
Gio lagi menikmati makanan yang dibawa Resi. Resi sangat senang Gio makan makanan yang dibawanya. Saat Gio selesai makan Resi duduk disamping Gio dan langsung memeluknya.
"Aku menyukai, mu Gio" ucap Resi dengan suara manja. Gio sangat kaget apa yang dilakukan Resi padanya. Gio berusaha melepaskan pelukannya. Tapi saat dia ingin melepaskan pelukan Resi, Gio mendengar suara benda yang jati didepan pintunya.
"Mas Gio!" ucap Dina pelan sambil menahan supaya tidak menangis. Gio melihat ternyata istrinya lah yang datang. Resi tetap masih memeluk Gio dengan erat sambil senyum mengejek.
"Sayang ini tidak seperti yang kamu bayangkan" ucap Gio sambil berusaha ingin melepas dari Resi. Akhirnya Gio terlepas dari Resi.
Bukannya lari, Dina malah mendekat kearah Gio.
Prak...
Gio kaget ternyata Dina menampar Resi dengan keras sampai akhirnya Resi jatuh dan keluar darah diujung bibirnya.
"Apa kamu tidak punya harga diri? Sampai kamu ingin merebut suami orang? Perempuan apa dirimu?" bentak Dina pada Resi. Resi bangkit berdiri sambil memegang pipinya yang kena tamparan Dina. Gio hanya diam saja. Dia masih kaget, ini pertama kalinya dia melihat istrinya yang lembut sangat marah.
"Beraninya kamu menampar, ku?" bentak Resi
"Ya. Itu layak untuk kamu dapatkan perempuan ******! Jangan pernah berharap kamu bisa mendapatkan suami, ku! Aku akan tidak akan tinggal diam! Pergi!" ucap Dina dengan tegas. Resi sangat kesal pada Dina, dia merasakan harga dirinya telah jatuh. Resi pun pergi dari ruangan Gio.
Setelah Resi, pergi Dina menatap tajam pada Gio. Gio melihat saat ini istrinya menatapnya dengan tajam.
"Ah...Sepertinya saat ini istriku akan menelan aku hidup-hidup" gumam Gio dalam hati. Dina langsung mendekat kearah Gio sambil menatap tajam.
__ADS_1
"Sayang aku bisa jelaskan, aku sudah berusaha melepaskan pelukannya" ucap Gio dengan gugup karena tatapan Dina padanya.
"Akhirnya aku tahu kenapa semalam mas Gio mendiami aku. Berarti benar mas Gio tidak mencintai aku lagi" ucap Dina dengan menahan air matanya tidak jatuh. Gio melihat wajah sendu istrinya dan mata Dina yang sudah berkaca-kaca. Gio merasakan sakit dihatinya saat mendengar perkataan istrinya.
"Kalau mas mau kita berpisah aku tidak akan menghalanginya! Aku.." ucapan Dina terpotong karena mulut Dina langsung dibungkam dengan mulut Gio. Dina meronta minta dilepaskan Gio. Tapi karena Gio tidak mau menghentikannya, Dina terpaksalah diam. Gio merasakan Dina tidak lagi meronta, akhirnya Gio melepaskannya. Kening mereka saling menyatu. Setelah itu, Gio langsung memeluk Dina dengan erat.
"Aku tidak akan mau berpisah dengan kamu sayang! Semuanya tidak benar, aku masih mencintai kamu dan calon anak kita" ucap Gio sambil mengelus rambut Dina dengan lembut. Mendengar perkataan Gio, Dina yang dari tadi tidak menangis akhirnya air matanya jatuh dan menangis di dekapan Gio.
"Semuanya aku bisa jelaskan sayang. Aku mohon jangan menangis aku tidak tahan kamu melihatmu menangis!" ucap Gio. Dina yang merasakan perkataan Gio yang tulus Dina pun membalas pelukan Gio. Dina memeluk erat Gio, Gio senang Dina sudah mulai tenang dan membalas pelukannya.
***
Maya sekarang diberikan kepercayaan oleh mamanya untuk menjalan bisnis milik keluarga dari mamanya yang selama ini dikelola mamanya dengan dibantu papanya. Sedangkan kakaknya sepulang dari luar negeri Ray memutuskan Juna lah yang akan menggantika posisi nya di perusahaan milik keluarganya. Untuk perusahaan yang dikelolanya di Milan akan diurus sama asistennya yang dipercayainya selama di Milan tapi tetap dalam pantauannya.
Maya disambut dengan ramah sama pelayan, dia sangat kaget ternya restorannya sangatlah ramai. Saat Maya sudah duduk dia langsung dihampiri seorang pelayan untuk bertanya makanan apa yang akan dipesannya. Maya pun memesan makannya, sambil menunggu pesanannya dia melihat sekelilingnya mata pria yang melihatnya seperti ingin menerkamnya. Dia melihat dirinya kenapa mata pria didalam melihatnya, dia melihat ternyata dress yang dipakainya sangat terlalu mini sehingga kalau dia duduk menunjukkan pahanya yang sangat mulus dan putih. Dia merasakan kelegaan untung kliennya tadi adalah seorang wanita dan mereka meeting ya didalam ruangan privat room.
Saat dia ingin berusaha menurunkan bajunya yang agak naik, seorang pria datang meletakkan jaketnya diatas paha Maya, sehingga paha Maya yang mulus tidak kelihatan lagi. Maya melihat kearah pria itu.
"Kak Satria!" ucap Maya yang terkejut ternyata pria yang membantunya adalah Satria sahabat dari kakaknya. Satria langsung duduk didepan Maya dengan senyum.
"Terimakasih, kak!" ucap Maya dengan senyum. Maya langsung melihat sekelilingnya termasuk para pria tidak melihat kearah pahanya.
"Lain kali pakailah baju yang tidak terlalu mini! Supaya mereka tidak melihat seperti ingin memakan, mu" ucap Satria sambil mengelus rambut Maya dengan lembut. Entah bagaimana Maya merasakan jantungnya berdetak lebih cepat karena perbuatan Satria padanya.
__ADS_1
"Iya kak" ucap Maya dengan gugup. Maya semakin gugup karena Satria terus memandangnya.
"Apa kakak mau makan disini?" tanyanya lagi.
"Tidak. Ini adalah resto, ku." ucap Satria dengan senyum
"Resto kakak? Bukannya kakak seorang fotografer dan punya studio sendiri?"
"Benar, tapi dari dulu aku ingin sekali membuka resto untuk menyalurkan hobi ku yang suka memasak. Karena aku sudah punya cukup modal, aku ingin mencobanya. Untung saja mall ini milik keluarga Gio sehingga dapat diskon untuk membuka restoran disini. Hahahaha" jelas Satria pada Maya.
Maya tersenyum mendengar penjelasan Satria padanya.
"Apa kamu sudah memesan makanan untuk, mu?"
"Sudah, kak" beberapa detik kemudian pesanan Maya datang.
"Makanlah, aku ingin mendengar pendapatmu tentang rasa makan yang di resto, ku!"
"Baiklah" jawab Maya dengan senyum. Maya menikmati makanannya dengan lahap. Satria terus memperhatikan Maya, tanpa sadar Satria senyum sendiri melihat Maya makan dengan lahap. Akhirnya makannan-nya Maya habis, Maya sangat malu Satria terus melihatnya. Satria yang melihat diujung bibir Maya ada sedikit kotor, Satria dengan secara tiba-tiba langsung membersihkan mulut Maya dengan saputangannya. Maya sangat terkejut dengan perlakuan Satria padanya. Wajah mulai memerah, apalagi dia melihat pelayan resto semua melihatnya.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Maafkan author ya karena sering lama-lama up-nya. Karena author punya pekerjaan, jika author ada waktu luang baru bisa up. Terimakasih masih tetap setia membaca ya.ππ»
__ADS_1