Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Alasan Frans


__ADS_3

Seru ya membaca komentar teman-teman, mohon maaf kalau cerita ini masih jauh dari sempurna. Saya masih banyak belajar untuk menulis lebih rapi lagi. Mohon bersabar kalau ceritanya tidak sesuai harapan, adakalanya perlu untuk memancing emosi pembaca. Tetap terus dukung dengan like, komen, vote dan rating bintang 5 ya....terima kasih.


🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂


Lidya memberanikan dirinya untuk keluar, seorang pria duduk di teras menghadap ke taman membelakangi Lidya yang sedang berjalan menghampirinya. Lidya masih sangat penasaran siapa tamunya pagi ini.


"Hai......siapa ya?" tanya Lidya.


Pria itu kemudian berdiri dan membalikkan badannya menyapa Lidya.


"Hai Lid....sory banget pagi-pagi ke sini."


"Astaga kamu Rik....bikin jantungku copot."


"Lho kenapa Lid? jangan copot dulu ya....aku mau cerita sesuatu, kamu boleh marah sama aku tapi tolong jantungnya dikondisikan jangan copot di depanku ya...." kata Riko panik tapi masih bisa bergurau.


"Apa sih?? duduk dulu deh...bentar aku tarik nafasku biar bisa menerima kenyataan," ucap Lidya penasaran.


"Jadi gini Lid, duh aku minta maaf banget sebelumnya. Kemarin itu kan aku sore-sore ketemu teman, nah dia ini nanyain macem-macem. Initinya cari tahu tentang kamu Lid. Akirnya aku kasih no Hp kamu trus aku juga kasih tahu kosmu di mana." Riko menjelaskan kejadian kemarin dengan menatap wajah Lidya penuh kekuatiran. Riko sudah pasrah menerima resiko jika Lidya marah kepadanya.


"Mas Adi ya?" Lidya menebak kecurigaannya.


"Adi siapa ya? Aku ga kenal kalau Adi, ini temanku namanya Novan yang kos di depan rumah nenek."


"Oh jadi kamu yang kasih tahu." Lidya berkata sambil memalingkan wajah lalu melamun.


Kok sampe segitu ya mas Adi ini, apa maunya...trus kalau aku ga suka?


"Lid....Lid...Lidya....." Riko memanggil.


"Oh sory Rik...."

__ADS_1


"Kamu kenapa? kok melamun."


"Tidak....gak apa-apa."


"Maaf ya...kamu pasti marah. Makanya aku mau jelaskan sama kamu. Kemarin mau telepon tapi takut nanti salah paham."


"Oke makasih Rik, aku ga marah kok. Cuma kesel aja....ehm tapi bukan kesel sama kamu," ucap Lidya sambil terus berfikir.


Kos Frans


Tapi.......Aku sudah berjanji dengan diriku sendiri. Kalau aku akan selesaikan skripsiku. Aku harus tunjukkan ke orangtuaku. Aku ini bisa dibanggakan. Aku tidak mau diremehkan dan dibandingkan terus**.


Tiga tahun lalu, Frans menjalin hubungan dengan Christy. Frans sudah menganggap hubungannya serius, namun Christy justru mengkhianatinya. Sejak saat itulah, Frans tidak mau serius jika berhubungan dengan lawan jenis. Frans mendekati mahasiswa baru tetapi tidak ada yang dipacarinya.


Hal itu membuat orangtuanya menilai, kalau Frans kuliah hanya main-main saja. Apalagi papanya sudah beranggapan kalau Frans pasti tidak akan lulus tepat waktu. Sangatlah berbeda dengan abangnya, yang selalu dibanggakan oleh orangtuanya.


Penilaian orangtuanya ini justru membuatnya termotivasi. Frans ingin membuktikan kalau dirinya juga bisa lulus tepat waktu. Punya masa depan yang lebih baik. Impiannya adalah akan mengenalkan pendamping wisudanya nanti kepada orangtaunya.


Frans mengambil motornya dan melaju dengan kecepatan tinggi menuju kos Lidya.


Kos Lidya


"Lho...Mas Frans...." sapa Lidya.


"Ohh maaf Bang, saya ke sini cuma kasih tahu Lidya. Urusan saya sudah selesai, saya permisi pulang dulu." Riko mengetahui kalau Frans mendekati Lidya. Ia merasa tidak enak kalau Frans berprasangka jelek kepadanya.


"Kenapa saya datang kamu trus pulang?" tanya Frans heran dengan tatapan sinis.


"Mas...bener katamu...." ucap Lidya.


"Bener apanya?" tanya Frans bingung.

__ADS_1


"Mas Adi....cari tahu lewat temannya Riko."


"Maksudnya gimana ya?"


Mereka duduk bertiga di teras depan. Lidya kemudian menceritakan kepada Frans. Riko juga membenarkan apa yang diceritakan Lidya kepada Frans. Saat mereka sedang asik ngobrol, ada mobil yang berhenti di depan kos Lidya.


"Wah....asik ya...boleh ya aku gabung? Kayanya seru banget lho kalian ngobrol sambil tertawa sampai tidak tahu kalau aku ada di sini," kata Adi yang sudah memperhatikan mereka tertawa dari dalam mobilnya.


"Oh...kenapa ya Mas?" tanya Lidya yang merasa aneh dengan kedatangan Adi.


"Kok kenapa sih? ga boleh ya kalau aku datang ke kosmu?" tanya Adi ambil tertawa dengan sombongnya memasukkan kedua tangannya di saku celana.


"Bukan tidak boleh, Kalau bertamu bisa ya agak sopan?" Lidya menjawab ketus.


"Wow....jadi aku ga sopan ya?" tanya Adi sedikit marah.


Frans dan Riko terus memperhatikan perdebatan Lidya dan Frans.


"Lidya....aku mau ajak kamu makan siang boleh ya?"


"Maaf Mas, aku tidak bisa...aku sudah ada janji dengan mereka berdua." Lidya menunjuk Frans dan Lidya sambil memberikan kode.


Melihat hal itu, Frans dan Riko kompak menjawab bersama.


"Iya......"


"Kalau begitu, kita makan saja berempat...bagaimana? Ide yang bagus kan?"


Mendengar hal itu, Lidya tidak siap harus menolak ajakan Adi.


" Tapi....." Lidya bingung mau menjawab apa.

__ADS_1


"Ayolah Lid! Tidak ada alasan kamu menolak kan? Apa kamu takut sama aku?"


__ADS_2