Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 19


__ADS_3

Satria Permana pria berusia 24 Tahun. Pria yang sukses yang mampu memikat lawan jenisnya dengan ketampanannya dan kesuksesannya. Dia bekerja sebagai chef dia sangat terkenal sampai keluar negeri.


Satria mempunyai beberapa restoran yang besar sampai keluar negeri. Banyak wanita yang tergila gila dengan ketampanannya. Satria sangat terkenal dengan play boy nya.


Dia merasakan harga dirinya jatuh ketika dia merasakan Dina telah menghinanya. Dia akan membalas perbuatan Dina malam ini.


Jam 11 malam, Dina merasakan dia ingin melamar mandi. Dia melihat temannya sangat nyenyak tidur, karena dia tidak ingin mengganggu tidur temannya jadi dia memutuskan pergi sendiri.


Saat dia pergi, keluar Maya melihatnya. Dan Maya langsung menghubungi seseorang untuk melakukannya sekarang.


Flass back


Disaat temannya lagi sibuk menyiapkan makanan. Maya pergi jalan-jalan. Disaat dia jalan-jalan seorang pria menggodanya. Maya langsung punya ide untuk membalas Dina.


Dina membayar pria itu untuk melecehkan Dina. Tentu saja pria itu senang mendengar penawaran Maya selain dia mendapat uang, dia juga bisa menikmati perempuan cantik. Dia langsung terpesona melihat Dina dari foto yang ditunjukkan Maya padanya. Dian akan memberi info kapan waktunya.


Flass back end


Seorang pria sudah sembunyi dibalik pohon setelah dia mendapat telepon dari Maya. Dia melihat Dina berjalan sendiri. Pria itu langsung mengikuti Dina dari belakang. Saat Dina fokus jalan, pria itu langsung menutup mulutnya sambil menyeret Dina.


Dina memberontak, Dia berusaha kuat untuk melepaskan diri dari pria itu. Tapi dia tidak kuat melawan tenaga pria itu. Sampai akhirnya pria itu meletakkan tubuh Dina diatas rumput. Pria itu tidak melihat bentuk tubuh Dina. Dina berteriak minta tolong, berharap seseorang menolongnya.


Didalam tenda, Nayla terbangun. Dia tidak melihat Dina. Dia pun langsung membangunkan Jenny. Mereka kebingungan kemana Dina pergi ditengah malam begini.

__ADS_1


Mereka lansung memutuskan pergi ke tenda Bram, untuk membantu mereka mencari Dina. Tenda mereka berpisah dari Bram. Sedangkan Maya hanya diam saja sambil senyum- senyum licik.


Sedangkan ditempat lain, Dina masih berusaha melawan Pria itu, Pria itu langsung mengikat tangan Dina di pohon, supaya Dia tidak bisa lari dan pria itu juga menutup mulut Dina. Pria itu langsung membuka baju dan celana jeans-nya, yang tertinggal hanya celana pendeknya saja sambil tersenyum.


Pria itu langsung merobek baju Dina, Dina sangat kaget dan ketakutan. Dia tetap terus mengeluarkan suaranya.


"Kau sangat menggoda sayang, nikmatilah. Kita akan bersenang-senang " katanya sambil senyum.


Dina terus memberontak. Dia tidak pernah menyerah mengeluarkan suaranya minta tolong.


Tidak jauh dari tempat itu seorang pria sedang berjalan-jalan menikmati udara malam. Dia mendengar samar-samar seseorang minta tolong padanya. Dia mencari asal suara itu. Saat dia sampai ditempat, dia sangat kaget seorang pria mencium wanita dengan paksa dan berusaha ingin melecehkan seorang wanita. Dan ketika dia melihatnya dengan sesama dia kaget ternyata wanita itu adalah Dina.


Pria itu langsung memukul pria itu dengan cepat. Karena pukulan itu tiba-tiba pria yang melecehkan Dina tidak bisa melawan. Pria itu terus memukul pria itu tanpa berhenti, sampai pria itu tersungkur di tanah saja masih terus memukulnya.


Bram, Nayla dan Jenny mendengar seseorang yang sedang memukul orang, mereka langsung pergi ke asal suara. Mereka melihat ternyata itu adalah Satria yang sedang memukul seseorang. Mereka mendengar Satria sangat marah.


Mendengar yang dikatakan Satria, mereka sangat kaget dan melihat kearah lain. Mereka melihat seorang wanita sedang diikat di pohon sambil menangis. Mereka mendekati wanita itu.


Mereka semakin kaget, ternyata itu Dina. Mereka melihat Dina hanya tinggal hanya memakai tang top. Hanya baju atasnya saja yang sudah tidak di badannya.


Bram langsung memberikan jaketnya pada Jenny supaya dipakaikan pada Dina sedangkan Bram berusaha membuka ikatan tali yang mengikat tangan Dina di pohon. Jenny dan Nayla menangis melihat keadaan Dina. Mereka juga melihat tangan Dina yang memar dan mukanya juga lebam dan di bibirnya mengeluarkan darah.


Karena Dina terus memberontak, pria itu terus memukul Dina tanpa ampun. Dina terus menangis didalam pelukan sahabatnya. Bram yang dari tadi terus melihat Satria memukul pria itu meskipun dia sudah sampai pingsan. Bram langsung menghampiri Satria.

__ADS_1


"Sudah hentikan dia bisa mati" teriak Bram sama Satria sambil menariknya menjauh dari pria itu.


Satria langsung berhenti ketika dia ditarik Bram. Satria langsung mengalihkan pandangannya kearah Dina. Dia langsung berlari kearah Dina dengan suara yang terdengar satu-satu. Dia langsung menggendong Dina ala bridal. Jenny dan Nayla mengikuti dari belakang sambil menangis. Sedangkan Bram membopong pria itu yang sudah tidak sadarkan diri.


Satria langsung membawa Dina kedalam mobilnya, Nayla dan Jenny juga ikut masuk. Kalau Bram membawa pria itu kedalam mobilnya. Sedangkan Maya masih setia dengan tidurnya.


Mereka menuju rumah sakit terdekat. Dina dan pria itu langsung ditangani. Karena kelelahan menangis Dina pingsan saat didalam mobil tadi. Jenny langsung menelpon Gio, sewaktu mereka dalam perjalanan kerumah sakit.


Setelah Dina ditangani Dina langsung dipindahkan keruang rawat inap yang VIP atas perintah Jenny. Sedangkan pria itu juga dipindahkan diruang rawat tapi beda ruangan dengan Dina. Jenny dan Nayla terus menunggu Dina didalam. Sedangkan Bram dan Satria membuat laporan kekantor polisi.


Selang setengah jam polisi datang bersama Bram dan Satria. Mereka langsung masuk ke ruang pria itu. Polisi langsung memborgol pria itu. Akhirnya pria itu sadar, dia melihat dia sudah diborgol dan polisi sudah ada didepan matanya. Dia hanya menghela nafas.


Dipagi jam 4 subuh , Dina mulai sadar, ketika dia membuka matanya dia langsung menjerit. Mendengar jeritan Dina, teman-temannya, juga Satria serta polisi melihat Dina yang sudah duduk disudut sambil ketakutan. Bram ingin mendekat, tiba Dina langsung menjerit.


"pergi...pergi...hiks..hiks..." ucapnya menjerit sambil menangis.


Jenny dan Nayla menangis berpelukan melihat sahabatnya ketakutan melihat mereka. Tiba- tiba Dina bangkit berdiri mengambil pisau yang di dekatnya. Mereka sangat kaget.


"Ku bilang jangan mendekat" teriaknya lagi sambil mengarah pisau yang dipegangnya kepada mereka.


Satria langsung berlari keluar memanggil dokter. Dokter langsung berlari kearahnya.


Tidak ada satupun yang berani mendekat, mereka takut Dina melakukan yang membahayakan dirinya. Saat mereka berusaha membujuk Dina untuk meletakkan pisaunya. Seorang Pria masuk. Mereka melihat kearah pria itu. Bram sangat terkejut Gio sudah tiba.

__ADS_1


"Kak Gio, tolong tenangkan Dina kak!" kata Jenny sambil menangis ketika Gio sudah disampingnya. Gio sangat kaget dengan keadaan Dina saat ini.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2