
Selang beberapa hari, yang sudah mereka sepakati hari Sabtu mereka akan pergi camping.
Dina memberitahu kepada Gio dia akan pergi camping bersama sahabatnya. Gio sebenarnya melarang Dina pergi, tapi karena Jenny juga memastikan bahwa Dina akan aman Gio pun setuju.
Mereka naik mobil Bram. Sesuai kesepakatan Bram akan menjemput mereka dirumah mereka masing-masing.
Dina lah yang terakhir dijemput. Saat dia masuk dia sangat kaget Maya ada didalam mobil.
Flass back
Saat Bram lagi siap-siap berangkat, Maya datang kerumah Bram. Bram sangat kaget Maya datang.
"May, tumben pagi-pagi datang?" tanya Bram dengan bingung.
"Bosan, ngak ada orang dirumah. Kamu mau kemana?"
"Camping. Ya, sudah masuklah mama ada didalam" ucap Bram yang siap-siap masuk ke mobil.
"Tunggu! Camping? Aku ikut" kata Maya dengan semangat.
"Sudah, lah kamu sama mama saja ngobrolnya" kata Bram. Dia tidak mau nanti ada keributan. Dia tahu Maya tidak suka melihat Dina.
"Sudah, lah Bram ajak saja Maya. Kasihan dia, nak" ucap mamanya tiba-tiba yang datang dari dalam rumah.
Maya sangat senang mamanya Bram membelanya. Karena di suruh mamanya Bram terpaksa mengijinkan Maya ikut.
Maya langsung bersiap-siap dan mengganti bajunya. Karena rumah Maya di samping rumah Bram.
Flass back end
Jenny dan Nayla sebenarnya juga terkejut Maya ikut bersama mereka. Tapi karena Bram menjelaskan, mereka tidak mempermasalahkannya. Dina duduk bersama Jenny dan Nayla dibelakang. Karena Maya duduk didepan bersama Gio.
Sesekali Maya sesekali bersikap manja dengan Bram. Jenny sangat kesal dengan Maya, tapi Dina dan Nayla menenangkan Jenny. Sebenarnya Maya ingin membuat cemburu Dina padanya. Karena dia mengira kalau Bram masih suka sama Dina.
Akhirnya mereka sampai ditempat camping di sore hari jam 5. Mereka camping di alam terbuka. Banyak anak-anak muda camping. Merekapun langsung memakirkan mobilnya. Mereka berbagi tugas untuk membawa barang-barang mereka.
__ADS_1
"Dina sama ku akan membuat tenda, Jen dan Nayla cari kayu bakar ya, dan Maya cari air" ucap Bram setelah sampai ditempat , dia langsung membagi tugasnya.
Maya sangat kesal pada Bram, karena dia disuruh cari air. Sedangkan Dina bersama Bram.
"Kenapa tidak Dina saja yang cari air" protes Maya.
"Sudahlah, ngak usah protes. Ayok" kata Jenny . Tidak ada satupun yang mendengar protes dari Maya. Maya sangat kesal. Akhirnya Maya pun pergi mencari air bersih dengan kesal.
Setelah Dina dan Bram selesai pasang tenda. Dina langsung SMS Gio.
βοΈ
Kak, Dina sudah sampai ditempat camping, ya.
Gio ditengah rapatnya melihat hpnya bergetar. Dia melihat ada pesan masuk dari sang pujaan hatinya. Gio pun langsung membalasnya.
βοΈ
Hati-hati ya, sayang. Beritahu aku kalau terjadi sesuatu. I love u π
Hp Dina berbunyi, dia melihat balasan Gio dengan tersenyum. Dina pun langsung membalasnya.
βοΈ
****
Dimalam hari Dina, banyak anak muda pasang api unggun didekat tenda mereka. Merekapun juga menikmati api unggun sambil menikmati makan malam yang sudah mereka siapkan.
Dari seberang tenda mereka, tampak seorang pria yang lagi berkumpul bersama teman-temannya lagi memperhatikan mereka.
"Bukannya dia gadis yang dibioskop itukan? Wah, kita berjumpa lagi gadis manis" gumamnya dalam hati sambil tersenyum.
Dia pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Dia langsung permisi kepada teman-temanya.
"Bro, aku kesana dulu. Aku mau kenalan dulu sama gadis yang pernah aku ceritakan pada kalian" katanya sambil menunjuk Dina.
__ADS_1
"Oke, bro. Semoga sukses. Sekalian saja kau nikmati" kata teman prianya sambil ketawa.
Diapun hanya tersenyum. Pria itu langsung menghampiri mereka.
Mereka sangat kaget ada seseorang yang sedang berdiri didepan mereka.
"Hai, manis kita bertemu lagi" kita pria itu dengan tersenyum.
Jenny, Nayla, dan Bram sangat kaget ada seorang pria yang menyapa Dina. Mereka sangat kaget. Karena setahu mereka Dina tidak punya teman cowok selain Bram. Sedangkan sangat kesal Dina selalu saja menarik perhatian para cowok dimana-mana.
Sedangkan Dina bingung dengan cowok itu, yang merasa kalau mereka pernah ketemu. Karena Dina tidak ingat siapa pria itu.
"Kau tidak ingat aku?" tanyanya karena dia melihat Dina binggung. Dina hanya diam saja, dia tidak merespon pria itu. Sedangkan temannya bingung dengan kecilkan Dina sama pria tampan yang didepan Dina.
"Baik,lah. Kita pernah ketemu di bioskop beberapa bulan yang lalu" jelasnya lagi.
Dina langsung melihat wajah pria itu dengan teliti, akhirnya dia ingat pria itulah adalah pria yang diduduk didepannya yang terus memperhatikannya dari atas sampai bawah.
"Pria mesum" ucap Dina tiba-tiba.
Pria itu hanya tersenyum padanya.
"Hei, nona manis namaku bukan mesum. Nama ku Satria Permana" terangnya sambil mengulurkan tangannya.
Dina tidak mau mengurus Satria. Teman-temannya hanya geleng kepala melihat perbuatan Dina. Sahabatnya sangat tahu sifatnya, dia tidak mau terlalu dekat dengan orang asing. Satria hanya tersenyum kecut Karen Dina tidak membalas jabatan tangannya.
"Baiklah, aku sudah memperkenalkan nama ku. Sampai jumpa!" ucap cowok itu dengan senyum.
Saat dia mulai melangkah Dina langsung memperingatinya.
"Lebih baik kamu jangan dekat-dekat dengan ku. Aku tidak tertarik pada pria mesum seperti,mu" ucap Dina.
Satria terdiam mendengar perkataan Dina. Dia sangat kesal mendengar kesombongan dari Dina.
"Lihat saja aku harus membalas kesombonganmu itu" gumam Satria dengan kesal,
__ADS_1
Mereka hanya memandang kepergian Satria. Mereka yakin Satria pasti sangat kesal dengan perlakuan Dina kepadanya. Bram sangat takut akan terjadi hal yang buruk pada Dina. Karena dia mendengar Satria akan membalas Dina atas sikapnya, meskipun suara Satria pelan. Karena Satria berhenti berdiri dekat Bram. Sedangkan Dina hanya santai saja.
πΈπΈπΈπΈ