Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 7


__ADS_3

Keesokan harinya, Dina terbangun dari tidurnya. Nayla dan kedua orang tuanya Nayla sangat senang. Merekalah yang menjaganya sepanjang malam. Setelah Dina bangun, Nayla langsung menghubungi Gio untuk memberi tahu bahwa Dinansudah bangun.


Gio sangat senang mendengarnya. Tapi Gio tidak bisa langsung kesana karena dia harus pergi keluar kota untuk rapat penting. Gio memberi tahu Nayla bahwa dia tidak bisa datang, karena untuk beberapa hari dia ada diluar kota untuk rapat penting.


Setelah 2 hari istirahat dirumah sakit, Dina diperbolehkan pulang. Dina langsung pulang kerumahnya dengan diantar Nayla dan keluarganya.


Sesampai dia dalam rumah Dina langsung tidur kasurnya. Dia sangat merindukan kasurnya. Nayla memutuskan untuk tidur dirumah Dina. Supaya untuk menjaga Dina. Hanya orang tua Nayla saja yang pulang. Sepanjang malam mereka asik bercerita tentang apa yang terjadi. Nayla memberitahu juga memberitahu yang Dina ditolong oleh Gio.


Akhirnya sang fajar telah muncul, sedikit cahaya masuk dari celah-celah dibalik tirai yang menutup jendela. Dina terbangun dari tidurnya, Dina langsung membangunkan Nayla, karena mereka harus pergi ke kampus.


Setelah 2 hari Gio rapat diluar kota, dia langsung memerintahkan Toni untuk menyuruh seseorang memantau bagaimana kegiatan Dina sepanjang hari. Karena dia belum bisa untuk menjumpai Dina. Pekerjaannya sangat banyak, dan harus diselesaikannya secepatnya.


Setiap waktu dia selalu menerima foto-foto kegiatan Dina, dia juga menerima info bahwa Dina lagi mencari pekerjaan dari orang yang disuruhnya untuk memantau kegiatan Dina.


Dikampus


Dina dan Nayla fokus untuk mendengarkan dosennya, Dina tidak menyadari kalau Bram terus meliriknya. Selesai mata kuliahnya berakhir, Bram langsung menghampiri tempat duduk Dina dan Nayla.


"Din, apakah kamu sudah baikan?"tanya Bram


"Sudah,Bram. Karena aku sudah baikan makanya aku kuliah" jawab Dina dengan tersenyum yang manis. Senyum yang sudah beberapa hari tidak dilihat Bram.


"Oh, ya Nay. Apakah kamu tidak jadi membuat lamaran ke cafe ku" tanya Bram.


"Tentu saja jadi. Aku sangat senang kamu masih mau memberi ku kesempatan kerja di cafe mu. Apakah surat lamaran ku diperlukan?" tanya Dina


"Tidak perlu. Aku sudah tahu identitas mu" Jawabnya.


"Kalau kamu mau, kamu bisa kerja hari ini" sambung Bram dengan tersenyum.


Di saat Dina berpikir, Nayla bertanya kepada Bram.


"Bram, apakah aku bisa juga bekerja di tempatmu?" tanya Nayla dengan wajah serius. Dina sangat terkejut dengan bahwa Nayla juga akan bekerja.


"Nay, kamu yakin?" tanya Dina. Nayla langsung melihat kearah Dina.

__ADS_1


" Iya,Din. Aku harus menemani mu" jawabnya dengan tersenyum. Dina sangat senang sahabatnya menemaninya bekerja.


"Bagaimana Bram?" tanya Nayla lagi. Dina dan Nayla melihat Bram dengan fokus.


"CK, tentu saja bisa" kata Bram dengan tersenyum.


"Thanks, ya Bram" jawab mereka dengan kompak sambil tersenyum


"Ya, sudah kalian langsung kesana saja. Nanti temui saja yang namanya Sifa. Dia sudah tahu, dia akan memberi tahu apa saja pekerjaan kalian. Aku tidak bisa menemani kalian, aku ada urusan." Kata Bram. Nayla dan Dina hanya menganggukkan kepala mereka saja sambil tersenyum.


Tanpa mereka sadari dari tadi Maya terus memperhatikan mereka, kelihatan wajahnya yang sangat marah karena Bram menghampiri mereka.


***


Akhirnya mereka resmi jadi pegawai cafe milik Bram. Tak, terasa sudah satu bulan Dina dan Nayla bekerja. Setiap hari Bram selalu datang ke cafenya. Kalau cafe lagi sepi, Bram selalu mengajak Dina mengobrol. Nayla memperhatikan gerak gerik Bram kepada Dina. Dia selalu melihat Bram sangat perhatian pada Dina. Setiap hari Bram selalu menawarkan untuk mengantar mereka pulang. Dan setiap Bram yang mengantar mereka, Dina selalu duduk didepan samping Bram.


"Din, sepertinya Bram sangat menyukai mu! " kata Nayla dengan serius saat mereka sudah sampai rumah.


"Jangan ngacoh,Nay" jawabnya sambil ketawa.


"Ye, ngak percaya! Lihat deh, kamu tidak merasa kalau dia perhatian banget denganmu? sangat berbeda perhatiannya dengan pegawai yang lain!" kata Nayla dengan serius.


"Baiklah" jawab Nayla yang ikutan juga merebahkan tubuhnya di kasur.


Karena mereka sangat kelelahan, hari ini pengunjung cafe sangat rame sekali.


Ditempat lain Gio selalu menerima info tentang Dina. Dia sangat kesal mendapatkan info belakangan ini Dina sangat dekat dengan pria. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kerjaannya selalu ada. Dia selalu bolak balik keluar negeri untuk rapat proyek mereka yang ada diluar negeri.


Dikampus.


Dina fokus dan tenang mengerjakan ujiannya. Dina yang selalu pertama selesai mengerjakan ujiannya. Karena Dina adalah siswa yang sangat pintar, nilai-nilainya juga selalu memuaskan bagi dosennya. Semua para dosennya sangat menyukai Dina karena dia pintar dan kepribadiannya yang sangat baik.


Dina menunggu Nayla yang masih mengerjakan ujiannya, setelah Nayla selesai, mereka mengumpulkan kertas ujiannya bersama-sama. Karena mereka ujiannya satu mata kuliah, mereka cepat pulang. Disaat mereka jalan pulang, mereka dihadang sama sekelompok pria yang tidak mereka kenal.


"Siapa kalian? kenapa kalian menghadang kami?" tanya Dina dengan ketakutan. Mereka saling berpegangan tangan mereka.

__ADS_1


Pria itu hanya ketawa saja mendengar pertanyaan mereka. Salah satu pria menghampiri mereka. Pria itu menghelus rambut panjang Dina yang terurai itu. Dina dan Nayla semakin ketakukan. Dina semakin mengeratkan pegangan tangan mereka. Karena tidak berani melawan, apalagi itu jalan sangat sepi.


"Harum, dan cantik" kata pria itu dengan tersenyum licik.


"Kau harus kucicipi" katanya ditelinga Dina. Dina semakin gemetar mendengar perkataan pria itu.


Ha....ha...ha...


Temannya pria itu hanya ketawa saja.


"Tolong lepaskan kami, kami tidak mengenal kalian" kata Nayla dengan suara yang gemetar.


"Bawa mereka masuk ke mobil" kata pria yang menyentuh rambut Dina kepada teman-temannya. Tak butuh waktu yang lama, pria itu menarik Dina dan Nayla, Dina dan Nayla memberontak dari mereka sambil berteriak minta tolong, berharap ada yang bantu mereka.


Tapi tiba-tiba disaat mereka ditarik, ada 2 mobil berhenti. Yang keluar dari mobil itu 5 pria dan satu wanita. wanita itu datang menghampiri mereka.


"Apa kalian tidak malu dengan perbuatan kalian?" tanya wanita itu kepada mereka.


"Tidak usah ikut campur nona dengan kesenangan kami" kata pria yang tadi menyuruh temannya.


"Tentu saja aku harus ikut campur. Kalian sudah menyakiti teman-temanku. Lepaskan mereka atau kalian kena akibatnya" perintahnya. Dina dan Nayla sangat senang ada yang mau membantu mereka.


"Kalau kami tidak mau? apa yang akan kau lakukan?" tanya pria itu dengan sinis.


Tiba-tiba wanita itu langsung menghajar mereka, pria-pria yang mengikutinya tadi juga ikut menghajar preman itu.


Tak kurang dari 5 menit, preman tadi sudah babak belur. Dina dan Nayla sangat kagum dengan wanita itu. Mereka langsung berlari kearah wanita itu.


"Trimakasih sudah menolong kami" kata Dina dengan tersenyum. Wanita itu juga tersenyum dengannya. Dia sangat kagum dengan kecantikan dan senyum Dina. Dia melihat wajah cantik Dina mirip sekali dengan ibunya.


"sama-sama" katanya dengan tersenyum, dia tidak bisa berpaling dengan wajah Dina. Dia sangat bingung kenapa wajah Dina sangat mirip dengan ibunya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Trimakasih masih setia membaca karya saya. Maafkan saya jika ada kesalahan Typo. πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

__ADS_1


Jika sudah mampir, silahkan tinggalkan jejaknya ya😊


Trimakasih.


__ADS_2