Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Audisi


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang dinantikan Lidya. Audisi paduan suara akan dimulai sore ini, sejak pagi Lidya sudah sangat antusias untuk berlatih menyanyi.


kring...kring....kring....kring


Lidya asik berlatih sampai tidak mendengar kalau ponselnya berdering. Seperti biasa Lidya melupakan ponselnya. Lidya berangkat ke kampus dan tidak melihat panggilan masuk yang terlewatkan. Saat berjalan ke kampus, dari arah berlawanan Frans melaju dengan motornya.


"Hai....pulang kuliah aku jemput ya," kata Frans sambil menghentikan motornya di depan Lidya.


"Ehmm.. Mas Frans ga repot?" tanya Lidya yang sebenarnya cuma sekedar basa-basi.


"Buat kamu, aku ga pernah repot," jawab Frans dengan senyumnya yang lebar.


"Okelah....jam 10.00 WIB ya Mas," ucap Lidya kemudian berjalan menuju kampus.


Frans akan menjemput Lidya sepulang kuliah nanti, Frans sejak tadi pagi sudah berolahraga di taman dan menelpon Lidya tapi tidak diangkat. Frans sudah mulai mengenal kebiasaan Lidya yang sering melupakan ponselnya. Sampai di kos, Frans mandi dan merebakan badannya karena capek.


Pulang kuliah, Lidya menelpon Frans tetapi tidak diangkat. Frans yang tertidur tidak mendengar kalau Lidya menelponnya. Lidya kemudian menulis pesan untuk Frans.


Mas, di mana? jadi jemputkah? aku tunggu di depan ya, aku mau makan batagor dulu.


Lidya bertemu dengan Rita dan mengajaknya makan batagor. Mereka ngobrol cukup lama sampai batagornya habis. Namun, Frans belum juga menjemputnya. Lidya kemudian berjalan pulang bersama Rita. Di jalan, Lidya kembali mengirim pesan untuk Frans.


Mas...maaf ya, aku sudah pulang sama Rita.


Frans yang tertidur akhirnya terbangun dan kaget melihat jam sudah pukul 11.00


Frans membaca pesan dari Lidya, kemudian menelponnya.


**Frans : Hallo...sory Lid, aku ketiduran ini baru bangun...kamu sudah pulang ya?


Lidya: Iya Mas...maaf ya tadi aku sudah nungguin, tapi Mas Frans ga dateng-dateng.


Frans: Sory...kamu ga marah kan? nanti kamu audisi jam berapa? aku jemput ya pulangnya.


Lidya : Santai ajalah Mas...aku ga marah kok, nanti audisi jam 4 sore, aku kabarin ya kalau udah selesai.


Frans: Oke...aku janji kok ga meleset lagi...bye...**


Rita dari tadi senyum-senyum karena sahabatnya mendengar kalau Lidya menelpon Frans, kemudian Ritapun menggoda Lidya.


"Hayoo..kamu sudah jadian ya sama mas Frans?" tanya Rita penasaran.


"Waduh...enggaklah Rit...cuma teman," kata Lidya jujur.


"Ya kan sekarang masih temen, bisa aja besok jadian...eh Lid, aku perhatiin Mas Frans itu suka lho sama kamu." Rita menggoda.


"Ah sok kepo kamu ini," jawab Lidya.

__ADS_1


"Oya kamu kan ga tau waktu kita perjalanan ke Bandungan, waktu kita camping ingat? Mas Frans minta tuker tempat duduk lho sama aku, trus dianya duduk sebelah kamu eh kamu tidur sambil bersandar di bahu mas Frans...cie....cie...." Rita semakin menggoda Lidya dan menertawakan mereka.


"Yang bener kamu Rit?" tanya Lidya tidak percaya apa yang diceritakan oleh Rita.


"Serius....semua orang satu bus juga tahu kali...kamu ini bikin iri aja." Rita membenarkan apa yang dia ceritakan.


Lidya mengingat kejadian di bus seperti yang Rita ceritakan. Lamunannya terhenti setelah Rita memanggilnya.


"Lid....haloo....kamu mikirin apa? kamu mau ikut jalan sampai kosku?" tanya Rita heran.


"Eh..kamu ini." Lidya menjawab kaget.


"Lha...ini kan kosmu, aku dari tadi udah bilang kamu diem tapi malah terus nglamunin mas Frans haha...haha," godanya sekali lagi.


"Oke Rit, aku duluan ya." Lidya membuka pagar kosnya dan segera masuk.


Lidya mengganti bajunya lalu tidur. Menjelang sore, Lidya segera bersiap mandi dan bergegas ke kampus karena tidak mau telat mengikuti audisi.


*****


Lidya sore ini terlihat sangat cantik dengan kaos lengan tiga perempat berwarna pink dan celana jeans yang pas di badannya. Rambut yang tadinya dibiarkan terurai kemudian dikepangnya, sehingga terlihat lebih rapi.


Lidya berjalan dengan percaya diri menuju tempat audisi, sudah pasti semua mata memandangnya. Sampai di lokasi audisi, Lidya menuju meja registrasi.


Lidya kemudian duduk menunggu gilirannya dipanggil. Beberapa senior paduan suara memperhatikan dan membicarakannya.


"Halaah kamu Rud, giliran bening ditanyain." Mario menggodanya.


Mendengar Rudi dan Mario sedang membicarakan sesuatu, datanglah seorang yang ikut mengaudisi peserta baru.


"Hoiiii...ngomongin apa ini? Ayo kerja! Ngobrol aja dari tadi. Cepet panggil satu lagi suru masuk." Adi menegur mereka berdua dan meminta peserta untuk masuk di ruang audisi kemudian kembali masuk ke dalam.


"Lidya..," panggil Rudi sambil melirik Lidya dan tersenyum.


"Oke kamu bisa masuk ke dalem," kata Mario yang juga memperhatikan Lidya.


Lidya tersenyum dan berjalan meninggalkan mereka menuju ruang audisi. Lidya masuk dan menyapa beberpa orang yang berada di ruangan itu.


"Halo semua...selamat sore," Lidya menyapa dan tersenyum.


"Siapa namamu.. sudah siap ya, ini kamu baca dulu not angka sebelum kamu nyanyikan?" tanya Adi yang sedari tadi sibuk dengan beberapa kertas untuk bahan audisi dan tidak memperhatikan Lidya.


"Mi..mi..re..fa..mi..re..do..........." Lidya membaca not angka yang diberikan Adi dengan suaranya yang sangat merdu.


Mendengar suara Lidya, seketika itu juga Adi memperhatikan Lidya dan mengagumi makhluk ciptaan Tuhan yang ada di depannya sambil terus tersenyum memandang Lidya dari bawah sampai ke wajahnya.


Cantik banget...cakep gila, pantesan ya dari tadi di luar heboh. Suaranya juga bagus. Ga pake lama...masuk ini...lolos..hihihi...

__ADS_1


"Di...Adi..." Sonya memanggil Adi.


"Ya...kenapa?" tanya Adi kaget.


"Langsung aja lagu bebas...udah oke kok, gimana yang lain?" tanya Sonya meminta pendapat teman-temannya.


"Satu lagu bebas..kamu udah siapkan?" tanya Adi berharap Lidya sudah siap dan bisa lolos audisi kali ini.


"Oke sudah," jawab Lidya dengan yakin.


Lidya menyanyikan satu lagu yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Lidya berhasil menyanyikan lagu tersebut dengan sangat bagus. Semua senior yang mengaudisi sangat menyukainya.


"Oke terakhir ya...kita sama-sama nyanyi lagu ini dan pecah suara pakai piano," Adi sengaja membuat audisi lebih lama dan meminta Bella memainkan pianonya.


"Makasih ya...kamu boleh pulang, tunggu pengumuman audisi minggu depan," Wahyu mempersilahkan Lidya pulang.


"Gimana Di? pasti kamu oke." Sonya bertanya dan menebak jawaban Adi.


"Haha....ya pastilah...kurang apa lagi coba...masak kayak gitu dilepas," kata Adi dengan yakinnya kalau semua pasti setuju dengan pendapatnya.


"Kalau Adi sudah pasti okelah," goda Wahyu.


"Aku sih oke juga..suaranya bagus," ucap Bella menyetujui pendapat Adi.


*******


Lidya kemudian menelpon Frans.


**Lidya : Hallo Mas...aku udah selesai nih.


Frans : Oke...ini aku sudah di kampus kok, kamu di mana Lid?


Lidya : Ini masih jalan Mas, ketemu di parkiran aja mas...biar sekalian keluar nanti


Frans : oke...**


Sampai di parkiran, Lidya melihat Frans memakai jaket merah. Kemudian Frans melihat Lidya sambil tersenyum.


cantik banget...pangling aku...


"Kamu cantik Lid." Frans memuji Lidya sambil tersenyum.


"Ehm...kepalaku tambah besar ini, ga cukup pakai helm Mas," kata Lidya sambil malu-malu.


"Ayo kita makan dulu Lid!" ajak Frans.


"Oke Mas..." jawab Lidya sambil memakai helm dan membonceng Frans.

__ADS_1


Mereka menuju tempat makan yang agak jauh dari kampusnya. Frans membawa motornya sambil terus ngobrol bersama Lidya. Lidya sudah tidak canggung lagi dan merasa sangat nyaman bersama dengan Frans. Mereka melewati malam ini bersama.


__ADS_2