Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Lidya Sakit #2


__ADS_3

Mendengar hal itu, Lidya kemudian berkemas dan meninggalkan ruang kuliah. Lidya tampak murung dan sedikit kesal. Maklumlah Lidya sangat rajin dan tidak mau melewatkan waktu kuliahnya. Sudah beberapa kali Lidya bolak balik ke toilet, Lidya merasa lemas.


Aduh kenapa ya ini kok perutku sakit banget, salah makan apa ya kok bisa jadi diare.


Lidya berguman dalam hatinya sambil duduk sebentar menahan perutnya. Saat Lidya duduk di taman, Frans yang ijin ke toilet melihatnya dan mendekati Lidya karena penasaran melihat Lidya duduk melamun.


"Lid...kamu ga kuliah?" tanya Frans penasaran sambil duduk disebelah Lidya.


"Aku sakit Mas, tadi kuliah tapi disuru pulang" kata Lidya dengan raut wajah menahan sakit.


"Kamu sakit perut? Makan apa kamu semalam? Makanya jangan makan sembarangan jadi sakit perut kan?" kata Frans serasa memperhatikan Lidya.


"Iya Mas, aku diare. Kemarin makan ayam bakar, bukannya kita makan di tempat yang sama?" Lidya menjawab sambil memegang perutnya tanpa melihat wajah Frans.


Franspun terkejut mendengar perkataan Lidya.Ternyata Lidya melihat Frans makan bersama dengan Christy di tempat yang sama. Frans emudian terdiam dan pamit kembali ke kelas karena malu.


"Ohh..maaf, aku balik ya..ga enak kalau ketauan dosen. Tadi soalnya cuma bilang kalau ke toilet," kata Frans meninggalkan Lidya.


Lidya kemudian berjalan pulang ke kos, namun sudah tidak sanggup karena lemas. Lidya berhenti sebentar dan memanggil ojek online menuju ke klinik yang berada di dekat kampus. Tak lama Lidya sampai di klinik.


Klinik Medika

__ADS_1


Seorang dokter memeriksa Lidya, badan Lidya deman tinggi dan keringat dingin. Lidya kehilangan cukup banyak cairan dan diminta istirahat untuk diinfus.


"Mbak..ini diinfus dulu ya," kata perawat sambil memasang jarum dan selang infus.


"Iya Sus...," jawab Lidya pasrah dan lemas.


tut...tut....tut.....


Ponsel Lidya berbunyi dan Lidya tidak bisa mengangkatnya. Lidya meminta tolong perawat mengambilkan ponselnya di tas. Tak lama ponselnya berdering kembali.


tut...tut...tut...


Lidya: Lidya diare Ma, Lidya di klinik masih dipasang infus.


Mama: Lho...kok diinfus? Lidya jangan buat mama kuatir ya...


Lidya: Tidak apa-apa Ma...tenang ya...jangan khawatir...nanti Lidya telepon lagi**


Lidya menutup teleponnya, tapi ponselnya berbunyi kembali. Lidya mengira mamanya menelpon lagi karena tidak memperhatikan panggilan masuk dari siapa.


**Lidya : Ma...sebentar ya nanti Lidya telepon lagi...masih diinfus ma...

__ADS_1


Frans : Ini Frans...kamu di mana sekarang?


Mama: Oooh maaf Mas, aku kira tadi mama. Ini di klinik medika


Frans: Tunggu ya....aku ke sana sekarang**.


Frans langsung menutup ponselnya dan bergegas pergi ke klinik menemui Lidya.


Frans yang hari ini ada kuliah statistik tidak menghiraukan karena khawatir dengan kondisi Lidya yang sedang sakit dan diinfus. Saat sampai di klinik, Frans melihat Lidya yang sedang tertidur. Frans duduk di dekat Lidya dan memperhatikan wajah Lidya yang sedang tidur. Frans memberanikan diri memegang tangan Lidya kemudian menggenggamnya erat. Frans merasakan badan Lidya yang demam dan berkeringat dingin. Frans membelai rambut Lidya, dan berguman dalam hatinya.


Kamu sampai sakit seperti ini, aku ga tega melihatnya. Wajahmu yang cantik dan ceria terlihat lemas tak berdaya....segeralah sembuh Lidya....aku berdoa untukmu...


Frans berdoa supaya Lidya segera pulih kembali. Lidya yang tertidur merasakan ada yang menggenggam tanganya. Lidyapun terbangun dan melihat Frans sudah duduk di sebelahnya dan berdoa.


" Mas Frans...."


*******


Dukung terus ya....jangan lupa vote, like dan komentarnya. Segala masukan sangat saya harapkan untuk kemajuan cerita ini.


Terima kasih...jangan bosen ya...

__ADS_1


__ADS_2