Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 12


__ADS_3

Mulai dari parkiran sampai menuju bioskop, Gio terus menggandeng tangan Dina. Dina sangat malu apa yang dilakukan Gio. Karena semua pengunjung mulai dari pintu masuk, semuanya terus memandang mereka.


Ada yang berbisik, kalau mereka pasangan yang serasi karena wanitanya cantik dan prianya sangat tampan. Ada juga cewek-cewek yang memuja ketampanan Gio sehingga ada yang berandai kalau mereka yang jadi pacarnya Gio.


Disaat para wanita berbisik ingin jadi pacarnya Gio, Dina langsung menggenggam erat tangannya Gio. Gio hanya tersenyum dengan tingkah Dina, Gio menduga kalau Dina pasti cemburu dengan bisikan para wanita yang ingin jadi pacarnya.


Gio menyuruh Dina untuk duduk di kursi yang disediakan untuk pengunjung di dalam bioskop.


"Din, kamu duduk dulu. Saya akan beli tiketnya dulu" kata Gio.


Dina pun menunggu Gio, sambil memainkan handphone nya. Didepan nya tampak seorang pria duduk dengan santai, saat Dina melihat dia melihat pria itu terus melihatnya.


Di saat mata mereka bertemu, pria itu tersenyum padanya. Pria itu sangat terpesona dengan kecantikan Dina yang sangat natural. Tanpa alat makeup saja wajahnya masih terlihat cantik.


"Hai, Nona apakah kita bisa berkenalan?" tanya pria itu dengan senyum yang sangat tidak bisa diartikan, karena dia terus melihat Dina dari atas sampai bawah.


Dina tidak merespon pria itu, dia langsung bangkit dari tempat duduknya. Dia langsung mencari keberadaan Gio. Ketika Dia melihat Gio menuju kearahnya, dia langsung berlari kerah Gio dan langsung merangkul tangannya Gio.


Pria itu melihat Dina yang langsung berlari kearah Gio, dia langsung senyum tipis melihat kepergian Dina.


'Gadis yang menarik, aku pasti akan tahu siapa dirimu!' gumamnya sendiri.


Gio kaget melihat Dina yang berlari kearahnya dan langsung merangkulnya dengan wajah yang seperti ketakutan.


Gio langsung melihat kearah tempat duduk Dina tadi, dia melihat seorang pria disana yang masih terus menatap Dina. Gio langsung tahu penyebab Dina lari padanya.


"Tenanglah, kakak disini" kata Gio menenang Dina sambil mengelus tangan Dina yang sedang merangkul tangannya. Dina yang merasa mulai aman mendengar perkataan Gio, dia langsung melihat wajah Gio yang lagi tersenyum padanya.


"ehm" jawab Dina sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka menikmati film yang mereka nonton, didalam bioskop pun Gio terus memegang tangan Dina. Dina terasa nyaman dengan perbuatan Gio. Setelah mereka makan Gio mengajak Dina makan di restoran yang ada di mall.


Merekapun langsung memesan makannan-nya disaat pelayan yang di restoran menghampiri mereka.


Disaat mereka menunggu pesanannya datang. Gio terus melihat wajah Dina, dia tidak akan pernah bosan memandang wajah gadis itu.

__ADS_1


Dina yang merasa terus dipandang Gio, Dina menjadi bingung.


"kenapa kakak melihat Dina terus? Apakah wajah Dina ada yang kotor?" tanyanya dengan bingung.


Gio langsung senyum, melihat pertanyaan Dina.


"Tidak, aku sangat bahagia melihat wajah mu terus" kata Gio dengan senyum


"Sekian lama aku sudah menunggu seperti ini, untuk melihat wajah mu dengan dekat seperti ini." Kata Gio sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Dina.


Dina sangat kaget mendengarnya.


"Sekian lama? Maksud kak Gio apa?" tanya Dina yang masih bingung dengan perkataan Gio. Tiba-tiba jantungnya berdetak lebih cepat disaat dia ingin mendengar jawaban Gio.


"Kamu, tahu Din. Aku sudah mulai menyukai mu disaat aku menolong mu" kata Gio.


Dina merasakan jantungnya seperti mau copot setelah mendengar jawabannya.


" Maksud kakak?" tanyanya dengan ragu-ragu. Dina sangat takut akan ditinggalkan lagi.


"7 bulan? Kita baru saling mengenal kemarin kak" kata Dina dengan bingung mendengar pernyataan Gio padanya.


Disaat Gio ingin memberitahu, pelayan datang dengan membawa pesanan mereka.


"Terimaksih, mbak" kata Dina dengan lembut. Karena dia tahu, seorang pelayan di restoran itu juga perlu dihargai dari pelanggannya minimal mengucapkan rasa trimakasih telah membawa makanan dan melayani mereka.


"Kita makan dulu, nanti kakak akan jelaskan" jawab Gio pada Dina. Dina hanya menganggukkan kepalanya.


***


Didalam mobil perjalanan pulang, Dina masih terus memikirkan perkataan Gio. Bahwa mereka pernah ketemu 7 bulan yang lalu, Dia tidak pernah ingat pernah ketemu Gio.


"Kak, Dina boleh bertanya?" ucap Dina sambil melihat Gio yang fokus melihat kedepan, supaya mereka tidak mengalami kecelakaan.


"Boleh, Dina mau bertanya apa?" tanya Gio sambil tersenyum.

__ADS_1


"Apa kita dulu kita pernah bertemu?" tanya nya .


"Tentu saja." jawab Gio dengan Tersenyum.


"Dijembatan xx, itulah tempat pertama kali aku melihat mu."


Dina teringat kejadian waktu dia mau mencoba bunuh diri. Seorang pria menolongnya.


"Apa kakak yang menolongku?" tanya Dina dengan suara yang gugup.


"Iya, Din" kata Gio sambil menganggukkan kepalannya.


Dina terdiam mendengar jawaban Gio. Dia sibuk dengan pikirannya. Tak butuh berapa lama mereka sampai didepan rumah Dina. Tapi Dina tidak menyadarinya, dan tanpa disadari air matanya jatuh, Gio kaget melihat Dina menangis.


Gio langsung memeluk Dina, Dia tidak tahan melihat Dina kalau menangis.


"Apa kakak melakukan kesalahan?" tanya Gio dengan wajah sedih sambil mengelus kepala Dina dengan penuh kasih sayang.


Dina menggelengkan kepalanya di pelukan Gio.


"Tidak, kak." Kata Dina, Dina merasakan kenyamanan dipelukkan Gio.


"Terimakasih, kakak sudah menolongku waktu itu" kata Dina yang masih dalam pelukan Gio, Dina pun membalas pelukan Gio.


Gio merasa sangat bahagia, Dina memeluknya. Setelah mereka berpelukan, Gio mengendurkan pelukannya. Tangan Gio mengangkat dagu Dina, supaya dia melihat wajah gadis yang dicintainya.


Dengan tangannya satu lagi Gio menghapus sisa air matanya Dina sambil memandang wajah Dina. Dan tanpa disadari Dina merasakan sesuatu yang lembut dan basah menyentuh bibirnya.


Gio terus m*****t bibirnya Dina, Gio merasakan Dina tidak membalas ciumannya, tapi dia juga tidak merasakan ada penolakan dari Dina. Gio melepaskannya ciumannya. Mata mereka langsung bertemu. Dina langsung menundukkan kepalanya karena dia sangat malu dan diwajahnya tampak semburat merah.


Gio tersenyum melihat tingkah Dina dan apalagi sangat lucu ketika wajah Dina berubah warna. Gio langsung memeluk Dina, dengan menahan ketawanya. Gio juga langsung mengeluskan kepala Dina dengan lembut penuh kasih sayang.


"Aku mencintai mu Dina" kata Gio dengan suara yang pelan. Tapi Dina masih bisa mendengarnya.


Dina membalas pelukan Gio. Dia mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di dada Gio. Mereka berpelukan sangat lama, seolah mereka tidak ingin berpisah.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2