
Disaat Dina ketakutan dengan Maya. Gio melihat kearah bangku Dina. Disana dia melihat tidak ada Dina dan kedua pengawalnya. Dia merasakan Dina dalam bahaya. Kemudian Gio mengajak Gio untuk mengikutinya.
"Jenny, dimana Dina?" ucap Gio. Mereka melihat Gio datang dengan wajah panik.
"Dina ke toilet,kak. Tapi kenapa lama, ya?" ucap Jenny yang baru menyadari saat ini Dina sudah lama di toilet.
Gio langsung pergi dan diikuti mereka. Satria juga mengikuti mereka. Karena melihat mereka pergi tergesa-gesa. Dia langsung menyuruh anggotanya untuk menghandle tugasnya.
"Kamu urus yang disini, pegang kameraku" ucapnya, lalu langsung berlari mengikuti Gio dan yang lainnya dari belakang.
Dilain sisi Dina sudah tidak sadarkan diri karena dibius dengan pria yang menyekap Alex dan Bimo. Mereka langsung cepat-cepat untuk membawa Dina dari tangga darurat bersama Maya. Saat Gio dan yang lainnya sampai di toilet. Gio sempat melihat 3 orang yang turun dari tangga darurat. Tapi dia tidak curiga sama sekali karena dia tidak melihat Dina bersama mereka. Saat dia masuk, dia hanya melihat tas Dina yang terletak dilantai.
Gio berusaha mencari seluruh ruangan dan diikuti yang lainnya.
"Sayang" teriaknya saat membuka pintu ruangan yang didalam toilet.
"Ah,sial. Toni cepat hubungi Alex!" teriaknya karena tidak mendapati Dina didalam. Saat mereka menghubungi kedua pengawal Dina, mereka mendengar nada dering di dekat mereka. Saat mereka mencari arah suara mereka mendengar asalnya dari lorong sebelah toilet. Saat mereka sampai, mereka sangat kaget kedua pria itu dalam keadaan tidak sadarkan diri. Jenny langsung membuka ikatan tali yang mengikat mereka dan mencoba menyadarkan mereka dengan dibantu Nayla. Gio teringat dengan 3 orang yang turun dari tangga darurat.
"Sat, dan kamu Bram turun lewat tangga darurat. Aku curiga tiga orang tadi, Dina pasti bersama mereka. Toni kamu ikut aku!"
Mereka langsung pergi mengikuti instruksi Gio. Jenny dan Nayla masih berusaha untuk menyadarkan Alex dan Bimo. Joni dan Tasya dari depan melihat sahabat mereka sudah tidak tampak kelihatan lagi.
"Mereka semua kemana, mas?" tanya Tasya.
__ADS_1
"Mungkin mereka lagi diluar sayang. Nanti mereka muncul kembali" ucap Joni yang lagi menenangkan perempuan yang sudah sah jadi istrinya itu. Karena dari tadi Tasya gelisah terus karena tidak melihat Gio dan yang lainnya didalam ruangan.
***
Satria dan Bram terus menelusuri tangga darurat. Tapi tidak melihat siapapun. Sedangkan Gio dan Toni sudah sampai dibawah karena mereka lewat lift yang khusus untuknya. Karena acaranya ada di hotel milik keluarganya, jadi dia naik lift yang khusus untuk CEO. Sedangkan Maya dan 2 pria suruhannya juga baru sampai kebawah. Mereka langsung membawa Dina dari pintu belakang menuju parkiran. Gio dan Toni yang duluan telah sampai di daerah parkiran.
Mereka melihat seluruh daerah, dan akhirnya mereka melihat Maya dan 2 orang suruhannya sedang menggendong Dina yang baru keluar dari pintu belakang. Gio dan Toni langsung sembunyi supaya mereka tidak ketahuan.
Dan tanpa Maya ketahui Satria dan Bram juga baru keluar dari pintu yang sama, mereka melihat Maya dan 2 pria itu membawa Dina. Mereka ingin langsung menangkap Maya dan yang lainnya, tapi mereka melihat Gio dan Gio juga melihat mereka. Gio memberi tanda untuk mereka tenang. Merekapun langsung ikut bersembunyi menunggu perintah dari Gio. Saat Gio melihat kalau mereka tidak tahu kalau diikuti dan melihat mereka lagi sibuk untuk mengurus mobil mereka yang sangat sempit untuk mereka masuki, Gio memberi tanda untuk menyergap mereka.
"Lepaskan istri ku bodoh!" teriak Gio kepada mereka. Saat Gio dan yang lainnya sudah mendekat dengan mereka, Gio sangat sedih melihat istrinya lagi dalam keadaan tidak sadar. Maya dan 2 pria suruhannya langsung melihat kearah suara, mereka sangat kaget mereka sudah dikepung.
"Maya?" teriak Bram. Bram tidak menyangka Maya tidak ada berubah. Dia melihat Maya sudah seperti teman masa kecilnya lagi.
"Ck. Orang seperti seharusnya lebih cocok dipenjara seumur hidup,mu. Seharusnya aku tidak membiarkanmu untuk bebas" ucap Gio. Maya menjadi ketakutan begitu juga kedua pria sangat takut.
"Hei, bodoh. Lawan mereka cepat" perintah Maya kepada kedua pria yang bersamanya. Pria yang lagi menggendong Maya, langsung meletakkan Maya di dekat mobilnya.
Gio dan yang lainnya langsung berkelahi dengan anak buah Maya. Jenny dan Nayla dan diikuti kedua pengawal yang pingsan tadi sudah sampai di daerah parkiran. Kedua pria itu langsung membantu untuk memberi mereka pelajaran. Gio dan yang lainnya langsung mundur ketika kedua pria itu yang turun tangan. Maya menjadi sangat ketakutan karena dia melihat suruhannya tadi terus kalah. Maya ingin langsung kabur, tapi langsung ditangkap Bram. Kedua tangan Maya langsung dibuat kebelakang tubuhnya. Jenny dan Nayla yang sudah sangat kesal dengan perbuatan Maya.
Prak...
Prak...
__ADS_1
Terdengar suara tamparan yang keras dari Jenny dan Nayla dikedua pipi Maya. Maya sangat merasakan kesakitan, dan dari ujung bibirnya keluar darah sedikit akibat dari tamparan yang diterimanya.
Sedangkan Gio yang tadi langsung mundur ketika pengawal istrinya turun tangan dia langsung berlari kearah Dina dengan memeluknya.
"Dina, sadar sayang" ucap Gio dengan sedih sambil memeluk Dina.
"Dina sayang" ucapnya lagi, Jenny dan Nayla yang mendengar suara Gio, langsung berlari kearah Dina.
"Dina ! Kak coba beri ini" ucap Jenny sambil memberikan minyak kayu putih pada Gio. Tak butuh lama Dina mulai pelan-pelan mengerakkan jari-jarinya dan membuka matanya. Saat matanya benar-benar terbuka, Dina langsung tersenyum.
"Mas Gio" Gio langsung memeluk Dina dengan erat karena Dina sudah sadar.
"Maaf, sayang aku lalai menjaga kalian" ucap lirih dari Gio ditelinga Dina.
"Tenang,lah mas. Dina dan calon baby kita baik-baik saja" ucapnya sambil membalas pelukan dari suaminya. Karena Dina tahu saat ini Gio sangat cemas padanya dan calon anak mereka. Maya yang melihat kebahagian Dina jadi semakin kesal. Gio langsung menggendong Dina style bridal memasuki hotel. Sebenarnya Dina menolak Gio menggendongnya, tapi karena Gio memaksa akhirnya dia pasrah saja.
Kedua pria yang suruhan Maya kalah dibuat Alex dan Bimo. Polisi yang sudah datang ketempat karena Satria menghubungi polisi untuk datang, mereka langsung membawa Maya dan 2 pria suruhannya ke kantor polisi.
"Terimakasih,pak. Kami akan memberikan kesaksian setelah acara pesta kami selesai" ucap Toni sambil berjabat tangan dengan polisi.
"Baik,pak. Kami akan menunggu" Polisi itu langsung pergi. Toni dan yang lainnya masuk kembali kedalam mengikuti Gio dari belakang.
🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1