Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 32


__ADS_3

Karena sentuhan Gio, Dina terbangun. Saat matanya terbuka dia tersenyum melihat suaminya telah memandangnya. Gio langsung memberi morning kiss di pucuk kepalanya.


"Morning kiss sayang". Dina lansung memeluk Gio dengan tersenyum. Akhirnya mereka bangun, dan bersiap-siap untuk sarapan, sebenarnya lebih tepat makan siang. Mereka makan di restoran yang di hotel mereka tempati.


Dihari pertama mereka sah menjadi suami istri ada hal-hal yang kecil dilakukan Gio untuk Dina, seperti memberi bunga saat mereka lagi makan siang, mengeringkan rambutnya yang basah.


Setelah mereka makan siang, Gio membawa Dina ke pusat belanjaan. Gio menyuruh Dina memilih baju apa saja yang, sebenarnya Dina menolak karena bajunya masih banyak yang bagus dirumah orang tuanya, tapi Gio tetap memaksa alasannya baju yang dirumah orang tuanya tidak usah dibawa karena kalau mereka nginap dirumah orang tua Dina tidak perlu bawa baju lagi.


Setelah berbelanja mereka langsung pulang kerumah Gio. Orang tua Gio sudah menunggu mereka didepan pintu. Tidak hanya orang tua Gio tapi juga ada orang tua Dina dan Jenny.


"Wah, pengantin baru sudah tiba" goda Jenny


Dina langsung memeluk sahabatnya itu sekaligus saudaranya.


"Menantu, mama" ucap Cantika sambil merentangkan tangannya. Dina langsung memeluk mertuanya. Dina langsung memberi salam pada papa mertua tanya. Adi mengelus rambut Dina dengan penuh kasih sayang. Lalu Dina memeluk kedua orang tuanya. Mereka langsung masuk kedalam, Gio melihat kedua orang tuanya tidak menyapanya.


"Apa mama dan papa melupakan anak kalian sejak menantu kalian datang?" ucapnya dengan cemberut.


Ha...ha...ha...


Mereka semua ketawa melihat tingkah Gio.


"Tentu saja. Akhirnya kami mempunyai seorang putri yang sangat cantik" ucap Cantika sambil melihat wajah Dina. Dina tersenyum mendengar apa yang dikatakan mertuanya kalau dia adalah putrinya.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu juga melupakan suami mu,?" ucap Gio sambil merenggut. Dina tersenyum melihat tingkah suaminya, dia tidak tega dengan Gio tidak ada satupun yang membelanya. Dina langsung kembali berjalan kearah Gio sambil mengapit datang Gio.


"Tidak sayang, jangan cemberut ya. Kita masuk barengan" ucap Dina manja pada Gio. Gio tersenyum kembali ketika Dina kembali padanya. Kedua orang tua mereka senyum-senyum dan geleng kepala melihat mereka.


Gio dan Dina langsung masuk kedalam kamar Gio yang sudah jadi kamar mereka berdua seterusnya. Sedangkan mama mereka dua memasak makan malam dan dibantu Jenny. Sedangkan ayah mereka dua ngobrol tentang bisnis mereka. Dina langsung menyusun baju-bajunya yang dibeli tadi walk closed mereka. Dina melihat didalamnya sudah ada beberapa baju tidur, kerja dan baju santai yang disediakan Gio untuknya. Tidak hanya itu didalam itu juga sudah tersusun rapi tas genggam, jam tangan, perhiasan, dan sepatu untuk Dina. Dina sangat tersentuh, Gio telah mempersiapkan semuanya untuknya. Sedangkan Gio langsung masuk ke kamar mandi untuk bersihkan badan.


Dina mendengar pintu kamar mandinya terbuka. Dina melihat Gio sudah keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya. Dina langsung memeluknya.


"Terimakasih" ucapnya. Gio tersenyum mendengarnya dan tindakan Dina. Gio langsung membalas pelukannya. Gio langsung memegang dagu Dina dan Gio langsung me***** bibir Dina. Dina pun juga membalas ****** Gio. Mereka melakukannya sangat lama, setelah mereka merasakan kehabisan oksigen baru mereka berhenti.


"Mandilah sayang. Besok aku minta jatah ku setelah kita sampai ditempat bulan madu kita" ucap Gio dengan tersenyum. Dina sangat malu apa yang telah dilakukannya.


***


Dina langsung mengantarkan kopi untuk suaminya.


"Terimakasih sayang" ucap Gio tersenyum, Dina membalasnya dengan senyuman.


Akhirnya para wanita telah selesai masak. Mereka langsung menyusun makanannya di meja makan. Jenny langsung kearah ruang tamu memanggil para pria untuk makan malam.


"Kak Gio, papa dan om makanannya sudah siap" ucap Jenny. Ketiga pria itu langsung bangkit dan berjalan kearah ruang makan.


Mereka langsung menikmati makan malam mereka dengan bahagia.

__ADS_1


"Gio, bagaimana persiapan keberangkatan kalian besok?" ucap Adi.


"Semuanya sudah dipersiapkan, pa. Besok pagi kami akan berangkat. Toni yang akan jemput kami" kata Gio.


"Berapa lama kalian disana?" tanya Soni.


"Satu bulan,pa."


"Pulang dari sana kalian harus membawa kabar bahagia untuk kami ya" goda Cantika. Dina mendengarnya jadi malu, karena digoda sama mertuanya.


"Benar sekali. Kami ingin gendong cucu secepatnya. hahahaha" sambung Sari.


"Tenang saja ma, pa. Kami akan bekerja siang malam membuatnya" ucap Gio dengan tersenyum sambil menyenggol lengan Dina. Dina jadi bertambah malu karena perkataan suaminya yang absurd itu, sehingga wajahnya mulai memerah. Dina langsung mencubit kecil pinggang suaminya itu.


"Auw. Sakit sayang" ucap Gio sambil meringis kesakitan. Semuanya jadi ketawa melihat mereka dua.


Selesai makan malam, mereka kumpul diruang tengah sambil berbincang-bincang. Setelah berbincang orang tua Dina dan Jenny pulang kerumah mereka. Setelah kepergian mereka, orang tua Gio, Gio dan Dina kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Gio dan Dina langsung merebahkan tubuh mereka di kasur mereka. Gio langsung memeluk tubuh Dina dan tangannya sebagai bantalan kepala Dina. Dina pun juga membalas pelukan Gio.


"Istirahatlah, sayang." ucap Gio sambil mengecup pucuk kepala Dina. Tak butuh berapa lama mata merekapun mulai terpejam.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih ya masih setia membaca karya saya. Tolong kasih supportnya ya...πŸ™πŸ»


__ADS_2