Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 36


__ADS_3

Dina sangat bahagia Gio dan mertuanya selalu memperhatikannya. Setiap malam mertuanya selalu memberinya susu hamil untuknya, kalau pagi suaminya yang selalu menyiapkan susu untuknya.


Kehamilannya sudah berjalan 3 bulan, selama itu juga Dina merasakan ketenangan karena dia tidak mendapati teror selama tiga bulan ini. Dina juga tahu saat ini Gio lagi sibuk membantu sahabatnya Joni untuk mempersiapkan pernikahan. Karena Joni tidak memiliki keluarga. Jadi yang membantunya adalah kedua sahabatnya. Tinggal 1 Minggu lagi pernikahan Joni dan Tasya.


Dina juga tidak sabar sahabatnya Nayla juga memutuskan untuk menikah di tahun yang sama dengannya. Karena desakan dari keluarga Toni yang sudah hampir kepala tiga.


Dia menyangka Nayla dengan cepat menyusul untuk menikah, tinggal hanya Jenny dan Bram.


Jenny masih fokus dengan karirnya, dan membantu ayahnya menjalankan perusahaan ayahnya, karena sejak Dina hamil Gio melarang Dina bekerja kekantor untuk sementara waktu, dia bisa bekerja hanya dari rumah. Jadi asistennya lah yang selalu mengantarkan berkas-berkasnya. Sama seperti Bram dia ingin masih ingin meniti karirnya dulu.


***


Akhirnya pernikahan Joni dan Tasya digelar dengan sangat mewah. Di acara itu Dina tampil sangat anggun. Bajunya sangat sederhana tapi elegan. Saat Dina sudah siap-siap merias dirinya dikamar, Gio yang sudah siap-siap yang tampak lagi memadankan dasinya, dia sangat terpesona dengan kecantikan istrinya. Dia tidak jadi memasang dasinya sendiri, dia mendekati istrinya, lalu dia memeluk istrinya dari belakang. Dia mencium leher istrinya itu, Gio menikmati aroma tubuh istrinya. Dina sangat merasakan kegelian akibat ulah suaminya.


"Mas, geli" ucap Dina dengan senyum. Semenjak hamil, Dina memutuskan mengubah panggilannya untuk Gio.


"Sayang, aku ingin melahap mu sekarang" ucap Gio dengan lemas karena menahan nafsunya karena melihat istrinya.


"Mas, ingat kita tidak boleh telat. Apalagi aku sudah capek berdandan. Kalau mas lakukan semuanya jadi berantakan lagi" Ucap Dina dengan lembut.


"Aku janji nanti malam aku akan memberikan hak mu" sambil Dina yang sudah membalikkan tubuhnya, sehingga wajahnya sangat dekat dengan Gio. Gio tersenyum mendengar perkataan istrinya, karena selama 3 bulan dia tidak sama sekali menyentuh istrinya karena perintah Tasya, karena Tasya janinnya masih terlalu rentan.


"Sekarang Aku pasang dasinya dulu ya, mas." ucap Dina sambil memasang dasi Gio. Gio sangat senang melihat istrinya selalu memperhatikannya. Mereka langsung pergi ketempat acara. Sedangkan orang tua mereka sudah pergi lebih dulu.


Sat mereka masuk, semua tamu sangat terpesona dengan kecantikan Dina dan ketampanan Gio. Banyak kalangan bisnis Gio juga datang, Dina menyuruh Gio untuk ngobrol dengan mereka. Tapi dia tidak mau, karena Gio sangat takut Dina mengalami hal yang buruk. Sejak masuk ruangan Gio merasakan ada yang tidak beres, tapi dia tidak tahu firasat apa itu.


"Yakinlah mas, aku tidak apa-apa. Sudah ada Bimo dan Alex yang menjaga ku" ucap Dina. Bimo dan Alex adalah bodyguard yang khusus untuk menjaga Dina kemanapun Dina pergi. Dina duduk santai, kemudian dia melihat Jenny, Nayla dan Bram sudah datang. Dia melambaikan tangannya untuk memberi tanda kepada mereka. Mereka pun langsung datang ketempat Dina.

__ADS_1


"Akhirnya, kalian datang" ucap Dina senang akhirnya ada yang menemaninya duduk.


"Sayang kamu sudah datang?" ucap seorang pria dari belakang Nayla.


"Mas, Toni" ucap Nayla sambil memeluk Toni, Toni pun membalas pelukan Nayla.


"Baiklah sayang. Aku ke Gio dulu ya. Kalian makan dan minumlah" ucap Toni. Mereka pun hanya tersenyum membalas perkataan Toni. Sesampai Toni pada Gio, Toni membisikkan sesuatu, Gio langsung melihat kearah Dina. Dia sangat senang sekarang istrinya sudah ada teman, dia merasakan ada sedikit lega.


Saat mereka lagi ngobrol, mereka didatangi seorang Pria lalu pria itu memfoto mereka. Kemudian pria itu mendekat dan tersenyum pada mereka.


"Wah, kalian seperti tidak ingin menyapaku?" ucapnya dengan tersenyum.


Mereka semua melihat kearahnya, mereka terkejut melihat pria itu yang sudah lama tidak dilihat mereka. Terakhir kali sewaktu Dina dirumah sakit karena pelecehan yang didapat Dina.


"Satria" ucap mereka serentak.


"Hahaha. Aku senang kalian tidak melupakan namaku. Dina adek cantik tidak berubah,ya. Kelihatan makin cantik" ucap Satria menggoda Dina. Dina yang mendengarnya hanya tersenyum.


"Aku tahu." ucapnya. Dia duduk dekat di samping Dina.


"Giman baby,nya? Sehat?" ucapnya lagi. Dina sangat kaget Satria bisa tahu kalau dia lagi hamil.


"Kakak tahu, aku lagi hamil?"


"Ya, iyalah. Sekarang kan aku kerja sama dengan Gio di perusahaan Advertising punya mereka." terang Satria.


"Baiklah, aku mau melanjutkan pekerjaan ku dulu. Sampai jumpa adik kecil cantik" ucapnya sambil mengelus rambut Dina dengan penuh kasih sayang. Satria sudah lama memutuskan dia akan menganggap Dina seperti adiknya.

__ADS_1


Disisi lain, mereka tidak sadar ada seorang wanita cantik yang lagi kesal melihat kebahagian Dina. Dia langsung menelepon seseorang untuk melakukan tugasnya.


"Sekarang lakukan tugas,mu" ucapnya.


"AW" dia langsung meraskan kesakitan ditangannya, karena kamera Satria terkena tangan nya.


"Maaf nona saya tidak memperhatikan jalan" ucapnya sambil melihat kearah wanita itu.


"Tidak, masalah. Saya permisi" ucapnya dengan lembut sambil mengelus tangannya. Wanita itu pergi begitu saja, tanpa melihat wajahnya. Satria melihat wajah wanita itu. Dia merasakan dia seperti pernah melihatnya, tapi dia lupa. Satria melihat kepergian wanita itu sampai punggungnya menghilang dari pandangannya.


"Aku ke toilet dulu" ucap Dina, sambil mengambil tas genggamnya.


"Aku temani ya," ucap Jenny


"Tidak, perlu. Aku baik-baik saja. Aku akan ditemani mereka" ucap Dina. Dina pun pergi diikuti Bimo dan Alex.


Sesampai didepan toilet Dina masuk sendiri, kedua pria itu menunggu diluar. Selagi menunggu Dina, mereka sibuk bermain dengan ponselnya. Seorang pelayan datang menghampiri mereka sambil menawarkan minum. Pelayan itu langsung pergi menghampiri seorang wanita setelah memberi mereka minum, lalu dia diberi amplop.


Tak butuh berapa lama Alex dan Bimo pingsan setelah minum tadi. Empat pria langsung menyeret mereka di lorong-lorong dekat kamar mandi dan mengikat mereka. Perempuan itu langsung masuk kedalam kamar mandi. Dia melihat Dina sedang sibuk merapikan dirinya.


Dina yang merasakan ada orang yang sedang memperhatikannya, Dina langsung melihatnya. Dia sangat terkejut melihat orang itu sambil senyum yang tidak bisa diartikan


"Maya" ucapnya dengan terkejut.


"Hai, Dina sudah lama kita tidak jumpa" ucapnya.


"Apa kamu sudah menikmati kebahagiaanmu? Apa kamu takut?" Dina merasakan tubuhnya sangat gemetar. Dia tahu Maya tidak pernah menyukainya, dan dia ingat Maya lah yang menyuruh orang untuk melecehkannya. Dina merasakan kedua kakinya tidak sanggup menopang tubuhnya lagi. Dina langsung menyentuh wastafel yang didekatnya sebagai pegangannya.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Terimakasih kepada teman-teman yang sudah membaca karya saya. Maafkan jika ada yang kesalahan typo. πŸ™πŸ»


__ADS_2