Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 23


__ADS_3

Toni pun langsung menganggukan kepalanya. Adi dan Cantika langsung pergi ke kamar mereka untuk bersiap-siap. Sedang Toni pergi ke kamar Gio untuk mengambil baju Gio.


Flass back end


Di rumah sakit dalam ruangan tempat Dina dirawat, Gio dan Dina tidur dengan terlelap. Gio terus menggemgam tangan Dina. Karena sangking lelahnya Gio tidak menyadari ada orang yang masuk dalam ruangan.


Salah satu dari mereka menyentuh pundak Gio. Gio yang merasakan seseorang telah menyentuhnya, perlahan-lahan matanya mulai terbuka. Saat matanya benar-benar terbuka dia sangat kaget.


"Ibu" ucapnya dengan wajah yang masih kaget, saat dia melihat kearah lain dia melihat ayahnya juga ikut dan disamping ayahnya ada Toni.


"Ayah! Kalian kemari?" tanya dengan bingung.


"Sayang, kenapa kamu tidak beritahu ada orang tuamu kalau calon menantu kami kena musibah?" tanya ibunya dengan senyum.


Gio bangkit dari tempat duduknya dia langsung memberi pelukan kepada kedua orang tuanya.


Cantika langsung mendekat kearah Tempat tidur Dina, dan diikuti sama Adi. Cantika tersenyum melihat wajah Dina.


"Pa, calon mantu kita cantik ya. Tapi, wajahnya seperti tidak asing." ucap Cantika sambil melihat suaminya yang disampingnya sambil merangkul bahunya.


"Benar, sayang." ucap Adi. Tapi mereka tetap berdiri sambil berpikir melihat wajah Dina.


"Ayah, ibu kalian duduklah. Aku ingin duduk disampingnya" ucap Gio sambil memperoleh kedua orang tuanya yang duduk di samping Dina sekarang.


Ha...ha...ha...


Kedua orang tuanya ketawa melihat tingkah anaknya.


"Hei, biarkan ibu dekat dengan calon mantu ibu" jawab Cantika dengan menahan ketawanya.


Karena mereka ribut, Dina merasa terganggu. Mata nya terbuka dan melihat sekelilingnya. Saat dia melihat kearah samping dia melihat orang asing. Mereka tidak sadar Dina terbangun karena mereka ketawa melihat anaknya.


"Kalian siapa?" Tanya Dina dengan suara pelan.


Mereka mendengar suara pelan, mereka langsung melihat kearah Dina.


"Wah, calon mantu ku sudah bangun?" ucap Cantika dengan senyum bahagia sambil mengelus rambutnya.


Dina jadi tambah bingung setelah Cantika mengatakan calon mantunya. Dina langsung melihat kearah Gio dengan wajah bingung.


Gio melihat ekspresi wajah Dina saat ini, dia yakin saat ini Dina pasti butuh penjelasan.


"Sayang, mereka kedua orang tua ku" ucap Gio yang berdiri depan Dina sambil tersenyum.

__ADS_1


Mendengar kalau mereka kedua orang tua Gio, Dina berusaha bangkit untuk memberi salam kepada orang tua Gio. Adi melihat Dina mau berusaha duduk, Adi langsung menghentikannya.


"Tidak usah duduk, nak. Tetaplah tidur! Kami hanya ingin melihat wajah menantu kami." ucap Adi dengan tersenyum. Dina tersenyum melihat kedua orang Gio sangat baik padanya.


"Kamu sangat cantik sayang" kata Cantika dengan tersenyum. Mendengar Cantika memujinya, Dina jadi sangat malu.


"Baiklah, kami akan pulang. Istirahatlah, nak. Kalau kamu sudah baikan, datanglah kerumah. Kami akan menyambut dengan bahagia. Kami sangat senang semenjak kehadiran, mu Gio banyak berubah. Sampai jumpa" kata Adi dengan senyum sambil membelai rambut Dina dengan penuh kasih sayang.


"Istirahatlah sayang. Tante sangat senang berjumpa dan memiliki calon mantu seperti,mu." ucap Cantika sambil memeluk Dina.


Din hanya menganggukkan kepalanya. Tampak dari wajahnya dia saat ini sangat bahagia, ternyata kedua orang tua Gio menerima dirinya. Begitu juga dengan Gio, dia sangat bahagia melihat kedua orang tuanya tidak menentang pilihannya dan ternyata orang tuanya sangat lembut pada Dina.


"Toni antar kan kedua orang tua ku. Sekalian kamu pulang saja.!" Perintah Gio pada Toni.


"Baik. Saya permisi dulu ya, Din. Semoga lekas sehat kembali." Kata Toni.


"Terima kasih, kak" balas Dina dengan tersenyum.


Saat kedua orang tuanya sebelum membuka pintu, Adi menyampaikan pesan padanya.


"Gio tolong jaga calon mantu kami" kata Adi dengan tersenyum.


Mendengar perkataan ayahnya, Gio melihat ayahnya dengan tersenyum.


"Sekarang waktunya tidur lagi, kamu harus banyak istirahat sayang" kata Gio sambil menggemgam tangan Dina. Dina hanya tersenyum kearah Gio.


Tak butuh lama Dina kembali tidur, setelah melihat Dina tertidur Gio pun juga memilih tidur. Karena dia merasakan kelelahan.


***


Tidak terasa Dina sudah lebih membaik. Setelah Dina dirawat selama 4 hari. Gio selalu ada di samping Dina. Gio lebih memilih cuti, dia ingin memastikan keadaan Dina semakin membaik. Sahabat-sahabatnya selalu datang setiap hari.


Saat pagi hari Gio mensuap Dina sarapan, tiba-tiba Figo datang keruangan Dina.


"Pagi. Wah, Dina lagi sarapan. Gimana Dina apakah perasaanmu sudah lebih membaik?" ucap Gio.


"Pagi dokter. Sudah, dok. Apakah aku sudah bisa pulang,dok?"


"Baiklah, sepertinya kamu sudah bosan disini. Apakah kau tidak merasa terhibur seorang dokter ganteng sepertiku merawat mu? " canda Figo sambil mengedipkan matanya pada Dina.


Gio melihat dan mendengar Figo lagi menggoda Dina, dia langsung bangkit dari duduknya dan setelah dia berdiri dekat Figo, Gio langsung memukul kepalanya.


"Hei. Kepalaku!" ucapnya kesal sambil mengelus kepalanya yang kena di pukul Figo.

__ADS_1


"Kamu membuat kepala, ku berdarah" ucap Figo.


"Biar saja kepalamu berdarah, supaya kau tidak menggoda pacar, ku!" kata Gio dengan kesal pada sahabatnya itu telah menggoda pacarnya.


Dina ketawa melihat tingkah Gio dan Figo. Dina mengetahui kalau Figo adalah dokter yang merawatnya sekaligus sahabat dari pacarnya.


"Ck...Kau posesif sekali. Baiklah, hari ini kamu sudah bisa pulang ya, Din. Tapi tetap jaga kesehatan, mu" ucap Figo pada Dina.


"Terima kasih, dok." jawab Dina dengan tersenyum


"Aku, akan periksa pasien yang lainnya. Sampai jumpa sobat" kata Figo sambil menepuk bahu Gio.


Gio menganggukkan kepalanya.


"Thanks" ucapnya pada Figo.


Setelah kepergian Figo, Gio melihat Dina tampak sangat bahagia karena dia diijinkan pulang.


"Aku sudah rindu dengan suasana rumah ku" ucap Dina dengan bahagia kepada Gio.


"Kamu, tidak akan tinggal dirumah kamu sayang" ucap Gio sambil duduk di tepi kasur Dina.


"Apa maksud kakak?" tanya Dina dengan bingung


Sebelum Gio menjawab mereka melihat pintu kamarnya terbuka,


"Dina" teriak dari Jenny dan Nayla serentak saat masuk.


Dina tersenyum melihat kedatangan sahabatnya.


"Kalian sudah datang? Apa kalian tidak kuliah?" tanya Dina pada mereka berdua.


"Tidak, hari ini kosong jadwal. Kapan bisa pulang?" tanya Jenny pada Dina.


"Hari ini kata dokter aku sudah bisa pulang. Aku sudah kangen dengan tempat tidurku." ucap Dina bahagia.


"Kamu tidak akan pulang kerumah, mu sayang. Siapa yang akan menjagamu?" Jelas Gio pada Dina. Dina langsung memajukan mulutnya.


"Tinggal dirumah Nayla saja,kak. Ibu dan ayah sudah merindukannya." kata Nayla. Dina sangat bahagia mendengarnya karena dia pun juga sudah rindu pada kedua orang tua Nayla karena dia sudah menganggapnya sebagai orang tua keduanya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Terimakasih teman-teman sudah membaca karya saya. Jika ada kesalahan maaf kan saya. Tolong tinggalkan jejaknya ya jika sudah mampir. Sekali lagi terimakasih πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2