Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Ungkapan Hati Frans


__ADS_3

Melihat situasi ini, Frans mulai berfikir mencari solusi. Lidya yang gelisah tapi tidak tahu bagaimana cara menolak ajakan Adi. Lidya sudah pasrah dan mengiyakan ajakan Adi. Riko semakin bingung dengan apa yang dia lihat. Riko hanya menunduk.


"Tapi....ya....su...." ucap Lidya penuh ragu dan Frans segera memotong pembicaraan Lidya.


"Maaf ya Bro.....sepertinya Lidya keberatan dengan permintaanmu," ucap Frans sopan.


"Hei.....jangan ikut campur urusanku." Adi mulai memanas.


"Aku bukan ikut campur karena ini juga urusanku." Frans mulai terpancing emosi.


"Apa urusanmu? siapa kamu ikut ngatur urusan Lidya?" tanya Adi ketus.


"Lebih baik kita tidak ribut di sini...kita sama-sama tamu kan di kos Lidya?"


"Ga usah ngeles.....kamu itu siapa?" Adi bertanya kasar dengan mata melotot.


"Aku cowoknya Lidya."


Semuapun terkejut termasuk Lidya yang mendengar pengakuan Frans.


"Bangun...kamu mimpi!!!!" bentak Adi.


Frans yang sedari tadi sudah terpancing emosi, kemudian menarik tangan Lidya dan merangkul Lidya dari samping. Lidya terkejut dan menatap Frans dengan tajam.


"Kenapa Beb?" Frans mencoba membuat Adi percaya dengan terus merangkul Lidya.


"Hahahaha....sandiwara apa ini?" Adi justru menertawakan mereka.


"Aku sudah bilang..aku ga mau ribut, tolong jangan ganggu cewekku lagi ya..."


"Wow...takut lho aku diancam....haha....


baiklah sekarang aku kalah. Aku ga percaya kalau kalian pacaran....Karena apa? Karena memang kamu bukan pacar Lidya. Sangat mudah bagiku untuk mencari tahu informasi tentang Lidya ataupun tentang kamu!!" Adi membentak dengan kasar sambil menunjuk jarinya tepat di depan muka Frans.


Lidyapun akhirnya marah mendengar Adi semakin tidak aturan di kosnya.


"Cukuppppppp pulang semuanya...." bentak Lidya dan mengusir Adi, Frans dan Riko.

__ADS_1


"Lid....dengarkan aku dulu...." pinta Frans.


"Kalau kalian semua ga pergi..aku teriak"


Lidya meninggalkan mereka kemudian masuk ke dalam kosnya dan mengunci pintu.


"Puas kamu ya?" tanya Frans sambil melotot.


"Hei.....santailah...ga perlu nantang gitu. Oke kita buktikan siapa yang bisa dapatkan Lidya..." ucap Adi sambil berjalan meninggalkan Frans dan Riko.


"Oke....sportif ya...jangan licik!" kata Frans.


Adi merasa tidak terima dengan ucapan Frans, kemudian membalikkan badannya dan bertanya sinis.


"Apa maksudmu?"


"Aku hanya mengingatkan, kita harus sportif dan tidak main curang," ucap Frans santai.


"Kamu kira aku ini anak kecil? Tenanglah, aku bukan seorang pengecut!!" Adi membentak Frans dengan sangat marah.


Riko hanya terdiam melihat Adi dan Frans yang memang sedang memperebutkan Lidya. Riko yang diam-diam juga menyukai Lidya, hanya berguman dalam hatinya.


***********


Sesampainya di kos, Frans segera menelpon Lidya tetapi tidak diangkat. Frans sudah mengira kalau Lidya pasti marah dengannya. Kemudian Frans mengirim pesan.


Lid...maafkan aku tadi ya. Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya tidak mau Adi mengganggumu.


Lidya kemudian membalas pesan Frans.


Ya mas..maaf aku ga bisa angkat teleponmu. Aku butuh waktu menetralkan keadaan ini.


Membaca pesan Lidya, Frans sedikit kecewa mengapa dia melakukan hal yang sangat bodoh. Frans menyesalinya dan kembali mengirimkan pesan untuk Lidya.


Lid..aku tahu kamu marah, aku menyesal sudah membuat kamu kecewa.


Lidya dengan cepat membalasnya.

__ADS_1


Sudah ya mas....biarkan aku sendiri dulu.


Lidya masih tidak habis pikir kalau Adi bisa senekat itu. Sesungguhnya apa yang dilakukan Frans membuatnya menjadi galau.


Mas Frans...aku ga tau..aku ini marah sama kamu atau seneng kamu ngakuin aku ini cewekmu atau apalah...ga ngerti aku ini...tapi kamu kirim pesan seperti itu...Jadi cuma karena kamu ga mau Adi ganggu aku aja kan? Ahh bingung aku ini. Dari mana juga mas Adi bisa tahu kalau kamu cuma bohongan jadi pacarku.


Lidya kemudian mengambil ponselnya.


**Lidya :Halo Mas....


Frans : Ya Lid, kenapa?


Lidya: Ga tau Mas, aku bingung.


Frans: Bingung kenapa? Katanya tadi butuh waktu ga mau angkat teleponku?


Lidya : Ya sudah ya Mas...bye...**


Frans merasa aneh dengan Lidya. Frans keluar dari kamar kosnya. Frans mengambil motor kemudian melajukan motornya menuju kos Lidya. Sampai di depan kos Lidya, Frans menelpon Lidya.


**Frans: Lid...aku di depan kosmu, bisa ngobrol sebentar.


Lidya : Hah? inikan udah ngobrol.


Frans: Ayolah, tolong keluar sebentar.**


Lidya membukakan pagar dan mempersilahkan Frans masuk.


"Kenapa Mas?"


"Lid...aku mau jujur sama kamu, aku... ehm.. aku...." Frans gelisah mengungkapkan isi hatinya.


"Kamu kenapa, Mas?" Lidya semakin penasaran sambil memainkan bajunya.


"Lid.. aku suka sama kamu, tapi...."


"Tapi apa Mas....?"

__ADS_1


Frans memberanikan dirinya untuk mengungkapkan perasaanya. Frans tidak mau kalau Adi mengganggu Lidya. Namun sebenarnya, Frans juga khawatir kalau Adi yang mendapatkan Lidya terlebih dahulu. Frans ingin supaya Lidya mengetahui isi hatinya dan segala kegalauannya. Frans juga menceritakan masa lalunya, cita-citanya dan tekatnya untuk membuktikan kepada orangtuanya kalau Frans juga bisa membanggakan. Lidya sangat antusias mendengarkan cerita Frans.


"Lid....maukah kamu menungguku?"


__ADS_2