
Nayla juga ikut kerumah keluarga Soni. Bagian belakang yang duduk Dina, Jenny dan Nayla. Mereka semua tampak bahagia. Tak butuh lama mereka akhirnya sampai dirumah kediaman Soni.
Sari dan Soni terus memeluk Dina, tampak mereka menuntun Dina untuk masuk kedalam . Jenny dan Nayla mengikuti mereka dari belakang. Sesampai didalam Dina sempat berhenti. Dia tidak menyangka dulu dia datang kemari hanya sebagai tamu, tapi sekarang dia datang sebagai nona didalam rumah ini. Sari melihat raut dari wajah Dina yang mulai nangis. Sari mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang.
"Masuklah sayang, ini rumah mu" ucap Sri dengan penuh kelembutan.
Dina hanya tersenyum. Akhirnya dia berjalan kembali lagi masuk kedalam.
"Siang nyonya, tuan. Wah, akhirnya non Dina datang. Saya senang banget dengarnya ternyata non Dina putri yang dicari sama tuan dan nyonya" kata pembantunya yang sudah mulai nampak tua. Dia pembantu yang sudah bekerja semenjak Soni dan Sari menikah. Jadi dia sudah tahu peristiwa yang menimpa majikannya. Dina tersenyum kepada pembantunya karena sudah menyambutnya.
"Bi, kamarnya sudah siapkan?" tanya Sari dengan lembut.
"Sudah,nya."
"Jenny saja yang antar Dina melamarnya ya, ma" kata Jenny dengan tersenyum sambil merangkul mamanya.
"Ayok, Din. Aku tunjukkan dimana kamarmu. Tapi nanti malam kamu harus tidur bareng samaku ya sekali ini, hehehehe" ucap Jenny
Mereka bertiga langsung masuk ke kamar.
Dina melihat kamarnya yang sangat luas, lebih luas dari ruang tamu dirumahnya. Didalam kamar, Jenny dan Nayla membantu Dina menyusun barangnya. Disaat Dina ke kamar mandi, hp nya berbunyi. Jenny melihat kalau Gio menghubungi Dina. Dengan sikap kailnya, Jenny mengangkat telepon dari Gio.
'Sayang, kakak kerumah Nayla ya sekarang' kata Gio.
''Ngapain kakak kerumah Nayla? Apa kakak pacaran sama pembantu disana?" tanya Jenny sambil menahan ketawanya
"Jen, Dimana Dina?"tanya Gio, semenjak Jenny bersuara Gio langsung tahu kalau itu bukan Dina.
Ha...ha...ha..
yang terdengar hanya suara Jenny.
"Jenny, dimana Dina? Kenapa kamu yang angkat?"
"Ck. Kak Gio ngak seru. Dina di rumahku sekarang dia lagi di kamar mandi" jawab Jenny dengan kesal.
__ADS_1
"Kenapa dia dirumah, mu?" tanya Gio dengan bingung.
"Mulai saat ini Dina akan tinggal dirumah, ku sampai seterusnya. Lagian ini adalah rumahnya yang sebenarnya!" Gio semakin bingung dari jawaban Jenny. Karena tidak mendengar suara Gio lagi Jenny menyuruh Gio untuk datang kerumah kediaman keluarga Soni.
"Kalau kakak mau lebih jelas, kemari lah." kata Jenny sambil mematikan hp nya. Disaat dia mematikan hp, Dina sudah keluar dari kamar mandi.
Jenny tidak mau memberitahu kalau Gio menelponnya, dia juga memberi tanda pada Nayla supaya jangan memberitahu Dina.
Dalam tempo yang 15 menit Gio sampai dirumah keluarga Soni, karena rumah mereka berdekatan. Saat Gio membuka kaca jendela mobilnya, satpam rumah itu langsung membuka gerbangnya dan memberi sapa hormat padanya. Karena seluruh pembantu yang bekerja di keluarga Soni mengenal keluarga Adi putra yang notabene nya adalah sahabat dari majikan mereka. Soni sering dibawa orang tuanya kesana sejak kecil sampai dia mulai remaja.
Gio langsung memarkirkan mobilnya dihalaman. Gio langsung mengetok pintunya, Sari dan Soni yang lagi menikmati minuman tehnya melihat kearah pintu. Mereka tersenyum menyambut Gio datang kerumah mereka. Padahal Gio sudah lama tidak datang kesana.
"Gio, silahkan masuk! Wah seorang CEO muda dan berbakat ini sudah lama tidak kemari. Ada keperluan apa ini?" kata Soni tersenyum kearah Gio, begitu juga Sari dia tersenyum pada Gio.
"Gio masuk,lah! Apa kabarnya orang tuamu?" kata Sari .
Gio membalas senyum mereka sambil.
"Om bisa saja" jawab Gio dengan tawa kecil.
"Jadi ada perlu apa kemari,nak?" tanya Sari dengan lembut. Sari dan Soni langsung memandang Gio menunggu jawabannya.
" Gio kemari mau mencari Dina." jawabnya dengan serius.
Soni dan Sari kaget mendengarnya. Kenapa Gio mengenal Dina.
"Gio kenal Dina?" tanya Sari dengan serius.
"Iya, Tan. Kita sudah kenal lama. Karena.." suara Gio terpotong karena Jenny memanggilnya.
"Kak Gio!" tiba-tiba Jenny bersuara saat Gio menjelaskan hubungannya dengan Din. Mereka semua melihat kearah sumber suara. Mereka melihat Dina, Jenny dan Nayla turun kebawah.
"Wah, anak-anak mama dan papa sudah turun! Ayuk kemari." kata Sari dengan senyum. Gio yang mendengar perkataan dari yang mengatakan anak-anak jadi tambah bingung, setau nya anak sahabat dari papanya itu hanya Jenny.
Dina, Jenny dan Nayla pun duduk bersamaan. Jenny ketawa melihat raut wajah Gio. Dia yakin saat ini Gio semakin bertambah bingung.
__ADS_1
"Kak Gio tahu dari mana Dina disini?" tanya Dina yang sedari awal turun dari kamarnya dia melihat Gio.
"Kalian saling kenal,nak?" Tanya Soni.
"Iya,pa." jawab Dina.
Soni dan Sari terkejut mendengarnya, mereka saling pandang ketika mendengar jawaban dari Dina. Gio jadi semakin bingung Dina memanggil Soni Papa.
"Tunggu, kenapa Dina memanggil om, papa? " tanya Gio
"Ya, karena Dina anak papa dan mama kak!" sambung Jenny.
Gio mengerutkan keningnya.
"Sebenarnya Dina anak Tante dan om yang hilang dulu" Kata Soni menjelaskan. Gio jadi semakin terkejut mendengar jawaban Soni.
Semua orang dan kalangan bisnis sudah mengetahui keluarga Soni kehilangan putri mereka. Dan mereka juga tahu bahwa mereka juga mengadopsi anak. Semua orang pun juga tahu meskipun Jenny anak angkat mereka tapi mereka tetap sayang padanya seperti anak kandung mereka sendiri.
"Jadi Gio dan Dina ada hubungan apa, sampai-sampai Gio mencari Dina kemari?" tanya Sari.
"Maaf om, Tante Gio dan Dina hampir satu tahun ini kami pacaran." kata Gio dengan berani. Sedangkan Dina sangat takut papa dan mamanya akan menentang hubungan mereka.
"Oh,ya? Kami senang dengarnya. Ternyata putri kami sudah pintar cari pasangan,ya." kata Soni dengan senyum bahagia. Mendengar perkataan Soni, Dina menegakkan kepalanya setelah mendengar perkataan papanya.
"Dina kemari sayang sama mama dan papa" kata Sari.
Dina langsung duduk ditengah antara mana dan papanya.
"Mama dan papa akan mendukung, mu sayang. Ternya anak kami sudah punya pacar yang tampan ,ya" goda Sari pada Dina. Dengan seketika wajah Dina memerah.
Gio tersenyum bahagia karena mereka tidak menentang hubungannya.
Setelah Gio mengobrol dengan canda dan tawa sampai menjelang sore. Sari, Dina, Nayla dan Jenny memasak untuk makan malam mereka. Sedangkan Soni dan Gio tetap asik mengobrol tentang bisnis.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Maaf baru bisa up ya. Thanks untuk yang masih setia membaca karya saya. Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Terimaksih๐๐ป