Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Dukanya Stacy


__ADS_3

Tiga jam berlalu, mama Lia masih belum mendapatkan jawaban dari Stacy. Stacy menghabiskan waktunya hanya untuk menangis. Mama Lia pun bingung, ia semakin penasaran ada apa sebenarnya. Apakah benar Adi sudah menghancurkan masa depannya.


"Stacy...apakah benar Adi melakukan hal yang sangat buruk kepadamu? Kalau memang itu benar, saya akan minta Adi untuk bertanggung jawab."


Stacy hanya menggelengkan kepalanya.


"Maaf Stacy, apakah kamu ada hubungannya dengan Luciana? Apakah dia itu mamamu?"


Stacy semakin menangis mendengar nama Luciana disebut oleh mama Lia.


"Keluarga saya hancur berantakan, Tante."


"Jadi benar kalau Luciana itu mamamu?"


"Bukan...."


***********


Ruang Kerja Wijaya


"Pak Chandra, sepertinya Stacy ada hubungannya dengan musuh Bapak," ucap David memberikan informasi kepada papa Chandra.

__ADS_1


"Jangan lancang David! Saya tidak pernah punya musuh."


"Informasi yang saya dapatkan, Stacy itu salah satu anggota keluarga Wisnu Nugraha."


"Wisnu Nugraha???"


"Betul..."


"Anaknya Wisnu dengan Luciana?"


"Pak Chandra, Luciana sudah lama meninggal. Stacy adalah anak dari Wisnu dan istri keduanya."


"David, saya masih belum paham dengan ancaman Stacy," ucap papa Chandra.


"Di mana Wisnu sekarang? Apa masih di Jakarta?" tanya papa Chandra mengalihkan pertanyaan David.


"Wisnu dan Luciana sudah meninggal. Wisnu meninggal karena serangan jantung dan perusahaannya bangkrut. Tetapi, Wisnu sempat menikah kembali setelah istrinya meninggal.


"David, saya sudah lama tidak pernah bertemu dengan mereka. Saya tidak pernah menganggap Wisnu sebagai musuh saya. Dia adalah sahabat terbaik saya. Luciana menjebak saya, Wisnu marah dan membenci saya. Malam itu, Luci belum pulang. Dia membuatkan teh untuk saya. Setelah minum teh itu, kepala saya sangat pusing. Saya tertidur di sofa. Entah apa yang terjadi, Wisnu tiba-tiba datang dan melihat kami berdua. Luci sudah melepaskan blezernya. Wisnu mengira saya melakukan hal yang tidak terhormat dengan istrinya. Tetapi, Luciana justru bercerita kepada suaminya kalau saya yang mengganggunya."


*********

__ADS_1


Cafe XX


"Papa hampir setiap hari memukul mama. Papa tidak pernah mencintai mama. Papa hanya pelarian menikahi mama. Papa sangat mencintai tante Luci. Cintanya hanya untuk tante Luci, bukan untuk mama saya. Bisnis papa semakin berantakan. Papa tidak fokus menjalankan bisnisnya. Seandainya tante Luci tidak meninggal, mama tidak akan menikah dengan papa. Stacy tidak akan hidup susah seperti ini. Mamaku hidup menderita, dan ini semua karena keluarga Tante." Stacy mulai tidak dapat mengontrol emosinya. Stacy bercerita dengan suara yang keras, sesekali membentak.


"Stacy, ini tidak ada hubunganya dengan kami. Dengarkan Stacy, suami saya dijebak oleh Luci. Saya harus kehilangan bayi dalam kandungan saya. Karena apa? Saya kaget mendengar berita itu. Kandungan saya lemah, tidak bisa bertahan. Wisnu sangat murka, ia mengira kalau suami saya main gila dengan istrinya. Padahal itu cuma jebakan Luci." Mama Lia berusaha menangkan Stacy dan juga dirinya sendiri.


Mama Lia tidak kuasa menahan tangisannya. Tangisnya pun pecah, setelah menceritakan tentang bayi yang dikandungnya meninggal. Tuan Chandra Wijaya seharusnya mempunyai dua anak. Mama Lia kehilangan bayinya, saat kandungannya sudah masuk bulan ketujuh.


"Tante, papaku sering bercerita karena keluarga Tantelah yang membuat bisnis papa hancur. Itulah mengapa Stacy sangat ingin membalas apa yang sudah kalian lakukan," bentak Stacy sambil menunjuk mama Lia dengan wajah sinisnya.


"Papamu adalah sahabat suami saya. Tidak pernah kami menghancurkan bisnis Wisnu. Justru karena ulah Luci, kami akhirnya memutuskan untuk pindah ke kota Semarang. Kami mengalah, bukan berarti kami kalah. Kami ingin hidup tenang."


"Tante.......!" bentak Stacy.


"Tenangkan dirimu, saya harus mengungkap kebenaran ini. Supaya kamu tidak salah paham. Sejak kami pindah ke kota ini, kami tidak pernah berhubungan lagi dengan Wisnu. Kami harus memulai kembali dari bawah. Luci menjebak dan menfitnah kami. Sebelum kejadian itu, Luci sudah mencuri data perusahaan kami. Wisnu benar-benar murka, kemudian ia mengundang semua wartawan media untuk meliput kasus perusahaan Wijaya." Mama Lia bercerita dan berusaha untuk tegar.


"Tante, mamaku adalah sekretaris di perusahaan papa."


"Maksudmu? Apakah kamu anak dari Yesica? Yesica itu mamamu? Betulkah itu?"


"Aku anak dari mama Yesica dan papa Wisnu."

__ADS_1


"Bagaimana bisa Wisnu menikah dengan Yesica?"


__ADS_2