Ada Cinta Di Kampus

Ada Cinta Di Kampus
Flashback


__ADS_3

Hai...kemarin saya sudah pamit kalau updatenya agak lama. Ternyata, justru saya yang tidak sabar mau cepet melanjutkan cerita ini Tetap dukung ya....vote, like, komen dan rating bintang lima. Mohon doanya, novel ini masuk seleksi lomba versi Happy Teen.


**********


Setelah perbincangan serius, kedua orangtua Adi naik ke atas menuju kamarnya untuk istirahat. Adi melirik ponselnya, dilihatnya jam sudah pukul 23:50 WIB. Adi berdiri dan berjalan menuju kolam renang. Adi duduk di tepi kolam, memasukkan kedua kakinya dan bermain air sambil terus memikirkan sesuatu.


Adi sangat marah dengan ulah Stacy. Adi mencoba mengingat kejadian di vila waktu itu. Di ambilnya ponsel dari saku celananya.


**Adi : Bro....belum tidur?


Rey : Kenapa Di? udah tidur sih tadi..


Adi : Aku ada masalah, huft....


Rey : Masalah apa?


Adi : Stacy....Setan betina..


Adi menceritakan apa yang telah terjadi....


Rey : Kamu yakin itu Di?


Adi : Tolong ya Rey, bantu aku. Ini menyangkut ancaman keluargaku.**


*************


Vila Valencia


Siang itu, Adi mengantarkan Stacy pergi ke suatu tempat. Stacy ada pekerjaan di salah satu Vila untuk launching produk barunya. Adi hanya akan mengantarkan Stacy saja, tetapi Stacy merengek dan memaksa Adi untuk ikut bersamanya.


"Ayolah Sayang, temani aku. Taufik ulangtahun dan mau merayakan bersama kita," ucap Stacy.


Malam hari, setelah acara launching produk selesai. Stacy dan teman-temannya mengadakan pesta di vila itu. Lantunan musik dan lampu disko mengiringi mereka untuk bergoyang bersama. Adi pamit ke luar untuk ke toilet. Di saat Adi tidak berada bersama mereka, Stacy merencanakan sesuatu.


"Kali ini kita ga boleh gagal ya Guys," ucap Stacy.


"Siap...semua aman, cuss kita segera lakukan." Taufik membuat rencana untuk Adi.

__ADS_1


"Guys....Adi datang, " kata Dinda memberikan kode.


"Oke every body.....come on join with me! Kita mau ada games ya dan semua wajib ikut." Taufik mengajak semua yang ada mengikuti games dan membuat peraturan.


"Ngerti ya Guys, yang kalah harus minum satu gelas," ucap Taufik sambil mengangkat gelasnya.


Adi yang tidak tertarik, mencoba untuk keluar meninggalkan acara tersebut. Stacy terus menggoda dan merayunya.


"Sayang...mau ke mana?" tanya Stacy sambil memeluk Adi dan mencium pipi Adi.


"Aku ga suka acara ini," kata Adi acuh.


Stacy menarik tangan Adi dan merakapun berhadapan. Stacy mendekatkan badannya, mencium bibir Adi. Adi tidak membalas ciuman Stacy. Stacy semakin ganas, merangkulkan tangannya melingkar di leher Adi. Mencium Adi dengan liarnya. Adi yang tidak menyukai situasi ini melepaskan ciumannya dan kembali masuk mengikuti acara.


Stacy terus merangkul Adi dan memberikan kode kepada teman-temannya. Adi diminta duduk mengikuti permainan mereka.


Adi sengaja dibuat kalah bermain kartu dan minum beberpa gelas alkohol.


"Cukup....aku sudah tidak sanggup, kepalaku pusing." Adi menolak untuk minum alkohol dan melemparkan gelas ke lantai.


"Satu gelas ini saja Sayangku...malam ini kamu menjadi miliku" ucap Stacy.


"Selamat bersenang-senang...heheh..." Taufik menggoda Stacy dan keluar meninggalkan mereka berdua.


"Malam ini kamu miliku Sayang..."


"Aduuh kepalaku pusing sekali, Stacy...ciumlah aku...Apakah kau mau tidur denganku?" Adi sudah tidak sadarkan diri. Adi mabuk dan reaksi obat yang diminumnya membuat Adi lupa diri.


Stacy membuka kaos dan celana Adi. Adi yang tinggal memakai celana boxernya sudah tidak sadarkan diri.


"Aku tidak pernah mencintaimu Adi, tapi selamanya kamu harus menjadi miliku. Aku tidak mau wanita lain merebutmu dariku."


Stacy kemudian tidur di samping Adi. Stacy masih menggunakan pakaiannya dengan lengkap. Stacy tidak melakukan apapun. Stacy juga takut kalau dirinya hamil. Stacy tidak mau merusak dirinya sendiri. Stacy melakukannya hanya untuk menjebak Adi supaya Adi tidak akan pernah meninggalkannya. Stacy kemudian mengambil ponselnya dan mengambil foto dalam posisi tidur bersama Adi.


Keesokan harinya, Adi terbangun. Adi sangat kaget melihatnya hanya memakai celana boxer. Adi melihat Stacy tidur di sampingnya sambil memegang ponselnya. Diam-diam, Adi membuka ponselnya dan kaget melihat foto-fotonya. Adi langsung menghapus semua foto yang sengaja diambil oleh Stacy.


"Kamu sudah bangun Aayang?"

__ADS_1


"Stacy, apa yang kamu lakukan??? kamu menjebak aku?" Bentak Adi sangat marah.


"Tidak Aayang....kamu mabuk, kamu yang memaksa aku untuk menemanimu tidur."


"Kamu bohong.....kamu sengaja kan?" Adi sangat marah dan menarik rambut Stacy dengan kasar.


"Aku tahu kamu menjebak aku....!"


"Jawab...atau aku patahkan lebermu! Adi mencekik leher Stacy dan membuat Stacy kesulitan bernafas.


"Le...paskan Adi"


"Aku tidak akan melepaskanmu..."


"To...long...Aku mo..hon."


Adi melihat Stacy sudah kesulitan bernapas. Ia kemudian melepaskan leher Stacy.


"Aku laporkan kamu ke polisi, kamu menjebak aku," ucap Adi marah.


"Jangan Sayang...tolong, ini tidak terjadi apa-apa. Adi percayalah padaku," ucap Stacy memohon.


"Kamu sengaja supaya aku bertanggung jawab atas perbuatanmu sendiri!!!!!" Adi membentak dengan keras.


"Sudah kita putus....."


"Jangan Adi, aku mohon...berikan aku kesempatan satu kali lagi. Tolonglah, biarkan aku tetap bersamamu. Aku hanya menuruti kemauan teman-temanku." Stacy mencoba memberikan penjelasan dan terus memohon kepada Adi untuk tidak memutuskan hubungannnya.


Stacy sangat menyesal, seharusnya Stacy langsung saja merelakan dirinya untuk tidur bersama Adi. Seandainya Stacy hamil, pasti mau tidak mau Adi akan menikahinya. Begitulah Stacy menyesali perbuatannya. Ingin menjebak Adi, tetapi justri dirinya yang terjabak situasi sulit.


Adi kemudian pergi meninggalkan Stacy. Adi sangat marah. Adi tahu kalau dirinya sedang dijebak. Adi bukan hanya sekali saja memutuskan hubungannya dengan Stacy. Namun, Stacy selalu menolak. Kedua orangtuanya memang tidak setuju dengan hubungan mereka. Adi sudah sering mengatakan hal itu kepada Stacy. Mungkin Adi juga kasian dengan Stacy.


Stacy satu-satunya pacar Adi yang paling berani bersentuhan fisik. Sebagai laki-laki normal, tentunya Adi tidak menolak. Stacy sering kali menggodanya dengan ciuman dan sentuhan untuk merayu Adi. Namun, Adi sangat tahu batas. Mama Lia tidak bosan mengingatkan Adi untuk berhati-hati. Jangan sampai tergoda dan berakibat fatal.


Adi meskipun lahir dari keluarga kaya dan terhormat, tetapi bukanlah anak yang mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas. Orangtuanya yang sangat terpandang membuat ruang geraknya terbatas, ia juga tidak mau membuat malu keluarga jika melakukan hal yang menyimpang.


Adi melajukan mabilnya dengan kecepatan maksimal. Ia sangat menyesali keadaannya sendiri.

__ADS_1


Bodohnya...aku bisa tertipu dengan rayuan Stacy. Feelingku sudah tidak enak. Dari kemarin aku sudah menolak untuk gabung acara konyol seperti itu. Ternyata ini semua jebakan...Stacy sengaja menjebakku. Setan kau Stacy......


__ADS_2