
Gio dan Dina sampai ketempat mereka untuk berbulan madu kota Paris kota yang menurut orang kota yang romantis. Mereka tinggal di hotel milik keluarga Gio.
Sesampai disana banyak hal yang dilakukan Gio untuk Dina, dia selalu memberikan kejutan yang manis untuk sang istri tercintanya. Sewaktu dihari pertama mereka sampai, Gio memerintahkan orang untuk menghias kamarnya dengan taburan bunga ditempat tidur. Dina merasa bahagia.
Ada hal yang paling buat Dina kesal pada Gio, selama seminggu mereka tidak ada pergi jalan-jalan, yang mereka lakukan hanya dikamar saja, karena Gio ingin menghabiskan waktunya bersama Dina, dan Gio selalu melakukannya antara hubungan suami istri siang dan malam, sampai-sampai Dina sangat lelah dengan ke mesuman Gio padanya.
Dihari kedelapan mereka baru Gio membawanya jalan-jalan keliling kota Paris, karena Dina terus merengek minta pada Gio untuk membawanya jalan-jalan. Dina selalu mendapatkan makan malam romantis setiap harinya.
Tak terasa mereka sudah 3 Minggu di Paris, saat Gio lagi mandi dan Dina bersiap-siap karena mereka mau berjalan-jalan. Dina mendapat pesan ancaman dari nomor yang tidak dikenalnya
'Kau harus terima balasan,ku. Kau akan menderita' itulah pesan yang didapatnya. Dina sangat bingung siapa yang kirim pesan yang seperti itu padanya. Saat Gio keluar dari kamar mandi, Dina cepat-cepat mematikan handphone nya. Dia tidak ingin Gio gelisah.
Akhirnya mereka tiba ke Sungai Seine, Gio ingin mengajak Dina berlayar bersama dengannya. Dina tidak mau memikirkan ancaman yang didapatnya, karena akan membuat kacau acara bulan madunya. Saat dia lagi menikmati acara berlayarnya sama Gio, Dina mendapatkan pesan lagi. Dina langsung membukanya.
'Kau harus mati. Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia' Dina mendapat SMS ancaman lagi, Dina sangat terkejut. Kemudian Dina mendapatkan Kiriman lagi, dan yang paling buat dia syok adalah dia mendapat kiriman fotonya yang sudah dicoret-coret dan dibuat lumuran warna merah seakan itu adalah darah. Gio melihat ekspresi wajah Dina berubah.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Gio dengan cemas. Tapi Dina langsung mematikan Hpnya.
"Tidak apa-apa kak. Aku hanya kelelahan saja" ucapnya berbohong. Gio tidak percaya apa yang dikatakan Dina, Gio yakin pasti Dina menyembunyikan sesuatu padanya. Tapi dia ingin mencari tahu sendiri.
"Baiklah, sayang. Kita makan malam dulu. Setelah itu kita balik ke hotel" ucap Gio sambil mengelus rambut Dina. Dina hanya menganggukkan kepalanya. Dina terus memikirkan pesan yang diterima.
__ADS_1
"Siapa yang mengirimnya? Apa yang harus aku lakukan?" gumamnya dalam hati. Sesampai di restoran pun Dina jadi tidak selera memakannya. Gio terus memperhatikan Dina, perubahan selera makan Dina? yang belakangan ini sangat meningkat sekarang ini jadi sedikit makannya
Sesampai di hotel Dina terus diam, dia selalu melihat sekelilingnya, dan tiba-tiba saat di loby hotel Dina memegang tangan Gio sangat erat. Gio tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan istrinya.
"Sayang, kamu kenapa? Apa ada yang salah? Wajahmu kelihatan pucat!" kata Gio. Dina hanya menggeleng kepalanya dengan memaksakan senyumnya. Dan tiba-tiba Dina merasakan pusing, untung Gio memegang Dina kalau tidak Dina sudah jatuh kelantai. Gio jadi semakin cemas, karena tangan Dina sangat dingin.
"Sayang kita periksa dulu kedokter dulu" ucap Gio dengan panik.
"Tidak. Aku hanya mau tidur saja" ucap Dina dengan suara yang agak lemah.
Akhirnya Gio membawa Dina ke kamar mereka dengan menggendong style bridal. Sesampai dikamar Dina diletakkan Gio pelan-pelan ditempat tidur dan Dina pun langsung menutup matanya, yang sudah terasa lelah. Gio langsung menyelimuti Dina, dan dia menggemgam tangan Dina yang terasa masih dingin. Gio bangkit dan menghubungi pihak hotel untuk memanggil dokter.
"Bagaiman,dok? Sakit apa istri saya,dok?" tanya Gio dengan cemas. (mengunakan bahasa Prancis)
"Mungkin, istri anda hanya kecapean saja. Dan dia merasakan ada tekanan dalam pikirannya, sehingga detak jantungnya tidak ber-atur. Dan saya saran bawalah istri anda periksa kandungannya. Istri anda hamil" ucap dokter itu dengan serius (mengunakan bahasa Prancis) .Pertama Gio mendengar penjelasan dokter, dia langsung ingat Dina berubah sejak melihat hp nya, kemudian dia tiba-tiba tersenyum dokter mengatakan kalau istrinya lagi hamil.
"Selamat tuan, saya permisi dulu" ucap dokter sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan Gio (mengunakan bahasa Prancis). Gio membalas jabatan tangan dokter itu.
"Terimakasih, dok" Gio pun mengantar dokter itu depan pintu (mengunakan bahasa Prancis). Sesudah itu Gio langsung duduk ditepi tempat tidur dekat Dina. Gio menggemgam tangan Dina dan tangan satunya lagi menghelus wajah Dina dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih sayang, aku akan menjaga kalian dengan baik-baik" ucap Gio dengan pelan, lalu dia mengecup ujung kepala dengan penuh kasih sayang. Dina tampak terus tidur dengan lelap. Tiba-tiba Gio teringat Dina yang merasakan tekanan kata dokter itu. Gio langsung membuka HP Dina. Gio terkejut Dina mendapatkan teror. Gio sangat marah. Gio langsung menghubungi Toni untuk menyuruh orang menjemput mereka naik jet pribadinya malam ini juga. Gio pun juga menghubungi manager hotel untuk menyiapkan bodyguard untuknya dan istrinya sekarang juga saat mereka keluar. Tidak boleh ada satu orang pun yang ada disaat mereka keluar dari kamar, manager pun menurutinya. Dia menjaga-jaga, kalau yang meneror istrinya tahu dimana mereka sekarang.
__ADS_1
***
Toni berada dirumah Gio karena mengirim berkas yang harus ditandatangani Adi Jaya, karena Gio berbulan madu ayahnya lah yang menggantikannya sementara.Saat Toni lagi berdiskusi dengan Pak Adi Jaya didalam ruang kerja, dia mendapat telepon dari Gio.
"Sekarang suruh orang untuk menjemput kami dengan jet pribadi ku, dan jangan lupa ps dibandara siapkan bodyguard untu kami."perintah Gio dan Gio langsung mematikan HPnya sebelum ada jawaban dari Toni.
Toni merasa bingung kenapa Gio menyuruh orang untuk menjemputnya, padahal satu Minggu lagi jadwal mereka pulang dan apalagi menyiapkan bodyguard. Tidak biasanya Gio seperti itu. Adi melihat perubahan wajah Toni.
"Apa ada masalah dengan Gio dan menantu,ku?" tanya Adi dengan cemas.
"Saya tidak, tahu om. Tapi Gio minta dijemput sekarang dan.." perkataan Toni terpotong, karena ada seseorang yang mengetok pintu.
Pintunya langsung terbuka, yang masuk ternyata pembantu mereka.
"Maaf,tuan ini ada paket untuk nona Dina" ucapnya dengan pelan.
""Ya,sudah bi. Kenapa tidak dibawa ke kamar Gio saja langsung?" tanya Adi.
"Begini Tuan. Saya tidak tahu siapa yang antar. Tiba-tiba saja paketnya ada didepan gerbang. Saya melihatnya sewaktu saya baru pulang dari pasar. Saya melihat disini ditulis untuk nona Dina. Tapi ada yang aneh tuan!" jelasnya. Adi dan Toni jadi semakin bingung.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1