
Seperti yang sudah disepakati empat sahabat itu akan berkumpul dirumah Dina. Selesai bekerja Maya dan Jenny langsung kerumah Dina mereka sampai bersamaan, tinggal Nayla yang belum datang. Setengah jam mereka sampai, barulah Nayla datang. Mereka mengobrol dikamar Dina. Diperbincangkan mereka hanya Maya lah kurang semangat. Dina menyadari saat ini Maya lagi banyak pikiran.
"May, kalau kamu punya masalah cerita sama kita saja" ucap Dina sambil menatap Bella yang lagi duduk di sofa dekat tempat tidur Dina. Maya yang mendengar perkataan Dina langsung melihat sahabatnya sudah melihatnya dengan serius.
"Aku tidak tahu apakah harus menerima perjodohan yang direncanakan orang tua ku!"
Ucapnya sambil menyandarkan kepalanya di sofa sambil menatap ke atas.
"Perjodohan? Jadi bagaimana hubungan kamu dengan Kak Satria? Bukannya kalian sudah dekat?" tanya Nayla.
"Aku juga bingung, Samapi saat ini kak Satria tidak pernah menyatakan rasa sukanya padaku!"
"Jawab jujur, May kamu sudah suka sama kak Satria, kan?" tanya Jenny.
"Sudah, tapi kaku tidak tahu itu kapan perasaan itu muncul? Dan juga belakangan ini kak Satria tidak memberi kabar. Apa yang harus aku lakukan?" ucap Maya dengan menutup matanya, dan kini air matanya menetes dari ujung matanya. Para sahabatnya langsung mendekatinya. Maya langsung duduk karena sahabatnya sudah duduk disampingnya. Mereka langsung berpelukan.
"Kami tidak tahu apa yang bisa kami bantu. Tapi aku sebagai sahabatmu, hanya mau kasih tahu lakukanlah sesuai kata hatimu. Dan juga, setiap orang tua pasti mau memberi hal yang terbaik buat anak mereka" ucap Dina. Mendengar ucap Dina perasaan Maya mulai agak tenang.
"Jadi, Ki mau tahu apa kamu sudah mengambil keputusan?" tanya Jenny. Maya hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
"Baiklah, kami sahabatmu akan selalu mendukung keputusanmu, asalkan kamu bahagia" ucap Nayla. Maya tersentuh dengan kata-kata sahabatnya.
"Thanks my best friends" ucap Maya sambil merentangkan tangannya. Mereka semua langsung berpelukan kembali.
***
Maya yang sudah pulang dari rumah Dina, Maya melihat keluarganya lagi kumpul diruang keluarga sambil menonton TV. Maya langsung memberi salam kepada orang tuanya dengan tersenyum manis, dan setelah dia langsung membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
Setengah jam dia membersihkan tubuhnya, lalu menghampiri keluarganya.
"Ma, pa! Maya mau memberi tahu sesuatu" ucap Maya yang sudah duduk di sofa. Orang tuanya yang dari tadi fokus menonton Tv. Saat ini mereka memandang Maya dengan penuh heran
"Apa sayang?" tanya Rani pada putrinya. Maya menghela nafas panjang dengan menata kedua orang tuanya.
"Maya setuju dengan perjodohannya" ucap Maya dengan wajah yang serius. Orang tuanya dan Juna kakaknya kaget mendengar perkataan Maya.
"Kamu serius, dek?" tanya Juna memastikan. Karena Juna sudah tahu bahwa adiknya dijodohkan dengan anak sahabat dari mamanya yang tinggal di Amerika. Juna juga tahu pria mana yang akan dijodohkan pada Maya.
"Iya, kak. Maya serius. Maya tahu mama dan papa pasti tahu yang terbaik dengan Maya" ucap nya dengan serius. Mendengar ucapan putrinya Rani bangkit dan langsung memeluk Maya dengan erat.
"Putri mama sudah dewasa ternyata" ucapanya sambil mengelus kepala Maya dengan lembut.
"Apa papa tidak dipeluk juga" ucap Ray dengan cemberut. Maya mendengar perkataan papanya langsung berlari memeluk papanya. Ray kemudian tersenyum setelah mendapat pelukan dari putrinya.
"Tentu saja Maya mau peluk papa terkeren bagi Maya" ucapnya. Ray langsung mengecup kening Maya dengan penuh kasih sayang.
Maya, Ray dan Rani ketawa mendengar ucapan putranya. Mereka malam itu penuh canda tawa.
Karena waktunya sudah untuk istirahat, mereka masuk ke kamarnya masing-masing. Maya yang sudah merebahkan tubuhnya di kasurnya, dia menatap langit-langit kamarnya. Dari tadi dia berusaha untuk memejamkan matanya, tapi dia tidak bisa. Dia terus mengingat tentang Satria yang sudah beberapa hari tidak ada kabarnya.
Maya mengambil HPnya berharap ada pesan dari Satria, tapi setelah di ceknya tidak ada satupun pesan dari Satria. Maya mengambil keputusan ingin men chat Satria.
π¨ "Kak, apa kabar? Tumben tidak datang kerumah lagi? Kakak dimana?"
Pesan yang dikirim ya pun masuk, Maya terus memandang hpnya. Tapi hanya di read saja dengan Satria.
__ADS_1
"Kenapa hanya di read saja? Apa aku punya salah? Ku coba lagi, deh!" gumamnya
π¨ "Kak kenapa hanya di read saja? Apa Maya punya salah?"
Pesannya pun masuk, setelah beberapa menit tanda pesan dibacapun muncul. Tapi ditunggu-tungu tidak ada balasan dari Satria. Maya sedih karena tidak ada balasan dari Satria. Tanpa sadar air matanya keluar karena memikirkan Satria. Karena matanya sudah mulai lelah, akhirnya Maya tertidur.
Maya terbangun dari tidurnya karena cahaya matahari yang masuk ke kamarnya dari celah-celah jendela kamarnya. Maya merasakan hari ini dia sangat malas untuk berangkat kerja. Saat dia ingin kembali tidur, pintu kamarnya diketok sama mamanya dan memanggil namanya.
"Maya, kamu sudah bangun? Boleh mama masuk?"
"Iya, ma. Masuk saja pintunya tidak Maya kunci" teriaknya dari dalam kamarnya. Rani masuk dalam kamarnya, dia melihat putrinya masih berada ditempat tidur. Dan wajah putrinya sangat lesu.
"Sayang kamu sakit? Wajah ku seperti lesu" ucap Rani yang sudah duduk ditepi tempat tidur Maya.
"Tidak, ma. Maya hanya merasa kecapekan saja. Rasanya Maya pengen tidur saja!" ucapnya dengan lesu
"Ya, sudah hari ini kamu tidak usah masuk kantor saja. Nanti mama kasih tahu sama kak Juna. Oh, ya sayang hari ini kita akan jumpa sama keluarga calon tunangan kamu malam ini ya." Maya sangat mendengar perkataan mamanya. Padahal dia belum terlalu siap. Dihatinya masih memikirkan Satria.
"Malam ini, ma? Cepat sekali, ma?" ucapnya
"Iya, sayang orang tuanya tidak sabar ingin bertemu calon mantunya katanya. Berdandan lah yang cantik, ya. Sekarang kamu mandi, biar kita sarapan bareng" ucap Rani sambil mengecup kening Maya dengan lembut.
"Nanti saja Maya sarapannya, ma. Maya masih pengen tidur. Tidak apa-apakan, ma?" ucap Maya dengan lesu.
"Ya, sudah nanti kalau lapar makan ya sayang. Mama dan papa mau pergi setelah sarapan, soalnya kami ada urusan penting sampai sore. Bye sayang" ucap Rani sambil bangkit berdiri. Setelah Rani pergi Maya mengecek Hpnya berharap ada balasan dari Satria, tapi tetap saja tidak ada. Maya, pun mengirim pesan lagi pada Satria.
π¨ " Kak, apa Maya melakukan kesalahan? Jika, ia tolong beritahu apa kesalahan Maya. Dan juga memberitahu hari ini Maya akan ketemu dengan pria yang akan dijodohkan sama Maya. Apa Maya harus pergi?"
__ADS_1
Maya terus menatap ponselnya, berharap balasan dari Satria. Setelah setengah jam, pesan yang dikirim Maya telah dibaca oleh Satria.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ