Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 29


__ADS_3

Akhirnya, Toni melihat wanita itu yang sedang asik menikmati makanannya. Toni melangkah kearah meja wanita itu dengan tersenyum.


"Apa boleh aku duduk disini?" tanya Toni yang berdiri didepan wanita itu. Wanita itu langsung menegakkan mencondongkan wajahnya keatas. Dia ingin melihat siapa yang ingin makan bersamanya. Karena dia belum punya teman dikantor itu.


"Kak, Toni" ucapnya dengan wajah kaget.


"Boleh, kak Nayla sangat senang ada yang mau duduk bersama Nayla disini" ucapnya sambil mengendalikan kekagetannya. Ternyata perempuan yang disukai Gio adalah Nayla.


Toni langsung duduk didepan Nayla.


"Tumben, kak makan dikantin. Sejak pertama Nayla kerja disini ini pertama kali kakak makan dikantin" ucap Nayla.


"Si bos lagi makan siang bersama Dina dikantor" ucap Toni.


"owh" kata Nayla singkat. Karena Nayla sudah memberitahunya mau makan siang dikantor Gio. Semua kaget melihat Toni duduk bersama Nayla. Terutama pegawai perempuan mereka sangat kesal, karena Nayla pegawai baru kenapa bisa dekat dengan Toni, asisten dari CEO mereka.


"Wah, sepertinya aku akan dapat masalah" Ucap Nayla sambil melihat sekelilingnya. Semua pegawai wanita menatapnya dengan mata yang seperti ingin menerkamnya. Toni bingung mendengar apa yang diucap Nayla.


"Apa kamu melakukan kesalahan?" tanya Toni.


"Ya. Kesalahannya aku duduk dan makan bersama kakak. Semua fans kakak seperti mau menerkam, ku" ucap Nayla sambil menikmati makanannya.


Hahahahaha.


Toni tertawa mendengar ucapan Dina.


"Memangnya aku sangat tampan sampai aku punya fans?" ucap Gio sambil melirik Nayla yang masih menundukkan wajahnya.


"Tentu saja kak Toni tampan" ucapnya dengan tegas. Toni tersenyum mendengar jawaban Nayla. Nayla sadar apa yang dikatakannya barusan, Nayla langsung menutup mulutnya dengan wajah yang sudah memerah akibat pandangan Toni yang manis padanya. Toni langsung mengacak rambut Nayla dengan gemas. Nayla merasakan jantungnya berdetak lebih cepat saat Toni mengacak rambutnya.


Sebenarnya Toni juga merasakan jantungnya berdetak lebih cepat setiap dekat dengan Nayla dari dulu, Semenjak Nayla menangis terus melihat Dina yang masuk rumah sakit. Dia merasakan hatinya sangat sakit melihat kesedihan Nayla. Semenjak dari situ dia sadar kalau dua sudah menaruh hati pada Nayla.


Gio dan Dina menikmati makanannya.


"Kak, Dina ingin ketemu Nayla, ya. Karena kami pergi bareng ke kampus." ucap Dina sambil menyusun tempat bekal makan siang mereka.


"Aku, temani ya. Kamu,kan belum tahu letak kantin kantor." kata Gio. Gio tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Dina. Dina menganggukkan kepalanya dengan tersenyum pada Gio

__ADS_1


"Oh, ya sayang nanti sore kita fitting baju ya. Mama tadi kabari kakak," ucap Gio.


"Iya, kak. Mama juga tadi sudah bilang sama Dina. Tapi Dina ke kampus dulu sama Nayla. Karena hari ini kami ada pertemuan untuk persiapan wisuda besok. Jadi kita jumpa disana saja" Ucap Dina.


"Tidak bisa sayang. Kakak akan antar kalian ke kampus, kakak akan nunggu disana"


"Tapi, kerjaan kak Gio?"


"Hari ini, pekerjaan kakak sudah siap semua. Jadi kakak ada luang waktu menemanimu."


"Tapi" perkataan Dina langsung dipotong sama Gio.


"Tidak ada bantahan, sayang." ucap Gio dengan tegas. Dina langsung memasang wajah kesal. Gio merasa gemas dengan wajah Dina seperti itu.


"Jangan seperti itu wajahnya sayang. Sudah Ayuk jumpa Nayla kita." ucap Gio sambil menarik tangan Dina untuk bangkit dari tempat duduknya. Dina langsung memasang wajah bahagia. Dina langsung menggandeng tangan Gio sampai kekantin kantor.


Semua pegawai melihatnya, banyak yang berbisik-bisik.


'Pacar bos cantik ya'


'siapa sih wanita itu? centil sekali sama bos'


Seperti itulah bisikan yang mereka dengar. Tapi mereka hanya diam saja. Ada banyak pegawai mereka yang senang bosnya sudah punya pacar, tapi ada juga yang tidak suka terutama sekretarisnya Gio.


Mereka melihat Nayla sedang makan dengan seseorang. Saat mereka mulai mendekat, ternyata pria itu Toni. Gio sangat kaget. Mereka berdua langsung tersenyum, ternyata wanita yang dimaksud Toni adalah Nayla. Mereka langsung menghampirinya


"Wah, kalian lagi berkencan ya?" goda Dina pada sahabatnya.


"Dina" jawab Nayla dengan malu. Dia tahu saat ini sahabatnya itu pasti lagi menggodanya. Sedangkan Toni, hanya tersenyum saja.


Gio menepuk bahu Toni, Toni melihat Gio memberikan senyum padanya sambil menganggukkan kepalanya. Toni langsung mengetahui maksud dari Gio. Toni hanya tersenyum, ternyata dia sudah ketahuan wanita yang diincar Toni adalah Nayla.


Hahahaha


Dina ketawa melihat sahabatnya saat ini lagi malu-malu.


"Aku akan mendukung, kalau itu kak Toni" bisik Dina pada Nayla. Nayla jadi malu, dia langsung menyenggol tangan Dina.

__ADS_1


"Ya, sudah. Sekarang kita harus ke kampus. Dari pada kita telat jadi ketinggalan info." kata Dina.


"Iya, sebentar dulu aku ambil tas dulu. Oh, ya aku lupa minta ijin sama atasan ku" kata Nayla dengan lesu.


"Apa kamu lupa,Nay kakak yang jadi atasan mu?" ucap Toni dengan tersenyum.


"Tidak,sih kak. Bukannya kita harus buat surat ijin dulu dari satu sebelumnya?"


"Sudah tenang saja, pergilah. Lagian ini pergi untuk mempersiapkan wisuda kalian. Ya, kan bos" ucap Toni sambil menyenggol tangan Gio.


"Iya. Kami yang akan mengantar kalian ke kampus" Sambung Gio


"Benar, bos?" tanya dari Toni dengan semangat. Gio ketawa melihat tingkah Toni seperti itu. Gio hanya mengangguk kepalanya dengan senyum.


Merekapun pergi bersama ke.kampus dengan naik mobil Gio. Toni yang menjadi supirnya, Nayla duduk didepan bersama Toni. Gio dan Dina duduk dibelakang bersama.


Sesampai dikampus, Gio dan Toni menunggu dalam mobil.


"Sejak kapan kamu menyukai Nayla?"tanya Gio disaat mereka hanya berduaan dalam mobil.


"Aku tidak, tahu. Yang pasti sat di nangis dirumah sakit saat Dina dirawat hatiku juga sakit melihatnya nangis" jawab Toni dengan serius.


"Aku akan mendukungmu. Nayla gadis yang baik, kejarlah." kata Gio sambil menepuk pundak sahabatnya itu dengan tersenyum. Toni tersenyum mendengar sahabatnya akan mendukungnya.


"Oh, ya. Apa Tasya dan Joni sudah kamu kabari untuk datang diacara pernikahan ku? Sudah lama rasanya kita tidak ketempat Joni" kata Gio.


"Sudah ku kabari mereka. Joni sudah lama tidak ada di Indonesia. Sekarang dia sibuk pergi ke LA" kata Toni dengan tersenyum.


"LA? Ngapain dia kesana? Apa dia buka usahanya yang baru disana?" tanya Gio dengan wajah yang masih bingung.


"Ehm. Kemarin dia bilang dia mencoba buka restoran di sana. Ya, sekalian dia mau mendekati sang pujaan hatinya? " ucap Toni dengan tersenyum


"Wah, itu orang sekarang sudah memutuskan mengecat Tasya? Bagus lah, dia sudah ada kemajuan" Ivan Gio dengan tersenyum bahagia mendengar sahabatnya Joni mengecat cintanya. Karena mereka tahu Joni sangat menyukai Tasya sejak lama.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Jika ada kesalahan Typo tolong dimaafkan ya. Kalau teman-teman sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Terimakasih untuk teman-teman yang masih setia membaca karya saya dan yang mendukung saya.πŸ™πŸ»

__ADS_1


__ADS_2