
"Mas Frans...kenapa di sini?" Lidya terbangun dan terkejut melihat Frans yang sedang duduk di sampingnya sambil menggenggam tangannya. Kemudian Lidya melepaskan tangan Frans dan berusaha untuk bangun.
"Sory Lid, eh kamu tiduran aja jangan bangun dulu." Frans berdiri dan meminta Lidya untuk kembali tiduran.
"Mas, kenapa di sini? Ga kuliah?" Lidya mengulang pertanyaannya.
"Oh..iya..aku....." Frans tidak melanjutkan ucapannya dan tak lama dokterpun datang.
"Gimana kabarnya? Apa perutnya masih sakit? Saya periksa dulu ya, maaf Mas bisa keluar sebentar ya," kata dokter meminta Frans keluar dan memeriksa Lidya.
Frans keluar dan duduk menunggu Lidya diperiksa, sambil mengeluarkan ponselnya.
Tak lama ponselnya berdering.
kring....kring.....kring.....
** Christy : Hallo Frans...kamu di mana? aku tadi lihat kamu buru-buru naik motor, kamu tidak kuliah?
Frans : Tadi pagi sudah tapi sekarang skip...
__ADS_1
Christy: Lho..kenapa? kamu di mana Frans?
Frans: Aku...aku...sory ya, nanti aku telepon balik ya..sory aku masih ada perlu **
Frans segera mengakhiri telepon dari Christy, karena melihat dokter dan perawat keluar dari ruang di mana Lidya dirawat. Frans masuk dan duduk kembali di sebelah Lidya. Lidya menatap tajam Frans dan membuat Frans merasa tidak enak dan berprasangka kalau Lidya tidak menyukai keberadaanya di sini.
"Lid...maaf ya, kalau kamu keberatan aku di sini, aku pamit pulang dulu ya.." Frans berdiri dan keluar, tetapi Lidya kemudian berkata...
"Mas Frans, aku kan tidak mengusirmu..
kenapa kamu pergi? " tanya Lidya memanggil Frans dan merasa heran melihat Frans tiba-tiba pergi meninggalkannya.
Keduanya terdiam dan saling memandang. Kemudian Frans mulai mencairkan suasana
Perawat masuk dan melepaskan jarum dan selang infus Lidya, kemudian berkata....
"Mbak sudah boleh pulang ya...nanti bisa diambil obatnya di apotek, untuk sementara hindari makan pedas dulu dan jangan lupa banyak minum air putih. Kalau masih ada keluhan bisa datang lagi ke sini" Perawat kemudian meninggalkan ruangan itu.
Frans dan Lidya berkata kompak mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
" Makasih ya Sus...."
Kos Lidya
Frans membantu Lidya berdiri dan mengantri mengambil obat di apotek. Lidya duduk dan menelpon mamanya memberitahu kalau Lidya sudah bisa pulang. Setelah semuanya beres, Frans mengantar Lidya pulang ke kosnya. Frans mengajak Lidya untuk membeli makan terlebih dahulu, namun Lidya menolaknya.
"Mas, aku mau dibungkus aja makananya," pinta Lidya kepada Frans.
"Oke...apakah aku boleh makan di kosmu?" tanya Frans ingin menemani Lidya makan di kosnya.
"Iya..," jawab Lidya singkat, sambil menganggukkan kepalanya tanda menyetujui permintaan Frans.
Setelah membungkus makanan, mereka pergi meninggalkan warung menuju kos Lidya.
Sampai di kos, Lidya mempersilahkan Frans untuk masuk dan duduk di teras. Lidya mengambil minuman dan menyiapkan piring untuk mereka makan. Kos Lidya termasuk ketat, teman laki-laki dilarang masuk ke dalam kos dan hanya boleh duduk di teras depan. Frans yang menunggu Lidya, kemudian berdiri memperhatikan sudut taman yang berada di samping teras. Tak lama Lidyapun keluar.
"Mas....ini minumnya, ayo kita makan!" Lidya mengajak Frans makan dan meletakkan bungkusan nasi di atas piring dan memberikan sendok kepada Frans.
"Makasih ya...." Frans makan dan sesekali mencuri pandangan ke arah Lidya.
__ADS_1
Suasana hening, keduanya menikmati makanannya. Setelah selesai makan, Frans membereskan bungkusan nasi dan akan membuang ke dalam sampah. Tak sengaja Frans memegang tangan Lidya dan saling memandang.
" Maaf Lid.....aku tidak sengaja...."