
Akhirnya pernikahan Nayla dan Toni, semuanya sibuk. Nayla sangat tampil cantik dengan gaun yang warna putih, begitu juga Toni memakai warna yang senada dengan Nayla.
Acaranya tampak hikmat, semua tamu sangat bahagia menyaksikan pernikahan mereka. dimalam hari resepsinya diadakan di hotel milik keluarga Gio. Tampak sangat mewah pernikahan Toni dan Nayla. Orang tua mereka pun juga sangat bahagia melihat kebahagian anak mereka. Satu persatu tamu undangan datang ke depan. Toni sangat kaget ternyata Joni dan Tasya datang ke acara pernikahannya. Padahal setahunya mereka bulan ada acara diluar negeri.
Setelah Tasya dan Joni memberi selamat pada Nayla, mereka langsung menghampiri sahabat mereka.
"Selamat, ya bro. Akhirnya laku juga kamu! Hahahaha."
"Aku pria yang tampan! Hahahaha. Thanks ya kalian sudah menyempatkan datang" ucap Toni.
***
Karena kehamilan Dina sudah mulai membesar, membuatnya tidak bisa leluasa. Apalagi orang tuanya dan mertuanya memaksa Dina harus duduk. Dina terus melihat kearah suaminya yang dari tadi belum menyapanya. Dina sangat kesal Gio sangat cuek padanya.
"Kenapa, sih mas Gio? Kenapa dari wajahnya dia sangat kesal padaku?" gumam Dina dalam hati.
"Nanti sampai dirumah aku harus bertanya padanya!" gumam Dina lagi.
Gio sebenarnya dari tadi melirik istrinya yang berusaha ingin berbicara padanya. Karena dia masih agak kesal sama istrinya yang mengatakan anaknya harus mirip orang lain, membuat ide untuk menjahili istrinya.
***
Akhirnya acaranya selesai, para undangan sudah kembali kerumah masing-masing. Termasuk keluarga Gio, Dina dan orang tua Nayla. Sedangkan Nayla dan Toni memilih menginap di hotel tempat acara mereka, yang sudah dipersiapkan Toni. Dari hotel mereka langsung pergi berbulan madu. Untuk pakaian mereka dari awal sudah dipersiapkan.
Dina dan Gio sudah sampai dirumahnya, Gio tetap diam saja pada Dina. Dari dalam mobil perjalanan pulang, Dina sudah berusaha mengajak Gio berbicara.
"Mas, acaranya sangat meriah ya!" ucap Dina untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
"Ehm" jawab Gio dengan singkat. Dina yang mendengarnya hanya bisa menahan kekesalannya. Sampai dirumah, pun Dina tidak berani lagi berbicara pada Gio. Dia merasakan sakit dihatinya karena ini pertama kalinya Gio mendiaminya. Sesampainya mereka, Gio tetap hanya diam saja, Dina hanya mengikuti Gio dari belakang.
Sesampai didalam rumah Gio langsung masuk ke kamar tanpa mengajak Dina. Didalam kamar dia langsung membersihkan dirinya dan langsung memilih tidur. Dina melihat Gio sangat cuek padanya. Sesampai didalam kamar, Dina langsung membersihkan dirinya dan didalam kamar mandi dia menangis dengan menutup mulutnya supaya Gio tidak mendengarnya. Dia tidak ingin kelihatan lemah dihadapan Gio. Selesai dia merasakan lega, dia keluar dari kamar mandi dan langsung tidur menghadap kearah suaminya. Tapi Gio memunggungi Dina.
"Mungkin kamu sudah bosan pada ku, mas! Apa salah, ku?" gumam Dina dalam hatinya.
Dina tidak bisa tidur, karena perasaannya yang lagi tidak tenang. Jadi dia bangun dengan cepat dan dia memasak sarapan untuknya dan Gio. Meskipun dia masih kesal pada Gio tapi karena sudah tugasnya sebagai istri dia harus tetap melayani suaminya.
Gio juga bangun lebih cepat jam 7 pagi Gio sudah turun dengan pakainya lengkap kantornya. Dina heran Gio sepagi ini sudah mau pergi kantor, Dina langsung menyuruh Gio untuk sarapan.
"Mas, makan dulu." Gio mendengar Dina mengajaknya untuk sarapan. Gio pun juga menuruti, tapi dia hanya tetap diam saja. Dia juga membiarkan Dina melayaninya. Sehabis makan Gio langsung pergi, saat Dina ingin mencium tangan Gio, Gio sebenarnya ingin mencium kening istrinya tapi dia menahannya. Dina ingin menangis karena Gio tidak mencium keningnya seperti yang biasa Gio lakukan tapi Dina menahannya. Seperti Gio pergi, Dina ingin kembali ke kamarnya tapi mertuanya turun kebawah.
"Sayang Diman Gio?" ucap Cantika.
"Mas Gio sudah berangkat barusan, ma"
"Mungkin karena banyak kerjaan mas Gio, ma. Kan Kak Toni tidak ada!"
"Owh, iya mama lupa! Kamu sudah sarapan?" tanya Cantika. Cantika melayani suaminya makan. Tapi Dina tidak langsung menjawab, dia hanya asik melihat mertuanya yang tetap harmonis.
"Nak, Ayuk sarapan dulu" ucap Adi
"Dina sudah sarapan sama mas Gio tadi, pa! Dina keatas dulu ya, pa" ucap Dina berbohong. Dina tidak selera makan karena memikirkan Gio.
"Baiklah, nak" ucap Adi.
Dina pun kembali ke kamarnya dengan perasaan yang kacau. Dina memilih tidur sambil menangis dan sekali-kali dia mengelus perutnya yang sudah kelihatan membesar kalau dia merasakan sakit diperutnya. Bagaimanapun seorang anak dalam rahim seorang ibu, pasti dia bisa merasakan perasaan ibunya. Seperti itulah yang dialami Dina, calon anaknya tahu perasaan Dina saat ini makanya dia menendang-nendang menandakan untuk memberikan kekuatan pada ibunya.
__ADS_1
Gio dari awal berangkat kerja sebenarnya dia merasa bersalah pada Dina karena telah mendiami Dina. Didalam kantorpun juga Gio merasakan perasaan yang tidak enak. Gio tidak konsen bekerja. Tapi dia harus bisa bersikap profesional, dia berencana akan minta maaf pada Dina karena telah mendiaminya saat pulang kantor. Saat Gio ingin makan siang, Gio mendapat telepon dari sekretarisnya bahwa Gio mendapat tamu. Gio pun mengijinkannya masuk. Gio melihat yang masuk ternyata Resi. Gio sebenarnya tidak suka dekat dengan Resi karena pakaian Resi yang selalu terbuka. Tapi, karena hubungan kerjasama mereka dia bertahan.
"Oh, Nona Resi silahkan masuk! Apa ada yang perlu?" tanya Gio yang masih setia duduk di kursi kebesarannya. Sedangkan Resi duduk di sofa yang ada dalam ruangan Gio. Resi meletakkan bungkusan yang dibawa di atas meja. Gio melihat apa yang dibawa Gio.
"Aku hanya ingin mengajak kamu makan siang bareng. Kemari lah, aku sudah membawa makanan" ucap Resi dengan senyum manisnya. Karena masih menjaga kesopanannya Gio duduk bersama Resi di sofa.
***
Dina yang dari tadi dikamar merasakan perasaan yang gelisah. Dina tidak ingin Gio terus mendiaminya, jadi dia memutuskan membawa makan siang untuk Gio. Dia berharap Gio tidak mendiaminya lagi karena datang makan bareng. Dia menyiapkan sendiri makanan untuk Gio dan untuknya sendiri nanti. Setelah dia menyiapkan semuanya, dia minta ijin sama mama mertuanya untuk kekantor Gio.
"Ma, Dina makan bareng dengan mas Gio dikantornya ya, ma" ucap Dina pada Cantika yang lagi membantu pembantu menyusun makan siangnya bersama suaminya.
"Ya, sayang. Kamu naik apa? Diantar supir ya?"
"Baik, ma"
Didalam mobil menuju kekantor Gio, Dina berdoa Gio sudah berhenti mendiaminya. Sesampai didalam kantor Gio, semua pegawai dikantor Gio memberi salam padanya. Dia berjalan dengan senyum diwajahnya sambil membawa makanannya. Dia menaiki lift yang khusus untuk CEO. Sesampai diatas Dina disambut sama sekretaris Gio.
"Bapak ada didalam?"
"Ada, Bu. Mari saya antar"
"Tidak, usah saya masuk sendiri saja. Terimakasih"
"Sama-sama, Bu!" Dina pun pergi keruangan kantor Gio dengan senyum.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Maaf ya saya baru bisa Update๐๐ป