
Dicafe
Jam sudah menunjukan jam 18.00 wib. Dina dan Nayla bersiap berganti pakaian dengan pakaian biasa mereka, karena jam kerja mereka selesai.
Saat mereka sudah keluar dari ruangan ganti dan mengambil tasnya, mereka sudah melihat Jenny dan Bram sudah duduk di kursi dibagikan sudut. Mereka langsung gabung dengan Jenny dan Bram.
"Aku juga ajak kakak ku makan bareng dengan kita" Kata Jenny sambil memainkan hp nya. Mereka bertiga langsung melihat kearah Jenny. Jenny melihat teman-temannya memandangnya dengan wajah bingung.
"Kenapa? Kalian tidak setuju ya?" tanya Jenny dengan wajah yang serius.
"Setuju,kok. Kami hanya kaget aja" jawab Dina.
Ketika mereka menunggu pesanannya Gio dan Toni tiba di cafe.
Karena Jenny duduk di bangku yang bisa melihat langsung ke pintu, supaya dia bisa melihat kedatangan kakaknya, Bram duduk disamping Jenny, sedangkan Nayla dan Dina duduk di bangku depan Jenny. Akhirnya ,Gio dan Toni tiba di restoran, Jenny langsung memanggil kakaknya
"Kak Gio!" teriak Jenny
Mendengar suara teriakan Jenny memanggil Gio, Nadia tiba - tiba merasa gugup. Gio ambil duduk disampin Bram supaya bisa duduk didepan Dina, sedangkan Toni duduk disebelah Nayla. Dina tidak berani melihat wajah Gio.
"Kalian sudah lama?" tanya Gio.
"Belum kak" jawab Jenny.
Seorang pelayan wanita datang menghampiri mereka. Gio dan Toni langsung memesan makanan untuk mereka. Ketika makanan mereka datang, mereka langsung menikmatinya. Gio selalu mencuri pandang kearah Dina.
Dina melihat Gio terus melihat kearahnya, Dina semakin gugup, ketika dia ingin mengambil minuman jus nya yang didepan Gio dia tidak berani menatap ke depan, sehingga gelasnya tersenggol dengan tangannya. Hasilnya minum itu jatuh, dan isinya kena baju Gio.
Dina sangat terkejut dengan perbuatannya. Teman-temannya pun juga terkejut. Dina sangat takut Gio marah pada nya, sehingga dia mengambil tissue, dan bangkit dari tempat duduknya untuk membersihkan baju Gio.
"Maaf, kak saya tidak sengaja." kata Dina dengan gugup sambil membersihkan baju Gio. Gio tersenyum kecil melihat tingkah malunya Dina.
"Tidak masalah. Sudah, aku akan bersihkan di toilet saja." kata Gio sambil menghentikan yang dilakukan Dina.
Dina langsung melihat wajah Gio, ketika Gio memegang tangannya. Nampak semburat merah di wajah Dina. Gio tersenyum melihat wajah Dina.
"Akhirnya, kamu mau melihat wajah ku," kata Gio dengan tersenyum. Dina mematung mendengar perkataan Gio.
"Aku ke toilet dulu" sambungnya lagi.
'Apakah dia tahu bahwa aku tidak berani melihat wajahnya?' gumam Dina dalam hatinya.
Teman-temannya ketawa melihat tingkah Dina, apalagi dia terus mematung.
__ADS_1
"Hai, Dina sampai kapan kau akan berdiri terus?" goda Bram sambil tersenyum.
Dina melihat semua sahabatnya ketawa melihat tingkahnya. Dina langsung duduk kembali ke tempatnya.
***
Akhirnya mereka bubar setelah selesai makan. Diluar Dina dan Nayla menunggu taxi. Jenny tahu bahwa temannya akan pulang dengan taxi, dia merencanakan kakaknya yang akan mengantar Dina, supaya mereka bisa dekat.
"Kakak, bisakah kakak mengantar sahabatku Dian dan Nayla. Dari pada mereka naik taxi"
kata Jenny. Dina dan Nayla menunggu reaksi dari Gio.
"Oke, tapi kamu sama siapa pulang? kamu bawa mobil?" tanya Gio.
"Aku sama Bram kak pulangnya" kata Jenny sambil menggandeng tangan Bram. Bram sangat kaget mendengarnya. Tapi dia hanya diam saja, tidak ada kata penolakan dari Bram. Bram sebenarnya sangat senang Jenny pulang bersamanya.
Akhirnya pun mereka pulang, Dina dan Nayla naik mobil Gio begitu juga dengan Toni satu mobil dengan Gio.
Didalam mobil Gio terasa hening. Dina melihat Gio yang fokus bawa mobil. Dina dari tadi masih merasa bersalah dengan perbuatannya tadi. Dia melihat bajunya Gio jadi kotor.
"Kak Gio maaf untuk bajunya yang kotor" kata Dina sambil melihat Gio dari kaca dengan suara yang gugup.
Gio melihat Dina juga dari kaca, sehingga mata mereka bertemu.
"Iya, tidak masalah" jawab Gio dengan tersenyum.
Dina sangat kaget dengan pertanyaan Gio. Dari mana Gio kalau kepala Dina pernah terluka.
" Luka kepala? " tanya Dina dengan binggung.
Nayla, tersenyum mendengarnya.
" Din, kak Gio lah yang bantu kamu saat kejadian yang dikampus " Kata Nayla.
Dina sangat terkejut mendengarnya, ternyata Gio sudah membantunya dua kali.
" Sudah,kak. Maaf kak saya tidak tahu kalau kakak yang sudah menolong saya waktu itu. Trima kasih banyak, kak " Kata Dina dengan tersenyum manis.
" Sama-sama " jawab Gio dengan tersenyum.
" Apa kalian tinggal bersama? " tanya Toni.
" Sebenarnya kami tidak tinggal satu rumah, tapi kadang-kadang saya tinggal bersama Dina " jawab Nayla
__ADS_1
" Oh. Jadi Nayla akan kami antar dimana " Tanya Toni.
" Saya akan tidur dirumah Dina saja hari ini kak, jadi antar kerumah Dina saja " jawab Nayla.
Akhirnya mereka sampai dirumah Dina. Sebelum mereka turun, mereka mengucap trimakasih kepada Gio dan Toni.
" Trimakasih, kak " kata Dina dan Nayla bersamaan.
" Sama-sama " jawab Gio dengan tersenyum.
Sesudah mereka masuk Gio baru menjalankan mobilnya.
Dina POV
Aku langsung merebahkan tubuhku di kasur, ketika aku selesai membersihkan tubuhku,
aku dan Nayla langsung memilih tidur.
Aku berusaha supaya bisa tidur, tapi aku tetap tidak bisa tidur. Ketika mataku mau terpejam pikiranku dan jantungku berdetak lebih cepat karena mengingat Gio. Pikiran ku juga terbayang kejadian yang dicafe. Aku sangat menyesal telah mengkotorkan bajunya, yang membuat aku paling kaget adalah Gio lah yang sudah membantu aku dikampus.
'Kenapa hatiku selalu memikirkannya. Perasaan apa ini? Apakah aku jatuh cinta dengan kak Gio? ' gumamnya dalam hati.
Author POV
Sejak dari perjalanan pulang setelah mengantar Dina, Gio selalu tersenyum sendiri. Toni melihat wajah kebahagian dari Gio, yang sangat jarang dilihatnya. Toni tahu itu karena Gio bisa bertemu dengan Dina, apalagi mereka sudah mulai ngobrol walaupun bicara hal yang biasa saja.
"Aku tahu kau sangat bahagia, setelah melihatnya. Kenapa tidak kamu ajak saja Dina makan siang bareng?" Kata Toni kepada Gio.
"Ide yang, bagus" jawab Gio dengan tersenyum kepada sahabatnya itu.
Sesampai Gio dirumahnya pun Gio tetap tersenyum. Saat dalam rumah, Gio melihat kedua orang tuanya lagi didepan TV.
Gio langsung menyapa orang tuanya dengan senyum.
"Ma, pa selamat malam" sapa Gio dengan senyum lebar sambil berjalan naik tangga menuju kamarnya.
Orang tuanya sangat kaget dengan tingkah Gio, karena Gio yang sudah lama tidak memberi salam kepada mereka. Malam ini dia menyapa mereka dengan tersenyum.
" Apa, mama tidak salah dengarkan, pa? " tanya ibunya Gio dengan wajah bahagia dengan pandangan masih tetap mengikuti kemana anaknya berjalan.
" Tidak, ma " jawab papa nya dengan tersenyum sambil melihat anaknya yang berjalan menuju kamarnya.
Ketika punggungnya Gio menghilang dari pandangannya Adi putra dan Cantika saling pandangan dengan wajah bahagia. Mereka akhirnya bisa melihat senyum anaknya lagi, yang sudah lama menghilang. Sejak kejadian kemarin dimana Gio dan papa nya berdebat, orang tuanya Gio akhirnya sadar dengan perbuatan mereka yang salah kepada anak semata wayangnya.
__ADS_1
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Trima kasih masih setia membaca karya saya.ππ»ππ»ππ»