
Hari ini Gio sangat bahagia, ketika Dina sudah mulai bicara padanya walaupun itu hal kecil. Gio merasakan disaat bersama Dina jantungnya berdetak lebih cepat. Gio sudah bertekad untuk lebih dekat lagi dengannya.
Gio meminta no hp Dina dengan Jenny, Jenny pun langsung membalasnya. Karena Jenny pun setuju Gio dekat dengan Dina.
Keesokan harinya, Gio siap-siap pergi kekantor.
'Ah, iya aku belum menghubunginya' gumam Gio sendiri sambil tersenyum sendiri.
Nayla yang lagi siap - siap untuk kuliah, mendengar hp Dina berbunyi.
"Dina, ada yang nelpon." teriak Nayla
Dina yang lagi dikamar mandi langsung keluar.
"Hallo, selamat pagi. Ini dengan siapa?" jawab Dina dengan lembut. Jantung Gio berdetak lebih cepat setelah mendengar suara Dina dari seberang.
"Hai, Din. Ini kak Gio" ucapnya dengan gugup.
Dina sangat kaget Gio menghubunginya dipagi hari. Dia sangat gugup.
"Hai juga kak Gio." jawab Dina d Ngan gugup.
"Ada apa kakak menghubungi Dina? Apa ada yang penting?" tanya Dina.
"Dina siang ini sibuk?" tanya Gio
"Siang ini Dina ada kerja part time kak. Kenapa kak?" ucapnya.
"Jam berapa pulangnya?"tanya Gio lagi.
"Jam 6 sore Dina pulang kak"
"Ya,sudah aku akan menjemput mu dari tempat kerjamu"
"Tempat kerja? Kakak tahu kalau aku kerja dimana?"
"hahahha. Tentu saja, kamu kerja dicafe Bram,kan?"
"ehm, iya kak."jawab Dina dengan gugup.
"Baiklah, sampai jumpa nanti" jawab Gio, sebelum Dina menjawab dia langsung mematikan teleponnya.
Dina sangat bingung. 'Kenapa dia menghubungi ku? Dan kenapa dia akan menjemput,ku? Kenapa? ' gumam Dina dalam hati.
__ADS_1
Dikampus
Dina terus memikirkan Gio, disaat dosen menerangkan saja dia tidak juga mendengarkannya dengan serius. Sampai-sampai mata kuliah selesai saja dia tidak tahu. Dia tetap diam ditempat duduknya.
"Hei, Dina kenapa melamun terus? Apakah kamu tidak lapar?" tanya Nayla dengan menepuk bahu Dina.
Dina sangat kaget dengan bahunya ditepuk Nayla. Dia melihat seluruh ruangan yang sudah mulai kosong.
"Apakah, sudah bubar?" tanyanya dengan bingung.
"Hahahha. Hai kawan, kenapa dengan dirimu?" tanya Nayla dengan tersenyum.
"Tadi, kak Gio menelepon ku. Dia akan menjemput, ku nanti sore" Kata Dina dengan wajah yang melas.
"Wah, ada yang lagi pdkt nih. hahahha" goda Nayla.
"Jangan bercanda, Nay. Udah, ah! Yuk, kekantin biar kita makan siang dulu sebelum kerja" kata Dina sambil bangkit dari tempat duduknya.
Nayla senyum-senyum melihat tingkah sahabatnya.
Dicafe
Waktu sudah menunjukkan jam 18.00 wib, waktunya jam kerja mereka selesai. Dina dan Nayla siap-siap mengganti pakaian kerja. Disaat dia lagi merapikan barang-barangnya, hp nya berbunyi.
Nayla tersenyum melihat nama yang tertera di hp Dina. Nayla langsung merampas hp nya, dia langsung mengangkat teleponnya, Dina sangat kaget dengan keusilan sahabatnya itu. Nayla langsung memberikan Hp milik Dina setelah dia mengangkat telepon Gio.
"Hallo, Din." suara Gio terdengar dari hp.
"Hallo, kak" jawabnya dengan gugup.
"Kamu sudah selesai? Kakak tunggu diluar ya" kata Gio.
"Sudah, kak. Ya, sudah Dina keluar ya kak" jawabnya.
Dina langsung mematikan hp nya. Dia melihat sahabatnya Nayla senyum-senyum kepadanya.
"Aku gugup" katanya dengan wajah yang melas.
"Ngapai gugup? Ayolah waktunya kamu bersenang-senang." kata Nayla untuk menyemangati sahabatnya.
Merekapun bersama - sama keluar dari ruangan yang khusus pegawai. Mereka melihat Gio duduk di kursi sambil ngobrol bersama Bram.
Mereka langsung menghampiri Gio dan Bram.
__ADS_1
"Kak, maaf sudah menunggu" kata Dina dengan tersenyum.
Gio mendengar suara Dina dan dia langsung melihat kearah Dina yang sudah disampingnya berdiri. Gio tersenyum melihat wajah Dina yang semakin cantik menurutnya ketika dia tersenyum.
"Tidak apa-apa. Yuk, kita berangkat sekarang" Kata Gio pada Dina sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Kami duluan ya" kata Gio sama Nayla dan Bram. Bram dan Nayla tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Dina mengikuti langkah kaki Gio dari belakang. Sesampai depan mobil Gio, Gio membuka pintu mobilnya untuk Dina. Dina sangat kaget dengan perbuatan manis Gio padanya.
"Terimakasih kak" ucapnya tersenyum, lalu dia masuk ke dalam mobil. Gio pun langsung berlari kecil untuk masuk kedalam mobilnya.
Sebenarnya Gio sangat gugup, ini pertama kalinya hanya dia dan Dina yang didalam mobilnya. Apalagi Dina duduk disampingnya. Tapi dia langsung bisa mengendalikan dirinya supaya tidak nampak gugup.
"Din, kamu punya tempat yang mau dikunjungi?" tanya Gio setelah dia masuk kedalam mobil.
Dina sangat bingung pertanyaan Gio. Seharus Gio sudah tahu tempat tujuan mereka, karena dialah yang mengajak Dina.
"Tempat? Apa kakak tidak punya tujuan? Bukannya kakak yang ngajak saya keluar? Seharusnya kakak sudah punya tujuan" Jawab Dina panjang lebar.
Gio tersenyum dengan jawaban Dina.
" Ternyata kamu cerewet ya" kata Gio tersenyum sambil mencubit pipi Dina.
Dina sangat kaget dengan perbuatan Gio, Dina menjadi senyum - senyum malu sambil mengalihkan wajahnya ke jendela. Supaya Gio tidak melihat wajahnya yang sudah berubah seperti kepiting rebus.
"Baiklah, kita nonton saja. Hari ini jadwal kita berkencan dengan menonton" kata Gio sambil menyalakan mesinnya.
Dina langsung menoleh kearah Gio, ketika Gio mengatakan kata mereka berkencan.
'Apa kak Gio mengatakan kami berkencan? Apakah aku tidak salah dengar?' gumam Dina dalam hati.
Dina melihat Gio yang fokus lihat kedepan. Dina selalu melihatnya tanpa mengedipkan matanya.
"Apakah aku sangat ganteng? Sehingga kamu terus melihat ku?" tanya Gio sambil melihat kearah Dina dengan tersenyum.
Mendengar pertanyaan Gio, Dina menjadi sangat malu. Dina langsung mengalihkan pandangannya kearah jendela, karena dia sudah ketahuan dia terus melihat wajah Gio.
Gio tersenyum melihat tingkah malunya Dina, apa lagi wajah keluar semburat merah, membuat Gio semakin gemas dengan wajah Dina.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Trimakasih kepada teman-teman masih setia membaca karya saya. Maaf saya baru bisa update ππ»
__ADS_1