
Gio yang kaget melihat istrinya sudah berdiri disampingnya. Begitu juga wanita yang didepan Gio juga terkejut melihat seorang wanita memanggil Gio dengan lembut.
"Siapa dia? Ah, mengganggu saja!" kesalnya karena dia tertarik pada Gio.
"Sayang! Kamu disini?" ucap Gio sambil berdiri dan langsung mencium kening Dina. Dina tersenyum melihat perlakuan suaminya.
"Kalian juga disini? Apa kalian sudah makan?"
"Belum, kak" jawab Jenny, sedangkan Dina melihat kearah wanita yang duduk depan Gio. Gio melihat kearah mana pandangan istrinya.
"Sayang kenalkan ini Resi klien mas dari luar"
Perempuan itu pun langsung bangkit dan membuat sikapnya yang natural supaya tidak kelihatan suka dengan Gio.
"Saya Resi" ucap Resi dengan lembut sambil mengulurkan tangannya. Dina membalas uluran tangan Resi.
"Saya Dina, istrinya mas Gio" ucap Dina sambil menekan kata istri pada Resi. Resi hanya senyum kecut saja. Gio mendengar ucapan istrinya, dia langsung tahu saat ini Dina lagu cemburu. Gio sangat senang saat ini Dina cemburu, karena Dina tidak pernah cemburu.
"Ya, sudah kalian makan saja dulu. Mas, mau lanjut meeting ya, sayang"
"Baik, mas. Kami duduk disana ya, mas" ucap Dina sambil mengecup pipi Gio. Gio terkejut Dina mau menciumnya depan umum. Gio hanya senyum-senyum saja melihat tingkah istrinya.
'Aku akan merebutnya dari, mu!' gumam Resi dalam hati. Dia tidak mau menunjukkan wajahnya yang kesal, dia hanya memasakkan senyumnya pada Dina. Sebenarnya Maya dari tadi sudah melihat tingkah Resi.
"Sepertinya itu perempuan punya niat jahat, deh!" ucap Maya pada mereka setelah mereka semua duduk.
"Kita lihat saja dulu. Aku tidak akan membiarkan suamiku direbut!" ucap Dina dengan geram. Sahabatnya yang mendengar perkataan Dina ketawa.
"Kenapa kalian ketawa?" tanya Dina dengan kesal karena di ketawai para sahabatnya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Din. Kita sahabatmu akan membantu, mu!" ucap Nayla.
Tak terasa sudah satu jam mereka dalam cafe sekalian memperhatikan Gio dan Resi. Akhirnya Gio dan Resi selesai.
"Baiklah, senang bisa bekerja sama dengan anda" ucap Resi sambil mengulurkan tangannya.
"Sama-sama" ucap Gio sambil membalas jabatan tangan dari Resi.
"Baiklah, saya ingin jumpai istri saya dulu. Tidak apa-apa tunggu sebentar,ya!" Gio pun langsung pergi kearah istrinya, Resi hanya senyum saja dan menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Gio.
"Sayang, maaf ya lama!" ucap Gio sambil mengecup kening istrinya dengan lembut.
"Tidak apa-apa, mas" ucap Dina dengan senyum.
"Kalian mau kemana lagi?" Kita masih mau lanjut belanja, mas. Mas mau kemana lagi?"
"Mas, harus balik kekantor lagi. Tidak apa-apa kan sayang?"
"Jangan cemburu sayang, dia hanya sebatas klien saja. Dihati, ku hanya ada kamu" ucap Gio sambil mencubit pipi Dina dengan gemas.
"Siapa cemburu! Ya, sudah pergi sana. Ingat ya, mas jangan lupa kamu sudah punya istri dan anak kamu bentar lagi akan lahir!" ucap Dina. Para sahabatnya hanya ketawa saja melihat tingkah dua sejoli itu yang ribut kecil.
"Iya, sayang. Jangan lama-lama pulangnya, jangan sampai kecapekan! Kakak titip Dina, ya." ucap Gio sambil mencium pipi Dina dan langsung berlari.
"Mas Gio" teriak Dina kesal yang telah berani menciumnya. Gio yang mendengar teriakan istrinya hanya ketawa saja. Sedangkan Resi yang melihatnya kesal. Maya terus melihat tingkah Resi dari tadi sejak Gio datang menghampiri mereka. Dia ingin memastikan bagaiman sikap Resi ketika Gio menghampiri Dina.
***
Akhirnya besok adalah pernikahan Nayla dan Toni. Semuanya sibuk mempersiapkan acaranya. Maya, Jenny dan Dina memilih tinggal dirumah Nayla. Sebenarnya Gio tidak mengijinkan Dina nginap dirumah Nayla. Tapi karena merengek minta ingin tidur bersama sahabatnya, terpaksalah Gio mengantarkan Dina. Gio jadi terpaksa melampiaskan kekesalannya sama Toni.
__ADS_1
Dia menyuruh Toni untuk tidur dirumahnya. Termasuk Juna dan Satria tidur dirumah Gio. Di sana mereka merayakan pelepasan lajang Toni. Mereka minum-minum tapi tidak sampai mabuk. Karena mereka tidak ingin di acara besok mereka bau alkohol.
Sedangkan dirumah Nayla, para wanita sibuk memasak untuk makan malam mereka. Karena Nayla tidak bisa tidur akibat grogi jadi mereka menemani sahabatnya bergadang. Jadi supaya bisa menemani Nayla yang berbadan menonton Drakor jadi mereka memasak snack untuk mereka.
Orang tua Nayla hanya geleng kepala saja melihat tingkah mereka. Saat Mereka asik menonton drakor Hp Dina berbunyi. Dia. melihat kalau suaminya yang menelpon.
"Halo, mas"
"Sayang, kamu lagi ngapain?"
"Lagi nonton oppa-oppa ganteng, mas!" ucap Dina dengan senyum.
"Oppa? Hei, sayang apa kamu lupa kalau oppa mu disini lebih ganteng dari pada yang di Drakor yang kamu nonton?" ucap Gio dengan kesal.
"Kamu salah, mas. Oppa yang di Korea yang lebih ganteng. Aku berharap anak ku nanti kalau laki-laki harus mirip sama oppa-oppa yang dikorea"
"Hai, sayang aku yang membuatnya! Kenapa anak ku harus mirip mereka?"
"Tidak bisa! Aku mau anakku mirip oppa Korea! Sudah dulu, kamu membuat suasana hatiku nanti kacau!" ucap Dina dengan kesal dan langsung mematikan hp nya sebelum menunggu jawaban dari suaminya.
Gio semakin kesal karena Dina mematikan HPnya. Toni yang melihat wajah Gio yang lagi kesal.
"Gi, kenap wajah mu kesal?"
"Siapa tidak kesal! Masa, istriku bilang anak aku harus mirip oppa Korea? Aku, yang buatnya masa mirip orang lain?"
Hahahahaha
Semuanya ketawa mendengar apa yang dikatakan Gio.
__ADS_1
"Sabar mungkin itu bawaan hormonnya" ucap Juna sambil memegang pundak Gio. Gio hanya menghela napas panjang saja lalu meminum minumannya. Tak, terasa jam sudah menunjukkan jam 1 pagi, baru para pria tidur. Begitu juga para wanita juga memilih tidur, supaya bangun dengan wajah yang cerah.
🌸🌸🌸🌸🌸