Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Makan Malam


__ADS_3

Lidya rupanya tidak bisa menolak, mama Lia begitu memaksanya. Lidya masuk ke dalam rumah Adi. Kedua mata Lidya memandang seluruh isi rumah mewah milik Adi.


Wah....rumah ini bagus sekali. Setiap sudut ruangan dihiasi dengan barang mewah. Pasti penghuninya sangat nyaman tinggal di tempat ini.


Lidya terpana melihat rumah Adi yang dihiasi lampu-lampu di bagian atas. Lidya yang polos tidak bisa menutupi kekagumannya.


"Tante, rumah ini bagus sekali," ucap Lidya terus memandangi setiap sudut rumah Adi.


"Terima kasih, Tante sendiri lho yang design rumah ini," kata mama Lia sambil tersenyum melihat kepolosan Lidya.


Kring....kring....kring


**Lidya : Halo Mas, maaf...sebentar lagi aku sampai kok. Tunggu ya mas.


Frans : Maaf Lid, ini justru aku mau kasih tahu kamu. Lidya, kita tunda dulu ya makannya. Aku harus segera ke rumah Ibu Bertha. Besok beliau ke luar kota. Aku mau kejar revisianku sebelum libur semester.


Lidya : Oh, iya tidak apa Mas. Selesaikan dulu urusanmu. Nanti aku bisa makan sendiri kok.


Frans : Oke terima kasih ya pengertiannya. Bye..hati-hati....**


Adi sudah sering bercerita tentang Lidya kepada mamanya. Mama Lia sedari tadi memperhatikan Lidya. Mama Lia pun yakin kalau Lidya sedang menerima telepon dari Frans. Adi sudah menceritakannya, kalau seorang laki-laki bernama Frans sedang mendekti Lidya. Mama Lia segera mengambil kesempatan ini.


"Lidya, apakah kamu tidak jadi makan malam bersama dengan temanmu?" tanya mama Lia sangat penasaran.


"Ehm..iya sih Tante, tapi..."


"Maaf, bukan maksud menguping pembicaranmu lewat telepon tadi. Ehm...... Duduklah, Tante naik dulu sebentar ke kamar Adi. Tante mau lihat kondisi Adi."


"Baik Tante, tapi saya harus segera pulang."


"Sebentar saja, tolong...kamu tunggu Tante turun kembali," ucap mama Lia seraya memohon kepada Lidya.


Papa Chandra mendengar istrinya sedang berbicara dengan seseorang. Kemudian, ia keluar dari kamarnya. Dilihatnya dari atas, Lidya sedang berjalan menuju foto keluarga Adi yang terpampang di tembok. Papa Chandrapun penasaran, lalu bergegas untuk turun.


"Selamat malam, saya Papanya Adi." Papa Chandra menyapa Lidya dan memperkenalkan dirinya.


"Oh....maaf Om, saya melihat foto ini." Lidya kaget dan sedikit malu karena ketahuan sedang melihat foto keluarga Adi.


"Tidak apa, silahkan."


"Maaf sampai lupa, saya Lidya," kata Lidya sambil bersalaman dengan papanya Adi.

__ADS_1


"Oh kamu yang namanya Lidya?"


"Ehm....iya Om."


Setelah melihat kondisi Adi, mama Lia segera turun. Mama Lia melihat suaminya sedang ngobrol dengan Lidya.


"Ini lho yang sering Adi ceritakan,Pa.." Mama Lia tersenyum berkata kepada suaminya.


"Adi ke mana Ma?" tanya papa Chandra.


"Adi sakit, tadi Lidya yang antar pulang. Mama baru saja cek di kamar, Adi sudah diberi obat sama bibi. Sekarang Adi tidur, Pa."


"Trus ini, Lidya bagaimana Ma?"


"Mama mau ajak Lidya makan malam. Lidya mau kan nak?"


"Mama...jangan memaksa, mungkin Lidya ada janji dengan temannya. Ini sudah malam, kasian kalau pulangnya kemalaman." Papa sudah melihat kalau istrinya sedikit memaksa Lidya untuk makan malam bersamanya.


"Ehm, sebenarnya tadi mau makan malam sama teman. Tetapi tidak jadi," ucap Lidya jujur dengan kepolosannya.


"Ayolah, temani Tante makan malam ya!"


Lidya tidak enak menolak permintaan mama Adi. Akhirnya Lidya menerima permintaan mama Lia untuk makan malam bersama.


"Tenang, tidak akan lama kok. Nanti biar diantar pulang pak Tugiman. Amanlah pokoknya, tidak perlu khawatir. Itu sopir kepercayaan kami."


"Saya takut ngrepotin, Tante. Saya bisa pulang naik ojek online."


"Jangan....diantar sopir saja, justru kami tidak tenang kalau kamu nanti pulang sendiri," ucap papa Chandra melarang Lidya pulang naik ojek online. Papa Chandra tampaknya juga menyukai Lidya yang sederhana dan sopan.


"Papa mau ikut makan?" tanya mama.


"Nanti saja, Papa masih kenyang. Papa ke ruang kerja dulu ya. Selamat makan..."


Papa Chandra memilih untuk ke ruang kerjanya. Papa Chandra tidak ikut makan malam, karena tidak ingin kalau Lidya merasa canggung. Papa Chandra membiarkan istrinya untuk ngobrol sambil makan malam bersama Lidya.


Gadis itu sederhana sekali. Cantik dan sopan. Semoga Adi berjodoh....Ini bukan perempuan biasa, seperti yang Adi kenalkan sebelumnya.


*********


"Ayo, duduk di sini!" ajak mama Lia sambil menggandeng tangan Lidya dengan akrab.

__ADS_1


Mama Lia sudah jatuh hati dengan Lidya. Mama Lia memperhatikan Lidya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sambil tersenyum, melihat Lidya yang sopan dan lugu. Sangat berbeda dengan Stacy. Lidya sangatlah cantik, meskipun tidak berdandan sekalipun.


"Ayo makan yang banyak!"


Lidya teringat dengan mamanya di rumah. Suasana makan malam bersama dengan mama Adi, serasa seperti sedang makan di rumahnya. Lidya kangen makan bersama kedua orangtuanya.


"Lho, kok melamun? Maaf ya, Tante memaksamu untuk makan malam...."


"Ah tidak kok, saya jadi ingat kalau di rumah. Mama biasanya masak enak untuk kita makan," ucap Lidya lugu.


"Oalaah...ya sudah anggap saja ini rumah sendiri, ini dimakan ayamnya." Mama Lia tidak berhenti menyodorkan banyak makanan di piring Lidya.


"Sudah cukup Tante, saya sudah kenyang. Terima kasih."


"Kamu asli dari daerah mana Lidya?"


"Saya dari Jogja, Tante."


"Oh pantas...lembut, putri Jogja rupanya."


"Ah Tante terlalu memuji saya."


Setelah selesai bercengkrama dan makan malam, Lidya pamit pulang. Lidya melirik jam di tangannya sudah pukul 20.15 WIB.


"Tante, maaf...bukan tidak sopan. Setelah makan kenyang, saya langsung pamit pulang. Ini soalnya sudah malam, Tante. Saya harus pulang, perjalananya juga agak jauh. Sebelum jam 10 malam, saya sudah harus sampai kos."


"Ya ampun Lidya, Tante yang minta maaf sudah mengajak kamu ngobrol sampai lupa waktu," ucapnya terkejut, tidak terasa bisa menikmati obrolan dengan Lidya sampai selarut ini.


"Tidak apa Tante, saya permisi dulu ya. Salam untuk Om dan mas Adi."


"Hati-hati, sopirnya sudah siap kok. Lain waktu main ke sini lagi. Tante senang bisa mengenal kamu. Terima kasih sudah menemani Tante makan malam," ucap mama Lia, lalu memeluk Lidya dan mencium pipi Lidya kanan dan kira.


Lidya sangat kaget melihat mama Lia begitu akrab dengannya. Padahal ini baru pertama kalinya bertemu. Lidyapun merasa mama Lia begitu hangat menerima kehadirannya. Lidya duduk di belakang diantar oleh sopir. Selama di perjalanan Lidya ngobrol dengan Pak Tugiman.


"Sudah lama ya, Pak bekerja di rumah Adi?"


"Wah lama Non, sudah lebih 10 tahun."


"Lama juga ya, Pak."


"Saya betah Non, tuan saya baik sekali. Mas Adi itu orangnya sangat pengertian. Tidak pernah merendahkan saya. Walaupun saya cuma sopir, tetapi sudah dianggap seperti keluarga," ucap pak Tugiman menceritakan tentang keluarga Adi.

__ADS_1


"Oh..begitu ya," kata Lidya singkat


__ADS_2