Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 30


__ADS_3

Setelah Dina dan Nayla selesai kegiatannya dikampus. Mereka langsung menuju tempat butik yang dikatakan orang tua mereka. Mereka langsung mencoba bajunya. Mereka kelihatan sangat tampan dan cantik. Semuanya kelihatan sempurna.


Sedang Toni dan Nayla menemani mereka di butik. Toni sekali-kali melirik Nayla yang duduk disampingnya yang kelihatan sibuk dengan handphonenya.


"Apa aku kurang menarik dari pada handphone itu?" ucap Toni.


Nayla kaget mendengar perkataan Toni, dia langsung malu sendiri.


"Hari sabtu, Nayla sibuk tidak?" ucap Toni.


"Tidak, kak. Kenapa ,kak? Mau ajak Nay jalan-jalan ya?"


"Iya, aku mau kasih kejutan sama,mu. Ya, anggap aja hadiah wisuda Nayla besok. Sabtu siang kakak jemput,ya."


"Oke,kak. Tapi besok kalau kak Toni tidak sibuk, datang ya ke wisuda Nayla."


Toni hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


*****


Hari yang ditunggu Nayla, Dina, Jenny dan Bram pun tiba. Mimpi mereka jadi kenyataan mereka bisa lulus bersama. Dan Dina mendapatkan gelar Cumlaude.


Soni memutuskan untuk merayakan kelulusan kedua putrinya mereka mengadakan party barbeque dirumah mereka. Keluarga Nayla, keluarga Bram dan Keluarga Gio semuanya datang merayakannya bersama.


Ditengah keluarga Gio memberikan hadiah spesial untuk Dina. Saat Dina membuka ternya sebuah kalung inisial huruf nama mereka berdua DG. Gio langsung memakaikan kalungnya dan semua orang bersorak untuk itu.

__ADS_1


*****


Sesuai yang dijanjikan Toni pada Nayla. Sabtu siang Toni datang menjemput Nayla dirumahnya. Orang tuanya Nayla menyambutnya dengan ramah. Disaat Nayla sudah siap merekapun permisi dengan kedua orang tua Nayla.


"Om, Tante kami pergi dulu ya." ucap Toni sambil mensalami kedua orang tua Nayla. Nayla sangat senang melihat Toni yang sangat menghargai kedua orang tuanya.


"Ma, pa Nay pergi dulu" ucapnya sambil mensalami kedua orang tuanya sambil mencium pipi mereka seperti yang sudah menjadi kebiasaanya.


"Kalian harus hati-hati ya! Toni, om titip putri kami satu-satunya, ya." ucap papanya Nayla sambil tersenyum.


Toni menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Lalu dia membuka mobilnya dan mempersilahkan Nayla untuk masuk. Nayla tersenyum dengan perlakuan manis Toni padanya.


Toni membawa Nayla jalan-jalan ke taman. Nayla sangat senang, karena dia sudah lama tidak pergi jalan-jalan sesantai ini. Karena kesibukannya dikantor, kalau setiap Sabtu dia hanya menghabiskan waktunya untuk istirahat dirumah. Karena para sahabatnya lagi sibuk dan tidak ada yang menemaninya jalan-jalan ke taman.


Saat dia lagi menikmati kesejukan yang ditaman, dia tidak sadar kalau Toni tidak ada lagi disampingnya. Saat dia ingin mengucapkan terimakasih, dia baru menyadarinya Toni tidak ada disampingnya. Dia mencari-cari Toni, saat dia lagi mencari seorang wanita datang memberinya bunga mawar merah dan tersenyum, saat dia melangkah lagi sama seperti tadi dia juga diberi bunga mawar lagi. sampai dia mendapatkan 99 tangkai bunga mawar, dia sangat bingung saat dia melangkah seseorang tiba-tiba menghentikan langkahnya, Nayla bingung siapa orang itu karena wajahnya terhalang dengan bunga mawar yang dipegangnya.


"Kak, ayuk bangkit dulu. Apaan ini kak?" tanya Nayla dengan malu. Karena semua orang disana melihat mereka.


"Nay, sebenarnya aku sudah menyukai mu lama. Tapi aku tidak berani mengungkapkannya. Hari ini aku memberanikan diri untuk memberitahu perasaan ku. Nayla maukah kamu menjadi pendamping hidup,ku?" kata Toni dengan wajah serius, tapi dia sebenarnya jantungan dia takut Nayla menolaknya.


Nayla sangat terkejut mendengar pengakuan Toni sampai-sampai dia menutup mulutnya dengan tangannya yang kosong. Didalam hati Nayla dia sangat bahagia mendengarnya, karena dia merasa juga sudah jatuh cinta dengan Toni, tapi dia tidak tahu kapan perasaan itu datang. Nayla melihat keseriusan dari mata Toni dan dia melihat Toni mengharapkan jawaban ya untuknya. Kemudian Nayla hanya menganggukkan kepalanya sambil air mata nya keluar.


Toni langsung berdiri dan memasang cincin yang sudah dipersiapkannya, kemudian Toni langsung memeluk Nayla. Semua orang disana bertepuk tangan. Disaat mereka bertepuk tangan mereka dilempari taburan bunga dengan Jenny, Bram dan Dina. Nayla sangat terkejut sahabatnya ada disitu juga termasuk Gio. Keempat sahabat itu langsung memeluk, disaat Bram ingin memeluk mereka juga kerah baju Bram langsung ditarik dengan Gio dan Toni.


"Hei, kau ingin memeluk tunangan ku?" tanya mereka serentak. Ketiga wanita itu ketawa melihat tingkah mereka. Mereka tiga langsung menari Bram dari tangan mereka.

__ADS_1


"Jangan kalian sakiti Bram, dengar sayang meskipun aku calon istrimu , tapi Bram adalah sahabat terbaik,ku!" kata Dina dengan tersenyum.


"Benar, Bram adalah sahabat kami jadi kalau sekedar pelukan persahabatan kan tidak masalah, kak Toni!" Ucap Nayla dengan tegas. Dina dan Nayla langsung memeluk Bram. Bram merasa dirinya menang dari kedua pria itu. Dia tersenyum mengejek pada kedua pria itu. Kedua pria itu sangat kesal melihat wanitanya memeluk pria lain. Jenny yang melihat situasi itu, ketawa saja.


"Sudah,lah kak. Lagian ini hanya pelukan persahabatan. Aku saja sebagai pacarnya Bram tidak marah. Hahaha" ucap Jenny ditengah antara Gio dan Toni sambil menepuk bahu mereka.


Kedua pria itu langsung melihat kearah Jenny, ketika Jenny mengatakan Bram adalah pacarnya. Sedangkan kedua sahabatnya tersenyum padanya. Sepertinya mereka sudah tahu.


Flass back


Dua hari sebelum wisuda, Keempat sahabat itu lagi kumpul dikampus untuk menyerahkan skripsi mereka yang sudah di jilid mereka. Selesai dikampus mereka makan bersama dicafe Bram. Disaat mereka lagi kumpul, Bram mengedipkan mata pada Dina dan Nayla. Mereka berdua yang dimaksud Bram. Karena sebelumnya Bram sudah mengatakan pada mereka dia mencintai Jenny. Dia berharap mereka membantunya. Nayla dan Dina pergi ijin ke toilet. jenny tidak merasa curiga, mereka dua sembunyi dimeja bar. Pegawai disana juga mengerti dengan tindakan mereka. Mereka juga sangat bahagia bos mereka dapat pasangan yang baik hati dan ramah.


"Jen, ada yang harus aku katakan sesuatu padamu" ucapnya Bram dengan tegas.


"Katakan saja, aku akan dengarnya" kata Jenny yang masih fokus memainkan handphonenya.


Melihat Jenny yang belum melihat kearah wajahnya, Bram langsung memegang tangan Jenny dengan eret. Jenny sangat kaget,


"Aku mencintai mu, kamu mau jadi pacar ku?" ucap Bram tiba-tiba dengan wajah serius.


Jenny masih mematung, dia belum menjawab. Seakan otaknya belum bekerja untuk mencerna perkataan Bram.


"Sebenarnya aku sudah menyukai mu sejak lama. Aku ingin mengungkapnya sekarang, aku takut kamu akan diambil orang. Jen, gimana?" tanya Bram lagi.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Jika ada kesalahan Typo tolong dimaafkan ya. Kalau teman-teman sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Terimakasih untuk teman-teman yang masih setia membaca karya saya dan yang mendukung saya.πŸ™πŸ»


__ADS_2