Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 54


__ADS_3

Akhirnya Pernikahan Maya dan Satria berlangsung. Wajah Maya tampak cantik dan selalu senyum, para sahabatnya bersamanya didalam ruangan. Dina juga membawa Prince kedalam ruangan yang khusus untuk pengantin wanita. Sambil menunggu waktu mereka selalu mengisi waktu dengan canda tawa. Akhirnya papanya Maya datang masuk menjemput putrinya. Para sahabatnya sudah duluan masuk kedalam gedung, sebelum Maya dan Ray masuk kedalam.


Musik yang sangat indah telah dimainkan, tanda pengantin wanitanya akan masuk kedalam ruangan. Saat pintu terbuka, Maya melihat seorang pria dengan pakaian warna putih telah berdiri didepan altar dengan wajah senyum. Semua tamu yang didalam gedung terpesona dengan kecantikan Maya, yang dengan memakai gaun putih warna yang sama dengan pengantin pria. Sesampai di depan altar, Ray menyerahkan tangan putrinya ketangan Satria.


Acara pengucapan janji suci Maya dan Satria pun dimulai. Acaranya penuh hikmat dan orang tua mereka menangis terharu melihat anak mereka kini sah menjadi suami istri. Tampak dari wajah kedua mempelai sangat bahagia. Selesai acara pengucapan janji suci, mereka dan seluruh tamu yang menyaksikan ucapan janji suci mereka langsung bergerak ke tempat acara resepsi mereka di hotel.


Sebelum acaranya dimulai, Maya dan Satria mengganti pakaian mereka. Satria yang melihat kecantikan Maya sangat ingin sekali menggoda Maya. Maya yang merapikan pakaiannya, Satria langsung memeluk Maya dari belakang. Maya sangat kaget Satria memeluknya tiba-tiba. Maya, merasakan hembusan nafas Satria dilehernya karena Satria meletakkan kepalanya di leher belakang istrinya. Kina Maya merasa jantungnya saat ini berdetak lebih cepat. Dia sangat malu kalau sampai Satria mendengar detak jantung sangat cepat berdetak.


"Kak, a..apa yang kakak lakukan?" tanya Maya dengan gugup.


"Aku sangat senang akhirnya kita sudah menjadi suami istri. Aku juga sangat bahagia, kamu mau menjadi istri, ku. Tapi rasanya penggilan untuk diriku tidak enak didengar sayang" ucap Satria yang masih kepalanya berada dileher Maya.


"Maksudnya, kak?" Maya sangat bingung dengan apa yang dikatakan pria itu yang kini sudah menjadi suaminya itu.


"Aku mau kamu Mengganti panggilan kamu untuk, aku! Aku tidak mau kamu panggil aku kakak, aku kini sudah jadi suamimu" oceh Satria. Maya tersenyum dengan apa yang di protes Satria padanya.


"Baiklah, aku akan panggil mas gimana?" tanya Maya dengan tersenyum. Satria bisa melihat saat ini Maya tersenyum padanya karena Satria melihatnya dari pantulan kaca yang ada di depan mereka.

__ADS_1


"Aku setuju" ucap Satria tersenyum.


"Sayang selesai acara kita nanti kamu harus sudah siap. Aku tidak mau menundanya lagi" bisik Satria ditelinga Maya. Maya yang mengerti kearah mana Satria bicara, langsung memutarkan tubuhnya. Sehingga wajah mereka saling berhadapan. Wajah Maya mendengarnya langsung memerah. Maya langsung menatap tajam Satria. Satria sangat ingin ketawa melihat reaksi Maya saat ini.


"Aku baru tahu kalau pria yang sudah jadi suami ku saat ini ternyata sangat mesum" ucap Maya yang masih menatap Satria.


Hahahaha


Satria ketawa mendengar ucapan Maya.


"Mas, sepertinya kita sudah ditunggu" ucap Maya. Satria langsung melepaskan pelukannya.


"Baiklah, sayang. Aku buka dulu pintunya" Satria langsung membuka pintu kamarnya. Ternyata Juna.lah yang datang.


"Kalian sudah ditunggu. Ingat bro, kalian harus tahan dulu. Soalnya sudah banyak tamu yang menunggu kalian" ucap Juna sambil senyum menggoda pasangan yang baru sah menjadi suami istri itu. Maya melihat kakaknya yang datang dan Maya juga mendengar ucapan kakaknya. Maya langsung menghampiri kakaknya.


"Kak Juna!" ucap Maya kesal mendengar ucapan kakaknya. Satria saja yang mendengar ucapan sahabatnya itu yang sekarang jadi kakak iparnya, hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali sambil tersenyum. Juna langsung ketawa melihat tingkah pengantin baru itu.

__ADS_1


"Sudah, kalian masuk sekarang!" ucap Juna lagi, lalu dia jalan duluan. Maya dan Satria pun mengikuti Juna dari belakang, Satria menggandeng tangan Maya dengan erat seakan dia takut Maya terlepas dari tangannya. Maya hanya senyum saja melihat tingkah Satria.


***


Maya dan Satria sudah diatas panggung. Mereka melihat sudah banyak tamu yang datang. Mereka tidak menyangka akan banyak tamu yang datang. Satu persatu tamu undangan naik keatas untuk memberi selamat kepada mereka. Maya sudah sangat lelah karena tamunya tak berhenti berdatangan. Satria tahu saat ini istrinya pasti kelelahan. Satria langsung menyuruh Maya untuk duduk saja. Dia yang akan melayani setiap tamu yang datang ingin memberi selamat kepada mereka.


Akhirnya, acara resepsi pernikahan Maya dan Satria selesai juga jam 5 sore. Karena acara resepsinya langsung dimulai setelah ucapan janji suci mereka. Maya dan Satria langsung masuk ke kamar mereka untuk mengganti pakaian mereka dengan baju santai. Maya dan Satria ingin langsung berangkat ketempat mereka bulan madu. Mereka memilih bulan madu ke Inggris. Orang tua mereka hanya mendukung saja keputusan mereka. Mereka naik jet pribadi milik Gio. Mereka diantar keluarga dan para sahabat mereka ke bandara. Hanya Dina dan Gio yang tidak ikut mengantar mereka. Karena putra mereka sudah tampak lelah. Maya dan Satria tidak mempermasalahkannya, karena mereka mengerti keadaan mereka yang kini sudah menjadi orang tua. Maya dan Satria memutuskan akan berbulan madu selama 2 bulan disana. Sekalian Satria ingin mengurus pekerjaannya disana. Dari awal dia sudah minta ijin sama Maya, untuk mengijinkan dia mengurus cabang perusahaan ayahnya disana. Maya pun setuju, karena Maya tahu Satria adalah anak tunggal dari mertuanya.


***


Tak terasa saat ini prince putra Dina dan Gio sudah 7 bulan. Dina menjadi ibu dan istri yang selalu sempurna di mata suaminya. Meskipun saat ini Gio selalu pulang malam, Dina tidak mempermasalahkannya, karena dia tahu beban yang ditanggung Gio. Apalagi saat ini Jenny telah hamil 4 bulan, Jenny memutuskan untuk ambil cuti. Jadi seluruh pekerjaan di perusahaan papa mereka, mereka memutuskan untuk menyerahkan kepada suami mereka, Gio dan Bram. Bram yang tidak biasa mengurus perusahaan dibidang Properti harus belajar dari istrinya. Bram hanya mengerti urusan tentang restoran dan arsitek saja. Bram dibantu dengan Gio, maka dari itu Gio selalu pulang larut karena mengurus perusahaan mertuanya dan perusahaan keluarganya.


Dina selalu menunggu suaminya pulang, meskipun matanya igin sekali tertarik tertup, dia selalu berusaha menahan rasa ngantuk nya. Supaya dia bisa tahu jam berapa suaminya pulang. Kalau suaminya belum makan Dina selalu menyiapkannya dan menunggunya sampai selesai.


Gio dan Dina sudah berada ditempat tidur mereka. Dina memeluk suaminya supaya dia bisa tidur nyenyak. Gio yang belum tertidur melihat wajah istrinya yang dalam pelukannya. Gio menyisihkan rambut Dina kebelakang telinganya yang menutupi wajahnya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2