Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 9


__ADS_3

Sedangkan Dina mengingatnya orang yang pernah membantunya saat dilecehkan di tempat kerja lamanya. Karena terdiam seperti patung.


Jenny melihat kakaknya hanya diam saja.


"Kak, kenapa diam?" tanya Jenny sambil menyenggol Gio.


"Maaf, saya Gio Jaya" kata Gio dengan wajah yang masih kaget.


"Saya Bram" jawabnya. Bram nampak berpikir kemana dia pernah melihat Gio, karena wajah Gio dan Toni seperti tidak asing baginya.


"Saya Nayla" jawabnya dengan tersenyum


" Saya Dina" jawabnya dengan tersenyum. Pandangannya tidak bisa lepas dari Gio.


"Kalau saya Toni, temannya Gio" ucap Toni.


Jenny melihat kakaknya selalu memandang Dina. Dina berbisik kepada kakaknya.


"Kak, jangan melihatnya terus." katanya dengan suara pelan, supaya temannya tidak mendengarnya.


"Kalian kan sudah saling kenal, kita sarapan bareng,yuk?" ucap Jenny.


"Boleh, kakak juga sudah lapar. Gio, Ayuk!" ajak Toni.


Mereka sarapan bubur yang didekat lapangan xx. Selesai sarapan mereka langsung pulang, Nayla dan Dina diajak Jenny untuk pulang bareng sama Gio dan Jenny.


Didalam mobil Gio selalu melihat Dina dari celah kacanya yang duduk di bangku. Didalam mobil sangat hening.


"Nay, Din besok kalian ada kuliah?" tanya Jenny memecahkan keheningan didalam mobil.


"Ya, besok kami ada kuliah jam 8." jawab Nayla.


"Owh, besok hubungi aku ya kalau kalian sudah selesai" kata Jenny.


"Baiklah. Oh,ya Jenny dan Kak Gio saudara sepupu?" tanya Nayla. Karena setahu dia nama belakang mereka berbeda. Sedangkan Dina hanya diam saja, dia merasa malu karena Gio selalu memperhatikannya. Jadi dia memilih melihat keluar jendela saja. Karena dia sangat gugup kalau dilihat Gio.


"Tidak, orang tua kami sahabatan. Kak Gio sudah aku anggap seperti kakak kandung ku sendiri" jawab Jenny dengan tersenyum.


"Din, kenapa diam saja?" tanya Jenny sambil melihat kebelang tempat duduk. Karena Jenny duduk didepan sebelah Gio. Dina mendengar namanya dipanggil.


"Ehm,!" jawab Dina dengan kaget.


"Aku bertanya kamu kenapa diam saja dari tadi?" tanya Jenny ulang.

__ADS_1


"Ah, tidak. Aku hanya melihat keluar" jawab Dina dengan gugup. Setelah dia menjawab Dina melihat Gio dari kaca.


Akhirnya mereka sampai juga dirumahnya. Sebelum keluar Dina dan Nayla mengucapkan terimakasih pada Jenny dan Gio.


Didalam perjalanan pulang kerumah Gio, Jenny terus memandang Gio. Gio merasa bingung Jenny terus melihatnya.


"Jen, kenapa lihat kakak terus?" tanya Gio melihat kearah jenny sambil alisnya tampak bersatu.


"Dina cantik kan?" tanya Jenny sambil melihat Gio dengan serius. Gio sangat kaget pertanyaan Jenny seperti itu tampak alisnya menyatu.


"Kenapa kamu bertanya sama kakak seperti itu?" tanyanya sambil melihat kearah Jenny.


"Aku tahu kakak, terus mencuri pandang dengannya" jawab Jenny. Gio sangat kaget mendengar jawaban Jenny. Gio tidak mau menjawabnya langsung, dia langsung mengalihkan wajahnya kearah jendela. Dia tidak mau Jenny melihat wajahnya yang mulai merah, karena ketahuan melihat Dina terus.


"Apa kakak, mau aku jodohkan dengannya?" tanya Jenny. Kali ini Jenny membuat membuat Gio semakin kaget karena pertanyaan Jenny, sehingga Gio mengerem mendadak. Untung saja tidak ada mobil dibelakang mereka, kalau ada maka akan terjadi kecelakaan. Setelah mobilnya Gio melihat kearah Jenny dengan wajah yang serius.


"Apa, kamu mau membantu kakak?"tanya Gio dengan serius.


ha...ha...ha...


Jenny ketawa melihat ekspresi Gio. Jenny langsung menghentikan ketawanya karena Gio terus memandangnya dengan serius.


"Baiklah. Aku akan bantu kakak dekat dengannya. Aku setuju karena Dina gadis yang baik." jawabnya dengan serius


Sesampai dirumah Gio, jenny langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu. Gio juga merebahkan tubuhnya disofa.


"Jen, sejak kapan kamu dekat dengan Dina?" tanya Gio, tapi pandangannya tetap melihat keatas, sedangkan Jenny yang sejak dari tadi pandangannya melihat keatas langsung melihat kearah Gio.


"Kami dekat, sejak aku menolong mereka dari sekelompok preman yang mau melecehkan mereka" jawab Jenny. Mendengar jawaban Jenny Gio langsung duduk sambil melihat kearah Jenny.


Gio teringat orang suruhannya waktu itu pernah mengirim kalau ada beberapa preman yang melecehkan Dina dan temannya.


"Kami langsung dekat begitu saja. Aku sangat nyaman kalau kumpul sama mereka. Mereka sangat baik, mereka tahu jati diriku tapi mereka tidak pernah memanfaatkan ku. Mereka sangat baik, kak. Apalagi Dina dia sangat lembut" jawab Jenny dengan serius.


Gio masih setia menatap Jenny yang serius memberitahu tentang para sahabatnya.


"Dina kuliah di jurusan apa?"tanyanya lagi


"Dia jurusan arsitek. Dan juga dia mahasiswi yang sangat terbaik, dia selalu mendapatkan beasiswa" jawabnya dengan tersenyum.


Tanpa sadar Gio tersenyum mendengar perempuan yang disukai nya wanita yang sangat pintar. Dina tidak hanya cantik, tapi juga pintar dan mandiri.


Keesokan harinya Dina, Nayla dan Bram menghubungi Jenny supaya kumpul bersama dengan mereka dikantin. Akhirnya Jenny berkumpul dengan mereka dikantin.

__ADS_1


"Oh,ya kalian nanti siang sibuk ngak?" tanya Jenny sambil menikmati minuman jusnya.


"Kami kerja, loh Jen! " jawab Dina.


"Sampai jam berapa?"


"Kami kerja sampai jam 6 sore"jawab Nayla.


"Owh, kalau gitu sore saja kumpulnya. Tapi kita kumpul di cafe Bram saja. Bolehkan Bram?" tanya Jenny sambil menggandeng tangan Bram dengan tersenyum manis.


"Boleh!" jawab Bram dengan senyumnya yang manis. Ketika Jenny menggandeng tangannya Bram merasa getaran di dadanya. Dia sempat gugup dengan tingkah Jenny yang tiba-tiba seperti manja dengannya, tapi dia bisa mengendalikan wajahnya. Dia tidak tahu kenapa perasaannya aneh dengan Jenny ketika Jenny manja dengannya. Sangat berbeda dengan Dina, belakangan ini dia tidak merasakan getaran saat dekat dengan Dina lagi. Berbeda kalau dekat dengan Jenny.


Dina dan Nayla senyum-senyum melihat tingkah Jenny yang manja dengan Bram. Mereka tahu kalau Jenny menyukai Bram sejak pertama mereka jumpa. Tapi mereka belum mau bertanya dengan Jenny.


"Aku, ke toilet dulu. Kalian tunggu aku aku jangan pergi" kata Bram sambil bangkit dari tempat duduknya.


Disaat Bram pergi Dina dan Nayla terus memandang Jenny. Jenny merasakan dia diapandang terus sama sahabatnya.


"Kenapa kalian melihat ku terus?" tanya Jenny sambil melihat kearah mereka.


Mereka tersenyum kearah Jenny.


"Apakah kamu menyukai Bram?" tanya Dina dengan tersenyum kearah Jenny.


Mendengar pertanyaan Dina kepadanya membuat dia tersedak karena dia lagi minum jus nya. Jenny langsung menormalkan hatinya dan wajahnya yang nampak gugup.


"Ke...kenapa kalian bertanya seperti itu?" tanya dengan gugup.


Ha....ha...ha...


Dina dan Nayla ketawa melihat tingkah Jenny.


"Kenapa ketawa?" tanyanya


"Maaf,kan kami!" jawab Dina dengan tersenyum


"Benarkan, kalau kamu suka dengan Bram kan, Jen?" tanya Nayla sekali lagi dengan tersenyum.


Nayla hanya mengangguk kan kepalanya dengan tersenyum malu kepada sahabatnya. Mereka berdua ketawa melihat tingkah sahabatnya yang ternyata bisa malu juga, padahal dia sangat tomboy.


🌸🌸🌸🌸🌸


Maaf, baru bisa update. Trimakasih kepada teman-teman yang masih setia membaca karya saya.πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2