Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Kejutan untuk Frans


__ADS_3

Tidak terasa sudah satu satu minggu Lidya kuliah. Menjelang akhir pekan, Lidya sengaja hanya mengambil kuliah pagi hari supaya bisa langsung pulang ke Jogja.


Pagi yang cerah, membuat Lidya sangat bersemangat hari ini. Hari itu, Lidya berangkat lebih pagi dan seperti biasanya, melewati gymnasium. Lidya melihat pengumuman audisi paduan suara universitas di kampusnya.


Yuk buat kalian yang hobi nyanyi dan punya suara bagus....ikuti audisi anggota paduan suara, besok hari jumat 29 September xxxx di Hall B Gedung Pusat pukul 4 sore. Daftarkan dirimu ke melalui whatsapp 08122xxxxxxx


Lidya yang suka menyanyi dan sudah tergabung menjadi anggota paduan suara di gereja, sangat tertarik dengan audisi ini. Lidya mencatat nomor dan menyimpannya untuk mendaftar mengikuti audisi.


Ehm...aku mau ikut audisi ini. Siapa tahu, aku bisa lolos. Bangga dong pastinya kalau aku bisa tergabung menjadi anggota padus.


Sampai di depan Fakultas Psikologi, banyak mahasiswa yang sedang berkumpul. Lidya penasaran dan melihat dari jauh tapi tidak terlihat apapun. Tak lama Lidya bertemu dengan Rita, yang ikut serta dalam kerumunan mahasiswa itu.


"Hai Rit....ya ampun kemana aja kamu?" Lidya bertanya sambil memeluk Rita.


"Lidya......aku kangen...kita kok ga pernah satu kelas ya...?" Rita senang bisa bertemu Lidya..


Dooooor......dooor.....dooor........


Suara balon yang meletus mengagetkan semua orang dan tampak seorang mahasiswi yang membawa kue ulang tahun diiringi lagu...Happy Birthday To You.....


happy birthday to you.......


happy birthday to you....


happy birthday happy birthday...


happy birthday to Frans........


Frans sejak datang di kampus sudah mendapatkan kejutan dari teman-temannya. Frans diikat di tembok sambil matanya di tutup. Lidya yang melihat sempat bertanya siapa mahasiswi itu kenapa tidak pernah melihatnya sebelumnya. Yupp... mahasiswi cantik itu bernama Christy. Memang bukan dari Fakultas Psikologi, tetapi dari Fakultas Ekonomi yang datang bersama dengan sahabatnya membawa rombongan musik memberikan kejutan untuk Frans. Christy membuka mata Frans dan memberikan kue itu dengan lilin yang masih menyala. Frans kaget bukan karena mendapat kejutan dari Christy tetapi kaget karena melihat Lidya yang berada dikerumunan sedang memperhatikannya. Frans yang mengira pasti Lidya akan berfikir kalau Christy itu adalah kekasihnya.


"Happy Birthday Frans....," ucap Christy memberi salam dan mencium pipi Frans....dan pasti kehebohan terjadi semua yang ada di situ langsung berteriak

__ADS_1


aseeeeekk.......suit......jadian......jadian.......


Lidya lupa kalau pagi ini ada kelas jam 08.00 betapa kagetnya Lidya setelah melihat jam sudah pukul 08.10


"Astaga......Rit, aku duluan. Aku ada kuliah jam 8 pagi ini." Lidya berpamitan dan segera lari karena toleransi keterlambatan 15 menit dan waktu Lidya hanya tinggal 5 menit.


Lidya berlari dan sampailah di ruang 101, kemudian mengetuk pintu segera masuk ke ruang kuliah. Frans yang melihat Lidya berlari sudah ke-ge-er-an.....Frans mengira kalau Lidya marah dengan apa yang dilihatnya tadi. Karena itulah, Lidya memilih berlari meninggalnya halaman fakultas. Frans terbengong sampai tidak mendengar kalau Christy memintanya meniup lilin. Kemudian Christy menepuk pipi Frans.


"Frans.....are you oke? make a wish first.....," kata Christy lembut dengan percaya diri di kelilingi banyak orang yang melihatnya.


Frans kemudian meniup lilin dan berkata,


"Thanks ya.....sory...aku ada kuliah pagi, bisa ya aku jalan duluan?" Frans meminta ijin untuk meninggalkan Christy dan teman-temannya. Semua mahasiswapun bubur kembali ke urusan masing-masing.


*************


Frans menengok ke kanan dan ke kiri, tetapi tidak menemukan sosok Lidya yang sedang dicarinya. Frans semakin penasaran di mana Lidya berada. Ia kemudian melihat Rita dan mendatanginya.


"Eh....kamu temannya Lidya kan?" Frans menepuk pundak Rita. Ritapun kaget lalu menengok ke belakang.


"Sory....siapa namamu? Kamu lihat Lidya ke mana?" Frans basa basi menanyakan nama Rita yang berujung bertanya di mana keberadaan Lidya sekarang.


"Aku Rita.....ohhh Lidya kuliah Mas....tadi buru-buru karena telat." Rita menjawab Frans sambil bersalaman memperkenalkan diri.


"Makasih ya...." Frans menjawab dengan lega karena tadi Frans mengira kalau Lidya marah atau bagaimana tiba-tiba berlari waktu melihat Christy mencium pipinya.


Frans yang bingung tidak tahu Lidya berada di ruang berapa merasa kesal sendiri dan mengumpat sendiri dalam hati....


Bodohnya...kenapa tadi ga tanya sama Rita, itu Lidya kuliah apa dan di ruang mana.......bodoh kamu Frans.....Baiklah, aku coba hubungi dia.


Frans mengeluarkan ponselnya dan segera menuliskan pesan untuk Lidya.

__ADS_1


Lid...kamu kuliah apa hari ini?


Tidak lama, Frans yang salah tingkah kembali mengeluarkan ponselnya dan mengetik lagi pesan untuk Lidya.


Pulang kuliah aku mau traktir kamu makan...hari ini aku ulang tahun....


Di dalam kelas, Lidya tidak memperhatikan ponselnya. Lia memang sengaja menyimpan di dalam tas, tanpa suara. Dua jam berlalu, Lidya keluar dari kelas dan segera pulang ke kos. Lidya tidak mengecek pesan dari Frans. Memang hari ini, Lidya sudah berencana selesai kuliah akan langsung pulang ke Jogja.


Frans yang menunggu Lidya membalas pesannya, semakin gelisah.


Ini kan sudah jam nya kuliah selesai, kok belum dibales juga sih??


Frans menelpon Lidya, namun tidak diangkat. Kemudian mengetik pesan lagi untuk Lidya.


Lid....kamu marah ya? kok ga bales WA ku ya? teleponku juga tidak kamu angkat???


Sampai di kos, Lidya segera ganti baju. Ia membawa tasnya, kemudian berjalan menuju halte bus menunggu datangnya bus jurusan Jogja. Sangat kebetulan sekali, tidak lama bus jurusan Jogja berhenti tepat di halte di mana Lidya sedang menunggu. Lidya segera naik ke dalam bus dan duduk.


Lidya mengambil ponselnya dan menelpon mamanya.


**Lidya : Halo Ma....ini Lidya udah di bus ya....nanti bisa jemput Lidya di terminal?


Mama : Halo Sayang....iya nanti biar papa yang jemput ya...Mama sudah masak sop buntut kesukaanmu....hati-hati ya sayang...God bless you


Lidya : Waaah asekkk makasih ya Ma...udah ga sabar mau makan sop buntut.....Lidya bobo dulu ma...God bless youu too Mama**


Lidya menutup teleponnya. Ia langsung memasukkan ponselnya ke dalam tas, kemudian tidur. Lidya sama sekali tidak mengecek panggilan tak terjawab dari Frans dan beberapa pesan dari Frans.


*******


Di kampus, Frans masih menunggu Lidya. Ia merasa sangat kesal, ia juga bertanya-tanya kenapa Lidya tidak membalas pesannya. Bahkan iapun juga tidak mau mengangkat teleponnya. Muncullah rasa marah dari dalam dirinya. Segala umpatan dan cacian. Ia kemudian pergi menuju tempat parkir dan melajukan motornya.

__ADS_1


Apa benar Lidya marah atau..???


Jangan lupa dukung saya ya....like, komen dan vote dari teman-teman sangat saya harapkan...Terima kasih...


__ADS_2