
Christy biasanya sangat cuek, kali ini menggunakan perasaannya. Ia terluka dengan sikap Frans yang ketus dan dingin.
"Kamu tega Frans....aku benci sama kamu. Kamu angkuh, aku tidak akan merendahkan harga diriku hanya untuk mengejarmu."
"Aku sudah ingatkan kamu, jangan lagi mengejarku. Aku tidak mau kalau kamu kecewa. Baguslah kalau kamu membenciku, aku sengaja melakukan ini supaya kamu tidak lagi mendekatiku. Sudah ada wanita yang menungguku," ucap Frans.
"Apa itu spesial?" tanya Christy.
"Lebih dari spesial...dia sangat istimewa. Aku tidak pernah bertemu dengan wanita seperti dia sebelumnya," jawab Frans.
"Dia cantik? Lebih cantik dari aku?"
"Cantik itu relatif," ucap Frans singkat.
"Mengapa kamu bisa menyukainya?" tanya Christy lagi, ia sangat penasaran.
"Aku pun tidak tahu, karena itulah cinta. Cinta bukanlah sesuatu yang bisa dikatakan. Aku menyukainya bukan karena ada apanya dengan dia. Tetapi karena dia apa adanya..."
Christy melihat sorotan mata Frans sangat bermakna menceritakan wanita yang ia sayangi. Christy tidak bisa berkata apapun.
"Baiklah...walaupun hatiku hancur Frans, tetapi kalau kamu bahagia aku bisa menerimanya. Memang cinta tidak harus memiliki." Christy sudah berkaca-kaca. Ia tidak bisa menahan air matanya.
Edward melipat tangannya di dada, ia memperhatikan adiknya dan Christy sedang bicara hal serius. Ia hanya menggelengkan kepalanya. Edward kemudian memilih untuk masuk ke dalam kamar.
"Terima kasih, kamu sudah mewarnai kehidupanku. Aku belajar banyak hal darimu. Maafkan aku..." Frans tersenyum menatap Christy.
Chrsty tiba-tiba pergi meninggalkan Frans. Ia berlari keluar. Frans mengejar Christy, bagaimanapun mereka pernah dekat. Frans juga tidak tega membiarkan Christy pergi begitu saja. Frans menarik tangan Christy dan berusaha mengajaknya kembali. Ia ingat kalau Edward memintanya untuk mengantarkan Christy pulang. Ia tidak mau mendapatkan masalah. Apa lagi Frans akan tinggal di rumah abangnya cukup lama.
"Lepaskan aku, biarkan aku pergi Frans. Aku tidak akan mengganggumu. Aku bisa pulang sendiri. Sampaikan salamku untuk bang Edward. Besok aku akan pulang ke Medan," ucap Christy.
Tak lama, mobil online datang menjemput Christy. Frans melepaskan tangan Christy dan membiarkannya pergi. Christy masuk ke dalam mobil tanpa memperhatikan Frans. Pandangan Frans terus tertuju pada mobil online tersebut, sampai mobil tersebut melaju meninggalkan Frans. Frans kemudian kembali masuk ke dalam rumah Edward. Tampak Edward sudah menunggu di ruang tamu.
"Sudah puas kamu Dik?" tanya Edward ketus.
__ADS_1
Frans hanya terdiam. Ia tidak menjawab pertanyan Edward. Ia menundukkan kepalanya. Frans tidak mengira kalau akan berakhir seperti ini. Namun Frans harus tega melakukannya. Ia tidak ingin melihat Christy semakin terluka.
"Bang, aku permisi mau mandi." Frans pamit meninggalkan Edward.
*****
Sementara itu, Adi sedang berkumpul bersama orang tuanya. Mereka membahas masalah serius. Papa Chandra menjelaskan kepada Adi masalah keluarga yang Adi tidak ketahui. Tanpa orang tuanya tahu, Adi sudah banyak mendapat informasi dari Rey sahabatnya.
"Lalu apa rencana Papa?" tanya Adi.
"Papa tidak mengira kalau Stacy anak dari sahabat Papa," ucap Chandra.
"Adi, sebenarnya kalau papamu tahu dari awal siapa Stacy. Papa bermaksud menjodohkanmu dengan...." Mama belum selesai berbicara, tetapi sudah dipotong oleh Adi.
"Tidak....Adi tidak mau, Mama tahu kan kalau Adi suka dengan Lidya. Adi akan serius mengejar Lidya."
"Papa tahu, Papa akan bertemu dengan Stacy dan mamanya. Papa akan jelaskan apa yang terjadi sebenarnya," ujar papa Chandra.
"Mamanya tidak di sini, Adi belum pernah bertemu mamanya."
"Adi...mama bisa minta tolong?"
"Apa itu Ma?" Adi balik bertanya kepada mamanya.
"Adi, tolong bersikaplah yang baik kepada Stacy. Maksud Mama, jangan kasar. Bersikaplah sewajarnya jangan terlalu berlebihan, mama tahu kamu sudah tidak menyukai Stacy. Mama kasian melihat Stacy. Mama hanya berusaha memahami dan mengerti perasaan Stacy. Tidak salahnya kan kalau kita berbuat baik. Apalagi Stacy pernah mengisi hari-harimu." Mama nasihat kepada Adi.
"Adi coba Ma, Adi harap Mama juga bisa memahami perasaan Adi saat ini," ucap Adi kemudian meninggalkan orang tuanya.
"Adi....kamu mau ke mana? Kita belum selesai berbicara," panggil papa.
"Adi ada keperluan....."
"Itu Ma...lihat anakmu," kata papa kesal.
__ADS_1
"Sudahlah Pa, biarkan saja. Kita harus bergerak cepat. Apakah Papa mau kalau Mama menemui Stacy lagi?" tanya mama.
"Ehm..tunggu kabar dari David, kita akan ke Jakarta. Papa juga ada keperluan di sana. Mama ikut menemani Papa. Papa sudah tidak sabar menyelesaikan masalah ini. Papa masih tidak mengira kalau Stacy anak Wisnu dengan Yesica."
"Mama juga sama Pa, Mama berharap Yesica mau menerima kedatangan kita. Semoga masalah ini cepat selesai ya Pa," kata mama Lia, sambil bersandar di bahu suaminya.
Keduanya melanjutkan bercengkrama. Pasangan ini tampak semakin harmonis di usianya yang mulai berumur. Mereka kemudian mengingat masa sulit yang sudah berhasil dilewatinya.
"Terima kasih Mama, Mama memang sangat sabar dan pengertian. Mama sudah mendampingi Papa di masa sulit sampai kita berhasil melewati bersama," ucap Chandra lalu mencium kening istrinya.
"Mama bangga menjadi istri Papa. Mama akan terus mendampingi Papa sampai kapanpun. Kalau kita bisa melewati masa itu, percayalah Pa...kita pasti juga bisa melewati masalah ini," ucap mama dengan manja memeluk suaminya.
Melihat kedua orang tuanya sedang bermesraan. Adi berguman dalam hatinya.
Adi....sudah saatnya kamu berubah. Ya bener bangat, aku harus berubah...setidaknya bisa membuat mereka bahagia. Aku memang anak yang tidak bisa dibanggakan. Mama dan papa bisa seperti ini karena mereka berjuang. Betul kata mama, kalau bukan aku sendiri siapa yang bisa menentukan masa depanku. Malunya aku, hanya bisa membuat mereka susah.
Adi kemudian pergi, ia menuju suatu tempat.
Adi memarkirkan mobilnya, ia menunggu seseorang. Tak lama Adi menyalakan lampu mobilnya, memberi tanda keberadaan ia di dalam mobil. Adi melihat orang yang ditunggu berjalan menghampirinya, ia lalu membuka kaca jendela mobilnya.
"Masuklah...aku ingin berbicara denganmu," ucap Adi mempersilahkan masuk.
"Mengapa kamu ingin bertemu denganku?"
"Duduklah, nanti kamu akan tahu," ucap Adi.
Adi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Suasana hening, tidak ada yang berbicara. Adi fokus menyetir. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di sebuah cafe.
"Ayo....." ajak Adi.
Adi berjalan dengan langkah kaki yang cepat meninggalkan seseorang yang diajaknya. Ia kemudian duduk memesan secangkir kopi vietnam.
"Adi..apa maumu? Aku tidak punya banyak waktu untukmu."
__ADS_1
*****
Mohon dukungannya ya..like, vote, rate 5, dan komen. Terima kasih.😍