Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Kegalauan Frans


__ADS_3

Selama perjalanan menuju Jogja, Lidya tertidur lelap. Sampai akhirnya, Lidya dibangunkan karena bus sudah berhenti di terminal.


"Mbak....Jogja Mbak...sudah sampai." Seorang membangunkan Lidya.


"Makasih ya Pak.." Lidya bangun dan segera mengambil tas dan turun.


Lidya mencari di mana papanya. Lidya mengambil ponselnya, belum sempat menelpon sang papa sudah memanggil Lidya dari jauh. Lidya kemudian berjalan menuju pintu keluar menghampiri papa sambil memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. Lidya memeluk papanya karena sudah dua minggu tidak ketemu.


"Papa......Lidya kangen." Mereka berpelukan dan mengajak Lidya masuk ke mobil menuju rumah. Papa mengajak Lidya segera pulang, karena mama juga sudah pasti kangen pengen ketemu Lidya.


Rumah Lidya


Lidya tinggal di pusat kota Jogja. Sejak kecil memang Lidya termasuk anak yang berprestasi dan menjadi kebanggan orangtua. Prestasi akademik maupun prestasinya menyanyi layak diacungi jempol. Lidya dulunya sekolah di SMP dan SMA Negeri ternama di kota Jogja. Sudah pasti tidak ada yang meragukan kemampuannya. Namun, apalah artinya jika Tuhan berkehendak lain. Pada akhirnya Tuhan pasti punya rencana indah mengapa Lidya sekarang harus kuliah di universitas swasta di kota Semarang.


Sampai di rumah, Lidya langsung mencari mamanya.


"Mama....," teriak Lidya memanggil mamanya sambil memeluk erat.

__ADS_1


"Mama kangen Nak," kata mama sambil memeluk dan mengelus kepala Lidya.


"Ayo, kita makan! Sop buntut kesukaanmu. Saatnya perbaikan gizi. Pasti kalau di sana mau makan harus ngitungkan?haha...haha...." Mama meminta Lidya makan sambil menggodanya.


Lidya mencuci tangan terlebih dahulu. Lalu mereka bertiga makan dan tidak lupa diawali dengan berdoa bersama.


"Waaah....Mama selalu juara kalau masak. Uenaaaak kebangetan Ma...." Lidya memuji masakan mamanya.


"Kalau enak ya nambah...mumpung gratis...hehe..hehe " Mama bahagia sekali anak gadisnya menikmati masakannya.


Setelah makan, Lidya membantu mama mencuci piring dan ngobrol bertiga dengan mama dan papanya. Lidya melupakan ponselnya yang masih berada di dalam tas.


Lidya dan orangtuanya sudah sampai di mall terbesar di Jogja. Lidya membeli tiket dan mamanya membeli pop corn. Merekapun segera masuk ke studio di mana film itu akan diputar.


*******


Kos Frans

__ADS_1


Frans yang sudah menunggu balasan pesan dari Lidya merasa kesal. Di telepon berkali kali tidak ada di angkat. Pesanpun tidak ada satupun yang di balas. Frans sangatlah marah. Kemudian mengecek lagi ponselnya. Frans merasa diremehkan dengan seorang bernama Lidya. Entah apa perasaan Frans sebenarnya. Frans semakin penasaran dengan sosok Lidya.


Aaaaahhh.....apa-apain ini.....baru kali ini ya...ada cewek sok banget sama aku....... hei Lidya....apa sih lebihnya kamu???? pesanku beberapa kali ga kamu bales...telepon bisa-bisanya tidak kamu angkat....sombong sekali....atau kamu benar marah ya karena lihat aku sam Christy tadi pagi???


Frans terus mengumpat dan emosinya semakin membara. Diketiknya pesan untuk Lidya dan berkata,


LIDYA.....SOMBONG KALI KAU JADI ORANG...PESAN DAN TELPONPUN KAU TAK BALAS.......OKE...GW BLOKIR JUGA LOE YA...


Saking marahnya Frans mengirim pesan dengan tulisan besar-besar dan dengan bahasa kasar. Sudah bisa ditebak kan ya? Frans berasal dari mana? hihihi.....


Frans merantau dari kota Medan, orangtuanya masih tinggal di Medan tapi kakaknya tinggal di Jakarta. Frans lebih sering pulang ke Jakarta daripada ke Medan.


Frans mengalami kegalauan tingkat akut. Marah-marah tidak jelas, Frans keluar dari kamarnya kemudian pergi mencari makan. Maklumlah ya, sudah pe-de mau ajak Lidya makan dan mentraktir merayakan ulang tahunnya tapi apalah kalau ternyata harapannya sirna. Saat sedang makan di warung...ponselnya berbunyi.....Frans bergegas mengangkat karena Frans mengira kalau sudah pasti Lidyalah yang menelpon.


**Frans : Haloooo....Bang.....napa telepon??


Abang Edward : Bayaaaah.....Baru hallo sudah marah. Galak kali kau dek, selamat ulang tahun ya adeku yang ganteng sedunia**

__ADS_1


Frans kecewa karena bukan Lidya yang menelponnya, tetapi justru abangnya.


Frans membayar makanannya dan pergi entah kemana. Frans akhirnya pergi ke mall. Frans menghabiskan waktunya untuk menghilangkan rasa kesalnya dengan Lidya.


__ADS_2