Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 26


__ADS_3

Jenny menarik nafasnya dalam-dalam sebelum dia melanjutkannya.


"Rencana ku, berhasil. Mama dan papa kaget melihat wajah mu yang sangat mirip dengan mu. Mereka langsung yakin bahwa kamu adalah anak mereka yang selama ini mereka cari. Mereka menyewa detektif untuk mencari info tentangmu. Akhirnya, semalam detektif yang ditugaskan papa memberi hasilnya. Dari data yang kami terima, kamu adalah anak mereka Din. Kumohon, percayalah pada kami" Kata Jenny dengan serius dan dari matanya dia tampak mulai berkaca-kaca.


Dina langsung melepaskan tangannya dari Jenny, Jenny dan yang lainnya sangat kaget. Padahal Nayla dan kedua orang tuanya sudah percaya karena melihat wajah mereka saja sudah tidak diragukan lagi. Dina mulai tampak berpikir. Dina melihat foto-foto bayi itu memang fotonya Masi bayi., karena ibunya Naya selalu melihat album fotonya masih bayi. Saat dia melihat foto-foto anak bayi itu, dia melihat ada kalung liontin yang persis sama seperti punyanya.


Dina langsung melepaskan kalungnya, dan mencocokkannya dengan yang difoto. Dina langsung terdiam. Matanya mulai berkaca-kaca, dia melihat kedua orang tuanya yang masih setia duduk disampingnya. Dina mulai ingin mengucapkan sesuatu.


"Mama, Papa" ucapnya dengan terpatah-patah dan air matanya mulai jatuh ke pipinya. Sari yang masih setia memeluk suaminya sambil menangis dan Soni yang juga masih memeluk istrinya mendengar Dina mulai memanggil mereka. Mereka langsung berdiri tegak dan melihat wajah Dina yang sudah mengeluarkan air matanya.


"Ma, pa...Maaf" ucap nya lagi.


Sari langsung memeluk Dina sambil menangis. Tangisannya bukan tangisan kesedihan tapi kebahagian. Akhirnya anaknya memanggilnya mama. Dina mengeratkan pelukannya Dina menangis diperlukan mamanya. Dina sangat bahagia, akhirnya dia ketemu kedua orang tua kandungnya tanpa susah-susah dia mencarinya, ternyata kedua orang tuanya sudah datang dihadapannya.


Jenny dan keluarga Nayla juga sangat terharu dengan yang terjadi dihadapan mereka. Nayla langsung memeluk kedua orang tuanya. Setelah tangisan mereka mereda, Nayla langsung melepaskan pelukannya dari mamanya. Sari mengelus wajah Dina dengan penuh kasih sayang. Pandangan Dina, teralih kepada wajah seorang pria yang rambutnya mulai tumbuh rambut putih tapi masih terlihat tampan dan gagah. Ya, itu adalah papa nya yang selama ini dipanggilnya om. Soni langsung merentang kedua tangannya menandakan dia juga ingin dipeluk sama putrinya. Diana langsung ber hambur ke pelukan Soni. Dina menangis diperlukan papanya. Dina merasakan saat ini ayahnya mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang. Dina tidak menyangka dia bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah yang tidak pernah dia rasakan dari kecil.


Setelah cukup dia merasakan pelukan hangat dari papanya dia melepaskannya.


"Wah, akhirnya aku punya saudara. Aku bisa merasakan curhat-curhatan ditempat tidur bersama saudara,ku" ucap Jenny tersenyum bahagia sambil menghapus air matanya.


Mereka semua ketawa dengan tingkah Jenny dengan kekonyolan yang dikatakannya. Semua menghapus air mata yang mengalir di pipi mereka. Di wajah mereka hanya tampak wajah kebahagian. Tiba-tiba Dina tampak berpikir dia memangil Jenny apa kakak atau adik?

__ADS_1


"Ma, apa Jenny adik atau kakak Dina?" tanya Dina. Soni dan Sari tampak terdiam. Dia bingung menjelaskannya, mereka tidak ingin menyinggung perasaan anak angkat mereka. Jenny melihat kedua orang tuanya bingung untuk menjawab pertanyaan Dina.


"Sebenarnya aku bukanlah anak kandung mama dan papa" ucap Jenny dengan tersenyum. Semuanya langsung melihat kearah Jenny. Kedua orang tuanya melihatnya dengan sedih.


"Semenjak dirimu hilang mama sering sakit-sakitan karena merindukanmu. Selama 8 bulan mama terus sakit, untuk mengobati rindu mama padamu, mereka mengadopsi ku umurku disaat itu masih satu tahun. Aku tahu bahwa mereka orang tua angkat ku, karena aku tidak sengaja melihat surat adopsi ku. Aku, sangat bahagia mereka menyayangiku padahal aku bukanlah darah daging mereka. Jadi, terserah pada mu kamu mau memanggil ku apa, karena umur kita sama" ucap Jenny yang tidak tampak wajah sedih setelah mengungkapkan kebenaran jati dirinya.


Dina langsung berjalan kearahnya dan langsung memeluknya.


"Aku tidak peduli kalau kamu bukanlah saudara kandung ku. Kamu tetaplah saudara ku dan sahabatku yang ku sayang. Karena tingkah mu yang masih tampak kekanakan aku memutuskan kamu adek ku" Kata Dina sambil senyum di pelukannya.


Jenny langsung memutuskan pelukan Dina dengan wajah merenggut.


"Hei, aku tidak kekanakan ya"ucapnya sambil mulutnya agak dimajukan. Semuanya ketawa melihat tingkah Jenny. "Kalian berdua adalah putri kami yang paling berharga" ucap Sari sambil merentang kedua tanggan nya. Dina dan Jenny langsung memeluk Sari dengan bahagia.


"Wah, aku tidak menyangka seorang Dina anak dari pengusaha yang sukses. Pasti kalian nanti meninggalkan ku karena aku anak biasa" ucap Nayla dengan wajah sedih sambil menundukkan wajahnya.


Dina dan jenny saling pandang, mereka berdua tersenyum melihat Nayla. Muncul ide Jenny untuk mengerjai sahabatnya itu sambil mengedipkan mata pada Dina. Dina langsung


mengerti tujuan Jenny. Dina menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Jenny.


"Tentu saja. Mulai sekarang kami tidak akan berteman dengan mu" kata Jenny sambil senyum jahil. Nayla semakin menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Ha...ha...ha...


Nayla mendengar suara ketawa dari kedua sahabatnya. Nayla sangat binggung.


"Wajah mu sangat lucu seperti itu" kata Jenny sambil ketawa. Tampak dari wajah Nayla keningnya mulai mengerut. Akhirnya dia sadar dia dikerjai kedua sahabatnya.


"Kalian!" ucapnya dengan teriak kesal dengan sama sahabatnya yang telah mengerjainya


Dina dan Jenny langsung memeluk Nayla.


"Kita adalah sahabat sekaligus saudara" Kata Dina. Nayla tersenyum bahagia. dia membalas pelukan dari kedua sahabatnya.


Akhirnya masakan Nia dan Sari siap semua. Mereka memangil semuanya untuk makan siang bersama. Mereka menikmati makan siangnya. Sari memandang Dina, terus dari raut wajahnya tampak dia lagi memikirkan sesuatu.


"Dina, nanti ikut pulang kerumah sama papa dan mama,kan?" tanya Sari dengan wajah yang takut anaknya menolaknya untuk pulang bersamanya. Semua melihat kearah Dina. Dina melihat kearah wajah mama dan papanya dia melihat kedua orang tuanya dia mengatakan iya.


"Iya, ma." jawab Dina dengan tersenyum. Semua bahagia mendengar dari jawaban Dina.


Setelah mereka siap makan siang, para orang tua pergi keruang tamu untuk mengobrol. Sedangkan Dina mempersiapkan barang-barang yang ingin dibawanya. Dia hanya membawa baju sedikit, karena bajunya kebanyakan masih dirumah ibunya. Setelah menyiapkan barangnya, mereka langsung keluar dan bergabung dengan orang tua mereka.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Thanks teman-teman yang masih setia membaca karya saya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Kalau ada kesalahan dalam typo tolong beritahu saya, ya. Terima kasih πŸ™πŸ»


__ADS_2