
Dia sangat bingung kenapa wajah Dina sangat mirip dengan ibunya.
"Oh, ya kita kenalan dulu. Namaku Dina dan ini sahabatku Nayla" kata Dina dengan tersenyum, begitu juga Nayla. Perempuan itu sadar dari lamunannya karena suara Dina.
"Jenny" jawabnya dengan tersenyum, sambil mengulurkan tangannya.
Setelah mereka berkenalan, Jenny menawarkan tumpangan kepada mereka. Jenny mengantarkan mereka ke tempat kerjaan mereka. Jenny tidak berhenti memperhatikan wajahnya Dina.
***
Ditempat lain, seseorang sangat kesal karena preman tadi tidak berhasil melecehkan Dina dan Nayla.
Gio pun juga mendapat info apa yang terjadi pada Dina dan Nayla. Tapi dia bersyukur kalau mereka selamat dari preman-preman itu, karena ada juga yang membantu mereka.
Karena Jenny sudah mengantar mereka, Jenny diajak Dina dan Nayla untuk minum dulu di cafe tempat mereka bekerja.
"Jen, mampir dulu kami yang traktir" kata Nayla.
"Wah, asik nih. oke" jawabnya dengan bahagia. Dina dan Nayla tersenyum melihat respon dari Jenny.
Jenny memerintahkan pengawalnya untuk duduk jauh dari tempat duduknya. Dina dan Nayla awalnya terkejut kalau yang menolong mereka adalah anak dari seorang pengusaha yang terkenal, apalagi Jenny bisa bela diri.
Jenny memang dalam kesehariannya dia selalu dikawal dengan beberapa pria, yang diperintahkan orang tuanya untuk menjaganya. Karena orang tuanya sangat takut terjadi sesuatu pada nya, seperti kejadian putri mereka yang hilang sewaktu bayi. Sampai dia kuliah pun juga harus dikawal, meskipun orang tuanya tahu dia sudah belajar bela diri. Tapi dia memberi syarat kepada orang tuanya pengawalnya harus memakai pakaian biasa. Supaya tidak terlalu mencolok.
Sejak kejadian itu Dina, Nayla dan Jenny menjadi dekat. Setiap mata kuliah mereka kosong dan selesai kuliah mereka selalu buat janjian dikantin. Karena Jenny tidak punya teman dekat di kampus, karena tidak ada satupun yang berani mendekatinya karena latar belakangnya dan apalagi Jenny selalu diikuti pria dibelakangnya.
Kalau Dina dan Nayla bekerja Jenny sering mampir ke cafe. Karena Jenny sering ke cafe dan dekat dengan mereka, Jenny juga berkenalan dengan Bram. Pertama kali mereka berkenalan Jenny langsung jatuh cinta dengan Bram. Tapi dia selalu pintar menutupi groginya setiap dekat dengan Bram mau di kantin kampus dan dicafe punya Bram.
Mereka berempat semakin lama semakin dekat. Semua mahasiswa sangat iri melihat kedekatan mereka. Karena di mata anak - anak yang dikampus, mereka sangat sempurna.
Kediaman keluarga Adi putra
Dihari Minggu Gio ingin menikmati hari istirahatnya, karena sudah berminggu-minggu selalu sibuk dengan pekerjaannya. Jadi dia lebih memilih tidur saja dirumahnya. Karena dia sudah lama rasanya tidak pernah tidur.
Tapi disaat dia lagi tidur, seseorang mengetok kamarnya. Gio merasakan kesal karena datang mengganggunya.
Saat dia membuka kamarnya, dia sangat terkejut yang datang jenny.
"Jenny! Ngapain pagi-pagi datang kemari? Mengganggu saja!" kata Gio dengan kesal
__ADS_1
ha...ha...ha...ha..
Jenny ketawa melihat wajah kesal Gio.
"Wajahnya jangan ditekuk gitu kenapa sih,kak!" katanya sambil ketawa.
Gio dan Jenny memang sangat dekat, mereka sudah seperti kakak beradik. Karena kedua orang tua mereka sahabat. Jenny sering bermain dengan Gio kalau orang tuanya membawanya kerumah keluarga Gio.
"Kau mengganggu waktu istirahat ku!" katanya dengan kesal sambil memilih tidur balik lagi.
"ya, maaf. Ayok bangun, kita olahraga saja hari ini dari pada tidur terus" kata Jenny sambil menarik Gio bangun.
"Baiklah, untung kau adek ku yang paling cantik. Kalau orang lain aku sudah tendang kau keluar dari kamar ku" kata gio sambil mencubit pipi jenny.
Jenny tersenyum bahagia karena Gio mau bergabung bersamanya dengan berolah raga.
Gio mengganti pakaiannya dengan baju olahraga. Sedangkan Jenny memilih menunggu dibawah selama Gio mengganti pakaiannya.
Setelah beberapa menit, Gio turun kebawah. Dia melihat Jenny lagi asik memainkan hp nya.
"Baiklah, aku sudah siap. Kita berolah raga dimana?" tanya Gio. Walaupun Gio hanya memakai baju olahraga dia tetap melihat sangat tampan.
"Sejak kapan kau punya sahabat?" tanya nya. Karena setahu nya Jenny dari dulu tidak punya sahabat, apalagi seorang teman.
"Sudah ayolah. Nanti aku akan kenalkan pada kakak. Mereka sangat baik, mereka temanku satu kampus, tapi kami beda fakultas" katanya sambil menarik Gio untuk berjalan.
Akhirnya mereka pergi, Jenny lebih memilih naik mobil Gio, sedangkan pengawalnya hanya mengikuti dari belakang dengan mobil jenny.
"Kak, apakah kak Toni dan teman-teman kakak tidak kakak ajak untuk gabung sama kita?" tanya Jenny kepada Gio yang sedang fokus membawa mobilnya.
"Tasya sudah balik ke LA kemarin, sedangkan Joni dia lagi sibuk diluar kota. Lalu Toni kau saja yang hubungi, suruh dia untuk langsung kesana" jawabnya
" Oke kakak" jawab Jenny
Jenny langsung menghubungi Toni untuk datang ke taman xx. Setelah setengah jam Jenny dan Gio sudah tiba, Toni lah yang duluan sampai ditaman xx, karena jarak rumahnya sangat dekat dengan taman xx.
"Jen, dimana teman mu?" Tanya Gio setelah mereka bertiga dilapangan berkumpul.
"Mereka lagi dijalan kak" jawab Jenny
__ADS_1
"Ya, sudah kami duluan dulu lari lapangan, Ton ayo!" kata Gio.
"Oke kak" jawabnya.
Gio dan Toni duluan berlari, sedangkan Jenny menunggu sahabatnya. Setelah 5 menit kemudian, Dina dan Nayla tiba dilapangan xx. Mereka langsung menghampiri Jenny yang sedang berdiri.
"Jen, maaf kami telat." kata Dina
"Iya. Oh, ya Bram mana? kalian tidak bareng?" tanya Jenny.
"Tidak. Mungkin dia sebentar lagi sampai" Jawab Nayla sambil melihat luar lapangan.
Tiba-tiba dia melihat Bram baru keluar dari mobil.
"Nah, itu Bram" kata Nayla sambil menunjuk Bram yang lagi berjalan kearah mereka. Dina sangat kagum melihat ketampanan Bram dari jauh.
"Kalian sudah lama menunggu?" tanya Bram kepada mereka ketika dia sudah sampai didepan mereka.
"Tidak" jawab Jenny.
"Ya, sudah kita mulai joging nya yuk!" kata Bram.
Mereka berempat memulai joging nya sambil bercanda. Semua orang yang di taman sangat kagum dengan kecantikan dan ketampanan mereka. Jenny berlari sambil mencari keberadaan kakaknya. Akhirnya dia melihat kakaknya yang lagi berjoging didepan, jarak mereka sangat jauh.
Setelah 15 menit mereka berolahraga mereka berempat memilih istirahat. Jenny mengajak temannya bergabung dengan kakaknya yang sedang duduk untuk beristirahat juga. Mereka pun setuju. Mereka menghampiri Gio dan Toni.
"Kakak" teriak Jenny memanggil Gio yang sedang minum.
Gio melihat kearah Jenny sekilas dengan senyum karena dia masih menikmati minumnya.
" Kakak kenalkan mereka sahabatku" kata Jenny sambil menunjuk mereka. Gio dan Toni mengalihkan pandangannya dan bangkit berdiri untuk berkenalan dengan sahabat Jenny. Saat Gio dan Toni melihat sahabat Jenny mereka sangat terkejut ternyata sahabat Jenny adalah Dina. Gadis yang selama ini menarik perhatiannya. Begitu juga dengan Dina dan Nayla. Nayla sangat ingat dengan Gio dan Toni mereka adalah yang pernah membantu Dina sewaktu pingsan dikampus.
Sedangkan Dina mengingatnya orang yang pernah membantunya saat dilecehkan di tempat kerja lamanya. Mereka jadi diam seperti patung.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Trimakasih sudah mampir untuk membaca karya saya. Kalau sudah mampir ,tolong tinggalkan jejaknya ya.
Trimakasih๐๐ป๐๐ป๐๐ป
__ADS_1