Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Lidya Gelisah


__ADS_3

Kehadiran Adi membuat Lidya kurang bersimpati dengannya. Lidya justru merasa takut dengan pengakuan Adi yang menyukainya. Setelah mandi dan berganti piyama, Lidya merebakan badannya untuk beristirahat. Saat mau memejamkan matanya...drettt...drettt...drett


Ponsel Lidya bergetar tanda ada telepon masuk, Lidya tidak mengangkat karena panggilan yang tidak ia kenal. Kemudian meletakkannya kembali di meja.


dret.....


Tanda ada pesan masuk dari ponselnya.


Malam Lidya....ini Adi, bisa telepon sebentar.


Ahhh ngapain sih orang ini, aduh mana sudah aku buka lagi pesannya...pasti dia tahu kalau aku sudah baca pesan ini.


Maaf mas, saya capek..saya tidur dulu ya...


Adi merasa kesal dan jengkel sekali dengan balasan pesan dari Lidya. Berguman dalam hatinya sambil menggerutu.


Lidya..Lidya .....kamu belum tahu siapa aku. Liat aja nanti, aku pasti bisa dapetin kamu...kamu belum tahu siapa Adi. Tidak ada yang bisa menghalangi keinginanku, semua yang aku inginkan harus aku dapetin....tunggu yang sayangku.....Lidya cantik....hanya aku yang pantes dapetin kamu...silahkan yang lain minggir..hahahah....


Esok harinya Frans menelpon Lidya pagi-pagi.


** Frans : Halo Lid...sudah bangun?


Lidya: Kalau aku belum bangun ya ga bisa Mas angkat teleponmu....


Frans: Hahaha kirain ini masih belum sadar.


Lidya: Sadar Mas....

__ADS_1


Frans: Aku cuma mau tanya gimana kemarin mama sama papamu marah ga?


Lidya: Enggak kok Mas...cuma kuatir aja, tapi kemarin mas Frans udah jelasin jadi ya sedikit tenanglah.


Frans: Cuma sedikit ya?


Lidya: Iya mas...dikit banget.**


Mereka berdua ngobrol dari hal yang penting ke hal yang ga penting hanya sekedar mencari bahan obrolan saja. Lidya juga menceritakan kalau Adi tadi malam datang ke kos dan mengatakan sesuatu yang membuat Lidya gelisah.


**Frans: Trus...kamu bilang gimana Lid?


Lidya: Ya aku bingung Mas...ga bisa jawab, kenal aja enggak lho mas...kok nakutin ya.


Frans: Lid...ehm....gimana ya...


Lidya: Kenapa Mas? kok gimana? lha gimana lho? jadi bingung aku.


Lidya: Lha itu bener Mas, semalem dia juga telepon tapi aku ga angkat soalnya nomor tak dikenal, trus kirim pesen eh aku pas buka lagi jadi ya aku bales aja kalau aku ini capek banget mau tidur.


Frans: Ya begitulah...maaf ya bukan mau nakutin atau gimana-gimana sih, kalau bisa nolaknya yang halus ya. Adi temperamen....


Lidya: Aduh Mas...kok aku jadi serem, Mas ngomong kaya gitu. Aneh banget lho... dia kok bisa tahu kosku trus nomor ponselku.


Frans: Dia orang penting, teman-teman males kau berurusan sama dia. Mata-matanya banyak, sudah pasti gampang banget kalau cuma cari kos sama nomor kamu.


Lidya: Horor Mas....gimana ini, kamu kenal mas sama dia?

__ADS_1


Frans: Kenal sih ga ya...kalau tahu sudah pasti, siapa yang ga kenal sama Adi. Aku bukan orang yang suka ngurusin urusan orang, sejauh ini aku ga pernah bersinggungan sama dia. Kalau sekali aja aku ini disenggol ya sudah pasti aku lawan. Aku ga takut sama dia.


Lidya: Mas..jangan gitu dong. Ya mudah-mudahan kita ga berurusan sama orang seperti itu Mas.**


Mendengar cerita Frans, Lidya semakin gelisah dan kuatir. Lidya tidak tahu apa maunya Adi. Mencoba tetap tenang tapi kekuatirannya semakin menjadi.


tok...tok...tok


**Lidya: Mas, maaf ya ini ada yang ketok kamarku.


Frans: Tu kan...diomongi orangnya dateng kan..heheh udah sana temuin dulu.


Lidya menutup telepon dan membuka pintu kamarnya.


"Iya ibu, ada apa ya?" tanya Lidya kepada ibu kos yang mengetuk pintu kamarnya.


"Mbak...itu ada tamu di luar, Ibu sudah minta masuk di teras," kata ibu kos.


"Siapa ya Bu?" tanya Lidya penasaran.


"Ibu tidak tahu Mbak, Ibu ga kenal," Kata ibu kos kemudian keluar meninggalkan Lidya.


Siapa sih pagi-pagi gini..ah tadi kenapa ga tanya ibu ya cowok apa cewek.


Lidya mencuci mukanya terlebih dahulu, gosok gigi, merapikan rambut dan ganti baju. Saat mau keluar, Lidya merasa takut mau menemui seseorang yang mencarinya.


********

__ADS_1


Frans mengira, sudah pasti Adi yang datang ke kos Lidya. Franspun juga merasa gelisah kalau ternyata Adi bergerak dengan cepat. Ada perasaan kuatir kalau Lidya juga akan menyukai Adi.


Sial...Adi cepet banget geraknya. Ehm aku harus pikir cara ini. Kenapa aku jadi begini ya, aku kok ga rela ya kalau Adi dapetin Lidya. Huft....masak iya aku cemburu? Aku suka Lid sama kamu, tapi.....


__ADS_2