
Mereka sudah sampai dirumah sakit, Maya langsung ditangani dengan dokter Figo diruang UGD. Seluruh keluarga nya yang membawa Maya sangat gelisah diluar ruangan. Saat pintu terbuka Satria langsung bangkit dan menghampiri Figo.
"Bagaimana dengan Maya, dok?" tanya Satria dengan gelisah.
"Maya tidak apa-apa hanya saja badannya masih terasa lemas karena tidak masukan makanan. Yang membuat dia pingsan dan juga sepertinya dia lagi banyak pikiran, membuat kepalanya menjadi semakin sakit" jelas Figo.
"Apa kami bisa melihatnya?"
"Silahkan melihatnya tapi setelah dia dipindahkan keruangan. Saya permisi dulu"
Maya yang kini sudah dipindahkan di ruangan. Satria duduk di samping Maya. Dia merasa bersalah, Satria tahu saat ini Maya pasti berpikiran karena dirinya tidak ada mengabarinya beberapa hari ini. Satria menggemgam tangan Maya. Rani yang dari tadi menangis, takut terjadi yang buruk pada putrinya sudah tenang, setelah mendengar penjelasan dokter. Orang tua Maya dan Satria sangat senang melihat Satria sangat perhatian dengan Maya.
Setelah satu jam, Maya mulai sadar. Dia mulai menggerakkan tangannya, dan Satria merasakan tangan Maya mulai bergerak. Dan dia juga melihat Maya mulai membuka matanya.
"May, sudah sadar?" tanya Satria sambil mencium tangan Maya. Maya melihat Satria duduk disampingnya dan mencium tangannya. Dia merasakan saat ini rasanya dia sangat bahagia, karena perlakuan Satria padanya.
"Kak" ucapnya dengan pelan. Satria tersenyum mendengar Maya bicara, Maya melihat sekelilingnya ada keluarganya.
"Mama, papa, kak Juna, mama Nafina, papa Max" ucapnya satu persatu.
"Akhirnya kamu sudah sadar sayang. Kamu membuat kami cemas" ucap Rani sambil memeluk putrinya.
"Maaf Maya sudah membuat kalian cemas."
Akhirnya semuanya ngobrol dengan penuh canda tawa. Dan orang tua Maya dan Satria juga Juna memutuskan pulang. Hanya Satria yang tinggal menemani Maya dirumah, sakit.
__ADS_1
***
Bram sudah menyiapkan acara dinner romantis untuk Jenny di taman belakang restoran.
Bram yang sudah duduk, sangat deg-degan. Jenny sudah tiba di restoran Bram. Jenny langsung disambut dengan pegawai, semua pegawai restoran mengenal Jenny sebagai pacar dari bos mereka.
Jenny diantar salah satu pegawai ketempat Bram. Saat depan pintu Jenny dipersilahkan masuk. Jenny sangat terkejut Bram menghiasi tempat itu dengan lilin-lilin. Dia melihat Bram kini sudah berdiri menyambutnya. Sesampai di depan Bram, Bram mempersilahkan Jenny duduk.
Mereka menikmati makanan romantisnya dengan alunan musik yang romantis yang sudah dipersiapkan Bram. Jenny sangat bahagia. Selesai makan, satu pelayan masuk kedalam sambil membawa makanan penutup. Bram mempersilahkan Jenny makan, saat makan Jenny sangat terkejut Bram sudah berlutut didepannya sambil membuka kotak merak yang didalamnya cincin yang sangat cantik. Jenny terkejut sampai menutup mulutnya.
"Jen, Will you marry me?" tanya Bram dengan tersenyum sambil menatap Jenny. Jenny meneteskan air mata, dan langsung m menganggukkan kepalanya. Bram sangat senang dengan jawaban Jenny, padahal dia dari tadi sangat takut Jenny belum siap menikah dengannya. Bram bangkit berdiri dan langsung memasang cincin dijari manis Jenny. Jenny langsung memeluk Bram dengan erat.
***
"Maaf, ya sayang aku sudah membuat kamu seperti ini" ucapnya dengan sedih.
"Sayang?" Maya kaget mendengar panggilan Satria padanya.
"iya, sayang. Kamu tidak mau jadi istri kakak? Bukannya kamu cinta sama kakak?" tanya Satria kaget.
"Dari..." ucapannya terpotong, karena para sahabatnya datang. Ketiga sahabatnya datang bersama pasangan mereka semua.
"Maya.." teriak para sahabatnya. Satria dan Maya langsung melihat para sahabatnya. Mereka langsung memeluk Maya.
"May, kamu tidak apa-apa? Kata Bram kamu pingsan tadi" ucap Jenny. Karena selesai Bram melamarnya, Bram memberitahu Jenny kalau tadi Maya pingsan di restoran. Jenny sangat panik, Jenny langsung menyuruh Bram untuk menghubungi Juna untuk bertanya dimana Maya dirawat, setelah dapat info, jenny langsung menghubungi para sahabatnya.
__ADS_1
Dina sebenarnya tidak diijinkan Gio untuk ikut, tapi karena Dina ngambek, akhirnya Gio mengijinkannya tapi Gio harus ikut bersama Dina. Gio sangat takut terjadi sesuatu pada Dina.
"Tidak apa-apa" jawab Maya, dia tahu saat ini sahabatnya sangat cemas.
"Syukurlah, jadi gimana perjodohan kamu sama kak Satria?" tanya Jenny. Maya sanag kaget Jenny tahu kalau Satria yang jadi tunangannya. Padahal dia belum cerita pada mereka.
"Tahu dari mana kalau kak Satria yang jadi tunangan aku?" tanya Maya dengan melihat para sahabatnya. Semuanya hanya senyum-senyum saja, termasuk Satria.
"Jangan-jangan kalian sudah tahu dari awal kalau kak Satria yg dijodohkan dengan aku?" tanya Maya lagi. Para sahabatnya hanya senyum dan menganggukkan kepalanya saja. Maya sangat kesal para sahabatnya merahasiakan padanya, padahal mereka sudah tahu kalau Maya sangat gelisah karena tidak dapat kabar dari Satria.
"Maaf, ya May. Kak Satria yang minta untuk merahasiakannya. Dia mau kasih kejutan untuk kamu dan kak Satria juga ingin tahu isi hatimu" ucap Dina. Maya yang mendengarnya langsung melihat para sahabatnya yang saat ini minta pengampunan dari Maya. Maya langsung tersenyum dan dia langsung menganggukkan kepalanya. Mereka langsung berpelukan. Para pria pasangan mereka hanya geleng kepala saja dengan melihat tingkah para istrinya.
Didalam ruangan Maya dirawat para sahabat itu pada asik ngobrol, sehingga mereka sudah lupa waktu. Karena semakin larut, para sahabatnya pulang kerumah mereka masing-masing. Seperti awal tadi hanya Satria saja yang tinggal, menemani Maya di rumah sakit. Saat mereka tinggal berdua, Maya bertanya pada Satria kemana saja Satria pergi.
"Maaf, ya sayang. Selama ini kakak pulang ke LA. Karena orang tua kakak yang minta. Saat kakak, pulang kakak kaget ternyata ada om Ray dan Tante Rani. Mereka juga kaget kakak ternyata anak sahabat mereka dari kecil.
Om dan Tante memberitahu pada orang tua kakak kalau kita sudah sangat dekat. Ternyata orang tua kita dari awal sudah ingin menjodohkan kita. Kakak senang, tentu saja langsung setuju. Tapi kakak minta sama mereka untuk merahasiakan sama kamu. Kakak juga beritahu pada para sahabatmu, kakak juga minta tolong pada mereka bagaimana isi hati kamu untuk kakak. Ternyata perasaan kakak terbalaskan. Kakak sudah menyukai kamu saat kita ketemu di acara pernikahan Tasya." ucapnya. Maya sangat terharu mendengar perkataan Satria. Ternyata Satria sudah lama menyukainya. Maya teringat dengan perjumpaan mereka disaat acara pernikahan dokter Tasya dan Joni sahabat dari Gio dan Toni. Mata Maya mulai sudah berkaca-kaca.
"I love you, May" ucap Satria menatap kedua mata Maya. Maya mendengar perkataan Satria mengatakan kata cinta padanya, air matanya akhirnya keluar. Satria langsung mencium bibir Maya yang sudah tidak kelihatan pucat lagi. Maya membalas ciuman dari Satria. Satria sangat senang Maya membalas ciumannya. Setelah terasa pasukan oksigen mereka mulai habis, barulah Satria menghentikan ciumannya, kedua kening mereka saling menyatu. Satria langsung memeluk Maya dengan erat.
"I love you too kak" ucap Maya dipelukan Satria. Satria sangat senang Maya mengucapkan kata cinta untuknya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya seperti di-like dan difavoritkan untuk teman-teman yang sudah mampir. Terimakasih ya masih setia membaca karya saya🙏🏻
__ADS_1