"


Adi masuk ke dalam kamarnya. Mama Lia memilih tetap berada di kolam renang. Kemudian, duduk di kursi sambil merenung memikirkan Stacy.

__ADS_1


Stacy...siapa sebenarnya kamu? Apakah kamu ada hubungannya dengan Luci???


Aku harus mencari tahu, aku tidak rela kalau anaku menikah dengan orang sepertimu. Keluarga yang sudah aku bangun ini tidak boleh hancur.


"Ma...Mama, kenapa Mama melamun di sini?" tanya papa sambil menepuk pundak mama.


"Ah....tidak, Mama....." Mama Lia tidak menjawab pertanyaan papa.


"Ma, Papa tahu Mama sedang memikirkan soal Adi kan? Papa sudah mencari tahu tentang Stacy, sabarlah.... Besok Papa akan bertemu David. Barusan Papa telepon, David ingin bertemu dengan Papa. Papa minta David ke rumah hari ini, tetapi David ada kedukaan keluarga. Papa tidak enak kalau memaksanya. Biarkan dia mengurus keluargnya terlebih dahulu."


"Siapa yang meninggal?"


"Papa tadi tidak tanya,sepertinya di luar kota."


"Papa kenapa sekarang bisa setenang ini?" tanya mama heran penuh curiga.


"Ini ada hubungannya dengan Luci kan? Papa, tolong jawab pertanyaan mama," ucap mama penasaran.


"Papa belum tahu, tenanglah..."


*********


Kamar Adi


**Adi : Gimana Rey?


Rey : Adi, maaf...aku belum dapat info akurat.


Adi : Tolong ya Rey, aku mau secepatnya.

__ADS_1


Rey : Aku sudah menyuruh orangku. Kamu tunggu saja. Untuk sekarang ini, lebih baik kamu tidak emosi..Jangan terpancing ulah Stacy. Aku tahu ada yg back up dia.


Adi : Siapa itu Rey???


Rey : Secepatnya aku info kamu.


Adi : Makasih ya Rey.**


Aku harus segera membongkar kelicikan Stacy. Aku tidak mau keluargaku hancur.


Tok....tok....tok...


"Sayang, apakah Mama boleh masuk?" tanya mama.


"Sebentar...Adi pakai baju dulu."


Selesai berpakaian, Adi membuka pintu kamarnya. Mama Lia segera masuk ke dalam.


"Adi, bisakah tolong kamu berikan nomor ponsel Stacy?" tanya mama Lia.


"Ma...Mama yakin mau menemuinya?"


"Mama sudah penasaran, Mma tidak bisa diam begini saja. Mama harus menemui Stacy. Mama mau bicara sama dia."


"Adi ikut, Adi mau temani Mama."


"Tidak Adi, Mama mau bicara berdua dengan Stacy. Mama mau bicara dari hati ke hati sebagai sesama perempuan. Mungkin dengan begitu, Mama mendapatkan jawaban. Mama yakin ini ada hubungannya dengan masa lalu papamu."


"Mama....siapa sebenarnya Luciana?"

__ADS_1


__ADS_2