Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 13


__ADS_3

Dina POV


Ketika dia mengatakan bahwa dia mencitai ku sudah lama, membuat hatiku tersentuh dan mersa bahagia.


Dan disaat dia me*****ku, tubuhku seperti tidak menolak perbuatannya. Aku tidak tahu apakah kami resmi pacaran mulai malam ini.


Aku tidak bisa tidur sama sekali.


Gio POV


Disaat aku men****nya dia tidak membalasnya aku sangat kecewa sebenarnya, tapi aku senang karena merasakan dia tidak menolaknya.


Aku melepaskannya karena aku melihat dia seperti kehabisan oksigen. Dahi kami bersentuhan, aku tersenyum melihat wajahnya yang merona ketika mata kami bertemu.


Aku sudah mengatakan bahwa aku mencintainya, aku merasakan pelukannya semakin erat. Aku mengambil kesimpulan, bahwa dia tidak menolak cintaku untuknya.


Ketika aku sudah mengatakannya, hatiku mulai merasakan kelegaan.


Malam ini aku tidak bisa tidur, Aku selalu mikirkan Dina. Tidak tahu kenapa aku tidak sanggup untuk berjauhan dengannya.


Author POV


Gio ingin memaksakan matanya terpejam. Dia terlalu gelisah.


'apakah dia sudah tidur? lebih baik kutelpon saja, mana tahu dia belum tidur' gumam Gio sendiri.


Akhirnya Gio menghubungi Dina, beberapa detik kemudian, Terdengar suara Dina dari seberang.


"Hallo, kak" ucap Dina sambil duduk, kepalanya disenderkannya dikepala tempat tidurnya.


Gio langsung duduk dipinggir tempat tidurnya


"Hallo, Din. Kamu belum tidur?" tanyanya dengan senyum kecil.


"Belum,kak. Susah tidurnya kak. Kakak kenapa belum tidur?"


"Sama Din. Ehm, besok pagi kamu kuliah?"


"Ia, kak. Jam 8 pagi soalnya besok kami sudah mulai ujian semester"


"Ya,sudah besok pagi kakak jemput ya."


"Apa, kak? Jemput? Tidak usah kak, nanti merepotkan kakak lagi." jawabnya dengan gugup.


"Tidak apa-apa. Kakak tidak merasa repot untuk calon istri kakak." kata Gio dengan menggoda Dina.


Dina yang mendengar kata calon istri, wajahnya langsung memerah.

__ADS_1


"k..kakak" kata Dina gugup.


"hahahaha. Sudah tidur sana, sudah larut malam. Selamat tidur sayang, sampai jumpa besok" ucap Gio dengan senyum.


"Iya,kak. Selamat malam juga s..sayang" jawab Dina dengan gugup sambil mematikan hpnya.


Gio ketawa, dia membayangkan pasti wajah Dina sangat merah saat ini. Gio langsung merebahkan tubuhnya setelah mendengar suara Dina, sambil senyum sendiri.


'Waktunya aku tidur, aku harus memimpikan Dina malam ini' gumam Gio.


Sedangkan Dina sangat kaget dengan apa yang dikatakannya tadi.


'Dasar ini mulut tidak bisa kompromi. sayang? Apa yang dipikirkan kak Gio setelah ini?' gumam Dina sendiri sambil memukul mulutnya sendiri.


'Lebih baik aku tidur sekarang, kalau tidak mata ku pasti akan seperti panda saat ujian besok' gumamnya sambil merebahkan tubuhnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


****


Gio terbangun dari tidurnya karena jam alaramnya yang sudah distell nya jam 05.00 wib pagi. Gio langsung mamatikan Jan alaramnya, dan bangkit dari tempat tidurnya. Dia lansung masuk ke kamar mandinya untuk bersiap-siap.


Gio langsung siap-siap dengan pakaian kantornya dan membawa tas kantornya. Saat dia turun dia langsung melihat mamanya didapur lagi memasak serapan dibantu sama pembantunya.


Gio langsung menyapa mamanya.


"Pagi, ma" ucap Gio sambil meletakkan tasnya dikursi makan. Dia langsung ambil air putih untuk meminumnya.


"Gio, apa kamu ada rapat penting sepagi ini?" tanya mamanya dengan bingung sambil memotong sayuran didapur.


"Tidak, ma. Tapi ini lebih penting untuk kebahagian Gio" jawabnya dengan senyum. Mamanya bingung dengan jawaban anaknya.


"Gio, pergi dulu ya ma" katanya sambil mencium pipi mamanya.


"Kamu belum sarapan sayang" kata mamanya


"Nanti Gio sarapan dikantor saja, ma" jawab Gio sambil mengambil tasnya. Mamanya melihat kepergian anaknya dengan bingung. Mamanya hanya bisa menggeleng kepalanya


Pembantu ni Marni senyum-senyum melihat tuan mudanya.


"Bi, apa Gio sedang jatuh cinta ya?" tanya ibunya sama Bu Marni, sambil mencuci sayuran yang dipotongnya.


"Mungkin, nya. Saya baru kali ini melihat kebahagian dimata den Gio,nya" jawabnya dengan tersenyum sambil membantu nyonya lagi memasak.


"Iya,bi. Saya juga melihatnya dia sangat bahagia. Siapa pun wanita yang dicintai Gio, muda-mudahan dia wanita yang baik dan tulus dengannya" Kata Cantika.


"Amin, nya" doa bi Marni. Dia berharap tuan mudanya mendapatkan kebahagiannya.


Sang fajar mulai terbit, Dina terbangun dari tidurnya karena bunyi alaramnya. Dina melihat jamnya sudah menunjukan pukul 06.00 wib.

__ADS_1


Dina langsung pergi ke kamar mandi untuk bersihkan tubuhnya. Setelah dia mandi, dia tidak langsung memakai bajunya untuk kuliah. Dia langsung kedapurnya memasak nasi goreng untuk sarapannya.


Saat Dina lagi asik memotong bawang, dia mendengar pintunya diketok. Dia bingung siapa yang datang pagi-pagi begini.


'siapa, sih yang bertamu sepagi ini? Apa Jagan kak Gio? Ngak mungkin,deh' gumamnya sendiri.


Dia langsung pergi untuk membuka pintu rumahnya. Saat dia membuka pintunya, dia sangat kaget.


"Kak gio!" katanya dengan bingung.


"Pagi, Din" kata Gio sambil senyum manis.


Dina masih bengong dengan kedatangan Gio yang sepagi ini.


"Apa, kakak tidak boleh masuk,nih?" tanya Gio yang masih berdiri didepan pintu.


"Ehm? Eh,maaf kak. Silahkan masuk kak. Kenapa kakak cepat sekali datangnya?" tanya Dina yang masih bingung.


Gio langsung duduk di kursi ruang tamu Dina.


"Padahal Dina lagi masak sarapan!" gerutunya sama Gio.


"Apa kakak sudah sarapan?"tanyanya pada Gio yang asik melihatnya dengan senyum


"Belum. Ya, sudah kamu sarapan dulu. Kakak bisa menunggu." ucapnya.


Dina langsung kedapur memasak sarapan, dia juga memasak sarapan untuk Gio.


Setelah beberapa menit dia keruang tamu untuk memangil Gio supaya sarapan bersamanya dulu.


"Kak, kita sarapan dulu ya. Tidak baik pergi kerja dengan perut kosong. Dina juga memasak sarapan untuk kakak." katanya dengan senyum


Gio pun mengikuti Dina dari belakang. Gio langsung duduk di meja makan. Gio menunggu Dina yang lagi mengsendokkan nasi goreng untuknya, sambil melihat sekeliling rumah Dina. Dia melihat rumah Dina yang sangat sepi.


'Pasti dia selalu merasa kesepian.' gumamnya dalam hati.


Dia melihat Dina yang melayaninya dengan tulus.


"Silahkan makan, kak. Dina tidak tahu apakah cocok dengan selera kakak" kata Dina sambil duduk didepan Gio.


Gio tersenyum, mendengar Dina. Dia merasa kalau mereka sudah seperti suami istri. Gio langsung mencicipi makanannya. Dina terus melihat ekspresi Gio saat menikmati masakannya.


"Ehm, enak. Ternyata kamu pintar masak" kata Gio sambil tersenyum kearah Dina.


Dina sangat lega mendengar perkataan Gio. Mereka sangat menikmati sarapan mereka dengan tenang. Setelah sarapan Dina membersihkan piring bekas makanannya bersama Gio. Setelah bersih-bersih Dina Menganti pakaiannya sedangkan Gio menunggunya diruang tamu. Gio tersenyum melihat Dina yang telah keluar dari kamarnya dengan wajah yang sudah dipoles dengan makeup yang tipis.


🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Trimakasih kepada teman-teman masih setia membaca karya saya πŸ™πŸ»


__ADS_2