
Seperti yang sudah dijanjikan Soni pada istrinya, dia akan mencari informasi tentang Dina. Soni langsung menelepon sekretarisnya untuk menyewa detektif mencari data pribadi Dina.
Dina, Nayla dan Bram ngobrol bersama dirumah Jenny sampai sore.
Kring...Kring...
Suara hp Dina berbunyi, Dina melihat yang meneleponnya ternyata sang pujaan hatinya.
Dina langsung mengangkat teleponnya dan agak menjauh dari teman-temannya.
"Hallo,kak" ucap Dina dengan tersenyum.
"Hallo sayang kamu dimana?" tanya Gio.
"Dina, masih dirumah Jenny kak. Sebentar lagi dan Nayla pulang kak. Kakak, lagi ngapain?" ucapnya
"Baru siap meeting sayang. Ya, sudah kalau sudah sampai rumah kabari, ya."
"Iya,kak"
"I love you. Setelah aku pulang, aku akan selalu mencium mu setiap menit" goda Gio dengan senyum. Dia yakin saat ini wajah Dina pasti memerah karena digodanya.
"Kak Gio!" jawab Dina dengan malu, yang kini wajahnya sudah memerah.
"ha..ha..ha.." Gio tertawa mendengar suara Dina yang manja padanya.
"Baik lah sayang, hati-hati nanti dijalan. muach" ucap Gio sambil mencium Dina dari hp nya dan langsung mematikan hp nya.
Dina pun langsung mematikan hpnya ketika dia melihat Gio langsung memutuskan sambungan teleponnya sebelum dia membalas apa yang dikatakan Gio.
Selesai dia mengobrol dengan Gio ditelepon Dina langsung bergabung kembali kepada sahabatnya.
"Pasti dari kak Gio" kata Jenny ketika Dina mulai bergabung dengan mereka lagi.
Dina tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mereka pun mulai ngobrol lagi.
__ADS_1
"Oh, ya bagaimana kita liburan camping?" kata Jenny.
"Boleh, seru juga. Asal kamu selalu dekat aku" jawab Bram sambil menggoda Jenny.
Jenny yang mendengar Bram menggodanya dia merasakan malu.
"Sudah, deh. Dari pada kamu terus goda Jenny seperti itu, tembak saja langsung saja Bram. Nanti dicolong orang baru tahu" goda Nayla sambil tersenyum
"Tunggu waktu saja" jawab Bram sambil melihat Jenny dengan senyum.
Jenny binggung mendengar jawaban Bram yang ambigu menurutnya.
"Ya, sudah nanti saja kalian lanjutkan. Sekarang kapan campingnya?" ucap Dina.
"Sebelum kita masuk kuliah." sambung Dina.
"Benar, juga. kita harus pergi liburan sebelum perkuliahan mulai" ucap Nayla dengan lemas.
"Sudah,deh kita harus semangat. Biar kita lulusnya bersama-sama" kata Bram untuk menyemangati mereka.
"Bagaimana sabtu pagi kita berangkatnya." Kata Jenny.
"Ok" jawab mereka kompak.
Setelah mereka sudah memutuskan tempat camping mereka Nayla, Dina dan Bram berpamitan pulang pada Jenny dan kedua orang tuanya Jenny.
"Om, Tante makasih ya sudah menjamu kita. Maaf, sudah buat keributan tadi" ucap Dina dengan senyum.
"Tidak apa-apa sayang. Kami senang terasa rame jadinya. Sering-sering main kemari ya" kata mamanya Jenny sambil mengelus wajah Dina dengan kelembutan. Dina hanya menganggukkan kepalanya dengan senyum manis.
Dina merasakan kesedihan ketika dia mau pulang, dia merasakan ingin sekali dekat dengan mamanya Jenny. Tapi dia tidak tahu kenapa dengan dirinya. Begitu juga dengan Soni dan Sari mereka merasakan tidak ingin jauh dari Dina.
"Kami permisi ya, Tante" kata Nayla. Nayla, dan Dina pun langsung berjalan kearah mobil Nayla.
"Saya, permisi juga ya om, tante" ucap Bram. Bram pun langsung menuju mobilnya.
__ADS_1
Terlihat wajah Soni dan Sari bersedih. Mereka terus menatap kepergian Dina sampai mobil yang ditumpangi Dina menghilang dari pandangannya. Jenny dari tadi memperhatikan wajah kedua orang tuanya bersedih ketika Dina permisi ijin pulang dengan mereka.
Soni dan Sari akhirnya masuk kerumah, ketika mobil Nayla pergi. Jenny mengikuti mereka dari belakang.
"Mama dan papa kenapa wajahnya sedih?" tanya jenny ketika orang tuanya mulai duduk di kursi ruang tamu.
Jenny pun langsung duduk di depan kedua orang tuanya.
"Apa karena Dina pergi?" tanya Jenny dengan serius.
Orang tuanya langsung melihat wajah Jenny. Mereka bingung kenapa Jenny bisa tahu.
"Aku tahu kalian kaget kan dengan wajah Dina. Dina sangat mirip sama mama, kan? Sama Jenny juga terkejut pertama kali juma dengan Dina" katanya. Kedua orang tuanya masih terus melihatnya.
"Jenny, tidak tahu kenapa Dina adalah anak kandung papa dan mama." ucap jenny. orang tuanya bingung menanggapi perkataan Jenny.
"Sebenarnya Jenny sengaja ingin mereka datang disaat mama dan papa ada dirumah. Supaya bukan hanya Jenny yang merasakan kalau Dina anak mama dan papa." ucap Jenny . Jenny pun pindah tempat duduk. Dia memilih duduk di samping mamanya.
"Jenny yakin Dina anak kandung kalian, Jenny sangat ingin kalian berjumpa dengan anak kandung mama dan papa." ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sayang" ykata Sari sambil langsung memeluk anaknya. mereka sangat kaget Jenny sengaja mempertemukan mereka Dangan Dina.
"Kamu tidak sedih sayang?" tanya papanya.
"Kenapa sedih? Jenny sangat senang kalau kalian bertemu dengan anak kandung kalian. Kalian adalah orang tua angkat yang sempurna. Kalian memberi kasih sayang kalian seperti aku anak kandung kalian. Kalau ternyata Dina memang anak kandung kalian, brarti Jenny punya teman tidur setiap hari" jawabnya dengan ceria.
Mereka sangat bangga dengan Jenny.
"Mama, sama papa janji kami tidak akan pernah membedakan kasih sayang kami antara anak kandung dan anak angkat. Semuanya sama" kata Soni sambil merentangkan tangannya supaya Jenny memeluknya.
Mereka berpelukan dengan wajah yang penuh ceria.
"Papa, sudah suruh seseorang untuk menyelidiki tentang Dina. Kita tunggu saja hasilnya" ucap Soni.
Sari dan Jenny sangat bahagia mendengar papanya sudah melakukan pencarian tentang Dina.
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸