
Setelah selesai makan, Riko mengantarkan Lidya pulang ke kosnya. Riko langsung berpamitan, dan tak lama pintu pagar kos pun di gembok. Itu tandanya sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Lidya bergegas menyiapkan keperluan besok dan segera tidur.
Esok harinya, Lidya terbangun mendengar suara hujan yang sangat lebat. Lidya mengambil ponselnya, melihat jam baru pukul 04.00 WIB. Ia kemudian membuka beberapa pesan yang terabaikan dan membacanya satu per satu. Lidya tertawa saat membaca komentar teman-temannya di group, ketika Bayu menshare foto mereka berdua. Ternyata foto profile Lidya bersama dengan Bayu juga banyak dikomentari netizen.
Lidya membaca salah satu pesan yang membuatnya kembali terdiam.
**Lid, aku minta maaf ya...aku sudah kepo dan buat kamu marah, sekali lagi aku minta maafπππππ
Aku tahu kamu pasti marah, tolong balas ya
Selamat hari minggu Lidya, berharap kamu sudah tidak marah dan mau membalasnya
Hai....jam berapa kamu pulang dari Jogja?
__ADS_1
Sore Lid, apa kamu sudah sampai sampai Semarang**?
Sepertinya kamu masih marah ya? tolong donk balas, aku dari tadi mau telepon tapi takut kamu masih marahππππππ**
Begitulah pesan dari Frans yang baru sempat dibacanya. Lidya teringat ketika menelpon Frans dan marah-marah. Lidya merasa aneh dengan sikap Frans kepadanya.
Kok aneh banget ya mas Frans ini, apa sih maunya? kan emang kamu sendiri yang buat aku marah...makhluk yang paling aneh
Sambil berguman dalam hati, Lidya membalas pesan dari Frans. Lidya mengetik dan menghapusnya kembali. Kemudian mengetik kembali, Lidya ragu-ragu mau membalas apa. Sambil melirik jam di ponselnya, Lidya ingat kalau belum berdoa pagi ini. Lidya segera meletakkan ponselnya, Lidya mengambil waktu paginya untuk berdoa. Tanpa disadari, pesan yang belum selesai diketik itu terkirim.
Frans yang sudah bangun dan sedang bermain dengan ponselnya, melihat ada pesan masuk dari Lidya.
Ya aku...apa? kok ga dilanjutin?π€
__ADS_1
Ya aku sudah tdk marah ya maksudnya? π
Frans kembali menunggu balasan dari Lidya. Frans sangat penasaran dengan pesan Lidya yang terpotong. Namun, Lidya tidak membalasnya. Seperti biasa Lidya melupakan ponselnya, karena selesai berdoa tadi Lidya langsung mandi dan bersiap berangkat kuliah.
Frans yang ingat hari ini ada kuliah pagi, segera meletakkan ponselnya dan segera mandi. Sebelum berangkat ke kampus, Frans mampir ke warkop membeli kopi dan sarapan mie instan. Frans makan sambil mengecek ponselnya, berharap ada balasan pesan dari Lidya. Memang Frans sedang menunggu pesan penting itu.
Lidya sudah sampai di kampus terlebih dahulu, Lidya kemudian memilih tempat duduk di tengah. Tak lama, Lidya merasakan perutnya sakit. Kemudian, keluar mencari toilet. Frans yang baru datang, melewati ruang kuliah Lidya. Frans menengok dan mencari sosok Lidya berada, namun tidak menemukannya. Frans berjalan dan masuk ke ruangannya yang berada tepat di sebelah ruang kuliah Lidya.
Saat Frans duduk, Frans melihat Lidya sedang berjalan dari arah toilet. Frans mau keluar, tapi dosen sudah datang dan kuliah segera dimulai. Frans mau meminta ijin ke toilet, tapi pikirnya percuma juga pasti Lidya sudah masuk ke ruangannya.
Lidya sakit perut, beberapa kali ijin ke toilet dan dosenpun bertanya.
"Apa kamu sakit?" tanya Ibu Lany kepadanya.
__ADS_1
"Maaf Bu, saya sakit perut," jawabnya jujur.
"Kalau sakit, lebih baik kamu pulang istirahat. Saya juga terganggu kamu bolak-balik ijin ke toilet," kata Ibu Lany meminta Lidya untuk pulang.