Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 14


__ADS_3

Didalam perjalanan Gio terus melihat Dina dengan senyum bahagia. Sekali-kali Dina juga melihat Gio yang lagi senyum melihatnya. Disaat lampu merah Gio melihat tangan Dina, tanpa ijin dari Dina, Gio langsung menggenggam tangan Dina. Dina terkejut, tapi sedetik kemudian dia tersenyum malu kepada Gio sambil menundukkan wajahnya yang memulai merah.


Gio tidak mau melepaskan tangan Dina sampai didepan kampusnya.


"Baiklah, kita sudah sampai sayang" ucap Gio dengan tersenyum sambil melepaskan tangan Dina.


"Ehm, iya kak." jawab Dina dengan tersenyum malu, ketika Gio mengucapkan kata sayang padanya.


"Nanti siang kalau sudah mau selesai kuliah britahu,ya."


"Baik,kak. Dina kuliah dulu ya kak. Trimaksih sudah menjemput dan mengantar Dina" ucapnya dengan senyum tulus.


Saat Dina mulai membuka pintu mobil, Gio menarik tangan Dina. Badan Dina jadi sangat dekat dengan Gio. Dengan tangannya satu lagi Gio menarik tengkuk wajah Dina, dan tiba-tiba Gio langsung me***** bibir Dina. Dina sangat kaget dengan perbuatan Gio, tapi dia langsung menutup matanya. Dina menikmatinya, dalam hitungan detik Dina mulai membalas ciuman Gio. Gio sangat senang Dina membalasnya, Gio merasakan Dina memberi lampu hijau untuknya, Gio semakin memperdalamnya, Gio mengabsenkan setiap yang didalam mulut Dina.


Dina merasakan pasokan oksigennya mulai menipis, begitu juga dengan Gio. Gio langsung melepaskannya. Dahi mereka menyatu dan nafas mereka seperti satu-satu.


Gio tersenyum melihat Dina, karena mata mereka bertemu, Wajah Dina berubah menjadi merah padam.


Gio melepaskan genggaman tangannya di tangan Dina. Dina langsung mengambil sikap duduk tenang.


Gio mengelus kepala Dina dengan penuh kasih sayang,


"Pergilah, sebentar lagi kamu terlambat ujian" ucapnya dengan senyum


Dina hanya menganggukkan kepalanya. Dina langsung keluar dari mobil Gio.


"Bye, kak" ucap Dina dengan senyum sambil melambaikan tangannya.


"Bye" ucap Gio sambil melambaikan tangannya juga. Gio terus memperhatikan Dina sampai punggungnya menghilang dari pandangannya.


*****


Setelah selesai ujian Dina langsung memberitahu Gio bahwa dia sudah selesai ujian. Disaat dia lagi chat Gio, Bram datang padanya.


"Din, kita kekantin,yuk" ajak Bram sambil menyentuh Bahu Dina.


"Yuk. Nay, Ayuk" ajak Dina sama Nayla yang asik memainkan hp nya.


"iya, iya." ucapnya


Mereka bersama-sama keluar dari ruangan. Tanpa mereka sadari tampak seseorang lagi kesal melihat kedekatan Bram dan Dina.

__ADS_1


'Lihat saja aku akan beri pelajaran dengan si ber****** itu' gumamnya sendiri. Seseorang itu ternyata Maya.


***


Dikantin Dina terus memainkan Hp nya, dia senyum-senyum sendiri, ketika ada balasan dari Gio, Gio mengatakan akan menjemput Dina untuk makan siang bersama.


"Din, kamu mau makan apa?" tanya Nayla sambil melihat kearah kantin.


"Aku, tidak makan." jawabnya dengan melihat hp nya.


Gio dan Nayla kaget mendengarnya. Dan mereka melihat kearah Dina yang masih setia dengan Hpnya.


"Hei, apa maksud kamu tidak makan? Kamu harus makan!" kata Nayla dengan kawatir padanya.


"Aku, akan makan dengan seseorang. hehehe" jawabnya dengan malu.


Gio dan Nayla melihatnya dengan serius, Dina merasa malu terus dipandang sahabatnya itu. Dia yakin sahabatnya menuntut jawaban darinya.


"Aku tahu, kalian pasti ingin tahu siapa kan?"


katanya dengan serius.


"Dia.." Sebelum dia memberitahu namanya, tiba-tiba Jenny datang.


"Kamu sudah siap ujian?" tanya Bram.


"Sudah. Din, kenapa wajah mu seperti tegang seperti itu?" ucapnya ketika melihat wajah Dina yang tegang.


"Dina lagi PDKT sama seseorang" jawab Nayla tiba-tiba.


Jenny sangat kaget mendengar yang dikatakan Nayla.


"Benar, Nay? Siapa?" tanya Jenny dengan serius.


"Itu." jawabannya terpotong karena suara hpnya berbunyi.


Dina langsung mengangkat hpnya, yang ternyata telepon dari Gio.


"Hallo kak" jawab Dina


"Din, kakak sudah sampai depan kampus mu ya." jawab Gio

__ADS_1


"Ya, sudah Dina kesana ya." jawabnya. Dina langsung mematikan hp nya. Dina melihat sahabatnya melihatnya.


Dina langsung bangkit berdiri sambil melihat temannya.


"Aku duluan, ya. Ehm, Kak Gio sudah nunggu. Bye" kata Dina sambil berlari.


Bram, Jenny, dan Nayla sangat kaget mendengarnya. Mereka saling pandang


"Wah, kak Gio langsung bermain cepat ternyata." kata Jenny dengan geleng kepalanya sambil menatap punggung Dina.


"Aku, harus dapat penjelasan Dina" kata Nayla sambil melihat punggung Dina.


Sedangkan Gio terus menatap punggung Dina dengan tersenyum.


"Sudah, doakan saja mereka langgeng terus, untuk kebahagian Dina" kata Bram kepada teman-temannya sambil meminum minumannya yang sudah datang.


****


Gio melihat Dina yang sedang berjalan kearahnya. Gio membuka kaca mobilnya, Dina melihatnya.


"Naik, Din." kata Gio.


Dina tersenyum pada Gio sambil membuka pintu mobilnya. Didalam perjalanan Gio terus memegang tangan Dina. Dina tersenyum melihat perlakuan baik Gio.


"Kak, kita mau kemana?" tanyanya.


"Kita makan siang direstoran ya"


"Ok" jawab Dina sambil mengangkat kan jempolnya.


Gio langsung mencubit pipi Dina dengan gemas, karena tingkah Dina yang lucu menurutnya.


Sesampai di restoran saja pun Gio tidak mau berhenti melepaskan tangan Dina. Semua pengunjung dan pelayan cafe sangat kagum dan kecantikan Dina dan ketampanan Gio. Ada yang berbisik kalau mereka pasangan serasi, dan ada juga yang cemburu dengan Dina.


Mereka menjadi sangat dekat dan kadang saling bercanda.


Setelah jam 2 siang Gio mengantar Dina kerja part timenya.


"Baiklah kita sudah sampai, nanti malam kakak jemput ya." kata Gio sambil mencium telapak tangan Dina.


Dina menganggukkan kepalanya dengan senyum. Dina pun langsung keluar dari mobil Gio.

__ADS_1


Setelah Dina masuk kedalam cafe baru Gio menjalankan mobilnya.


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2