Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Aku Suka Kamu


__ADS_3

Mendengar pertanyaan mamanya, Lidya pun terkejut dengan wajah memerah karena malu. Lidyapun balik bertanya kepada mamanya


"Kenapa Mama tanya gitu sih?"


"Ya kan Mama cuma tanya. Lidya, sekarang kan kamu sudah kuliah jadi Mama ijinkan kalau mau pacaran. Tetapi tetep ingat, tujuan kamu di sini untuk kuliah bukan untuk pacaran. Kuliah prioritas pertama, yang pasti kalau Lidya pacaran harus hati-hati. Mama tidak mau kalau dapat kabar anak gadis Mama satu-satunya harus berhenti kuliah karena hamil duluan. Mama percaya Lidya bisa jaga kepercayaan mama dan ingat Tuhan dalam segalanya ya. Harus bisa menjaga diri baik-baik. Lidya kan belum pernah pacaran sebelumnya. Mama kasih tahu, karena Mama sayang sama kamu." Mama menasihati Lidya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Ya sudah...mamamu ini sudah tenang karena sudah ketemu Frans, nah pertanyaannya Frans itu pacarmu bukan?" tanya papa langsung tanpa basa-basi.


"Bukan Pa...hanya teman, lebih tepatnya masih berteman. Mas Frans itu masih fokus menyelesaikan skripsinya. Lidya sendiri masih pengen kuliah dulu. Kalau sudah lulus, Lidya ingin lanjutin profesi." Lidya menjelaskan rencananya ke depan.


"Waah ya bagus itu, Mama dukung kamu...tapi syarat utama kalau Lidya mau cari pacar yang pasti harus seiman dan jelas latar belakang keluarganya," kata mama.


"Papa sih setuju kalau kamu pacaran sama Frans. Papa lihat dia anak yang sopan. Dari cara bicaranya Frans itu tegas dan tanggung jawab..." Papa mengagumi sosok Frans.


Mama dan papa Lidya rupanya sudah simpati sejak pertama kali bertemu dengan Frans. Lidya sendiri masih belum yakin dengan perasaanya. Lidya ingin hubungan yang serius tidak hanya sekedar pacaran tanpa tujuan yang jelas.

__ADS_1


"Ma...sebenarnya Lidya suka sih sama mas Frans, tapi Lidya mau kasih kesempatan mas Frans untuk fokus menyelesaikan skripsinya," ucap Lidya sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu, doakan saja Frans..kalau berjodoh ya nanti Tuhan akan atur.." Mama berkata dengan bijaksana.


Setelah selesai ngobrol, mama berencana kembali pulang ke Jogja.


"Lho...Mama mau langsung pulang? Ini kan sudah malem Ma," kata Lidya heran mamanya hanya sebentar datang ke kosnya.


"Ya kan ada mas Udin yang nyetir," kata papa buru-buru pulang.


Mereka berpelukan dan Lidya mengantar kedua orangtuanya sampai masuk ke dalam mobil. Lidya menutup pagar dan kembali masuk. Tak berapa lama, Lidya mendengar ada yang memanggilnya.


Lidya menengok dan melihat seseorang di balik pagar kosnya yang tinggi.


"Maaf siapa ya?" Lidya bertanya sambil mendekati laki-laki itu.

__ADS_1


"Hei...masak lupa sih...ini Adi..."


"Lho..Mas Adi kok tahu kosku di sini?" tanya Lidya heran.


"Itu perkara yang mudah buat aku," jawabnya sombong.


"Boleh aku masuk?" tanya Adi.


"Maaf Mas...bukan tidak boleh, tapi ini sudah malem. Sebentar lagi pagarnya mau di gembok," ucap Lidya menolak permintaan Adi.


"Oke baiklah..jadi tidak boleh ya kalau aku masuk sebentar saja," pinta Adi.


"Ada perlu apa ]as?" tanya Lidya sopan.


"Kalau tidak boleh ya ga masalah. Aku cuma mau bilang sesuatu. Aku suka sama kamu, sejak aku melihat kamu waktu audisi kemarin. Aku akan mengejarmu Lidya. Aku ke sini cuma mau bilang ini, tidak perlu kamu jawab kok. Kamu cukup tahu saja kalau aku suka kamu dan aku akan mengejarmu sampai dapat," ucap Adi sedikit mengancam dan membuat Lidya sedikit tidak nyaman dengan Adi.

__ADS_1


Lidya tidak dapat berkata-berkata. Betapa terkejutnya Lidya mendengar pengakuan Adi.


Lidya justru menjadi takut. Kemudian Adi pulang meninggalkan Lidya melajukan mobilnya dengan kencang.


__ADS_2