
Dengan mata berkaca-kaca Maya melihat Bram sambil pegang pipinya yang merah akibat tamparan Bram
"Bram" dengan suara yang terbata
"Aku tidak menyangka sahabatku yang disayangi tega melakukannya sesama wanita seperti itu" ucap Bram dengan sedih.
"Nona Maya kami menangkap anda atas perbuatan anda kepada nona Dina" ucap seorang polisi yang berjalan dekat kearah Maya.
Akhirnya Maya pun dibawa polisi untuk menanggung perbuatan jahatnya pada Dina.
***
Ditempat rumah sakit, Dina masih tidur akibat dari obat yang diberikan dokter padanya. Gio terus disampingnya sambil menggenggam tangan Dina. Gio terus memandang wajah Dina yang tampak pucat.
Dan tiba-tiba kedua orang tuanya Nayla masuk keruangan Dina. Nayla yang melihat kedua orang tuanya sudah tiba, dia langsung menghampiri mereka.
"ibu, ayah kalian sudah datang" ucapnya dengan sedih.
"Kenapa seperti ini, Nay?" tanya ibunya yang sedih melihat keadaan Dina.
Ibu dan ayah Nayla langsung berdiri di samping dekat tempat tidur Dina.
"Sayang kenapa seperti ini, nak?" ucap ibu Nia sambil mengelus rambut Dina dengan penuh kasih sayang, ayah Nayla merangkul istrinya supaya istrinya kuat.
Gio langsung berdiri dari tempat duduknya, untuk mempersilahkan ibu Nayla untuk duduk di samping Dina.
"Maaf, tante silahkan duduk disini" ucapnya dengan sopan.
Ibu dan ayah Nayla bingung siapa anak muda yang duduk di samping Dina. Nayla lansung menghampiri orang tuanya, karena dia yakin orang tuanya saat ini bertanya tanya siapa Gio.
"Ma, ayah. Dia kak Gio pacarnya Dina" ucap Nayla yang sudah berdiri di samping ayahnya.
Gio langsung mengerti kedua orang tua Nayla saat ini ingin tahu siapa Gio.
"Maaf, tante saya lupa memperkenalkan diri saya. Saya Gio putra" ucapnya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan pada kedua orang tua Nayla.
Kedua orang tua Nayla menerima uluran tangan Gio, mereka pun berjabat tangan. "Kami orang tua dari Nayla. Tapi kami sudah menganggap Dina seperti anak kami." ucap ayahnya Nayla.
Gio menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
__ADS_1
"Tante, silahkan duduk disini" ucapnya dengan memberi tunjuk kursi yang dipakainya dari tadi.
"Tidak usah, nak Gio. Kami duduk bersama Nayla saja. Nak Gio saja yang duduk di samping Dina." kata ibunya Nayla
Mereka pun langsung ketempat kursi yang disediakan rumah sakit untuk keluarga pasien yang menunggu pasien didalam ruangan.
Mereka terus menunggu Dina sadar. Gio pun kembali duduk di samping Dina. Dia langsung menggenggam tangan Dina dan sambil mencium punggung tangan Dina. Tiba- tiba Dina mengigau.
"Kumohon lepaskan aku! hiks..hiks" ucapnya dengan menangis.
Gio mendengar Dina mengigau dan menangis.
"Sayang sadarlah aku disini, tidak akan ada yang berani menyakitimu" ucapnya sambil menghapus air mata Dina yang mengalir di pipinya.
Tiba-tiba Dina terbangun dan langsung menjerit sambil mengambil posisi tubuhnya memeluk kedua lututnya.
"Jangan!" Jeritnya.
Kedua orang tua Nayla, Nayla dan Jenny langsung berjalan kearah Dina. Para wanita menangis melihat keadaan Dina saat ini yang seperti trauma. Jenny memeluk Nayla mereka seperti saling memberi kekuatan, sedang ayahnya Nayla memeluk istrinya yang menangis.
Gio sangat sedih melihat Dina saat ini, dia berusaha ingin menyentuh Dina. Disaat dia menyentuh Dina, Dina langsung menghempaskan tangan Gio dari tubuhnya.
Satria dan Bram masuk kedalam ruangan Dina, mereka kaget melihat apa yang terjadi. Mereka sangat sedih dengan apa yang terjadi pada Dina. Bram keluar lagi memanggil Dokter untuk melihat Dina.
"Sayang, ini aku Gio" ucapnya dengan suara yang lembut.
Dina yang mendengar suara yang dikenalnya dan mendengar nama Gio sang kekasihnya yang selalu membuatnya nyaman. Dina pelan-pelan melihat kearah Gio.
Setelah dia memastikan yang ingin mendekat padanya adalah Gio, Dina langsung menangis dengan kencang sambil melihat wajah Gio.
Gio langsung memeluk Dina ketika Dina menjadi menangis dengan kencang. Gio mengelus rambut Dina penuh kasih sayang, tanpa terasa air mata Gio mengalir di pipinya. Dia tidak tahan melihat Dina seperti itu. Gio langsung menghapus air matanya. Toni yang melihat bosnya yang sekaligus sahabatnya menangis, dia sangat kaget ini pertama kalinya Gio menangis.
Semua orang disana sangat sedih melihat Dina yang selalu takut setiap melihat orang.
"Sepertinya saudara Dina mengalami trauma yang sangat dalam akibat peristiwa yang menimpanya. Saya sarankan Dina dibawa ke psikiater." ucap dokter itu.
Dina yang mulai berhenti menangis, Gio melihat sepertinya Dina mulai tenang. Dan dalam pelukan Gio Dina kembali lagi tidur. Gio langsung meletakkan tubuh Dina dengan pelan-pelan supaya Dina tidak terbangun.
"Apa hubungan Dina dengannya?" gumam Satria dengan pelan yang melihat interaksi antara Gio dan Dina.
__ADS_1
Bram yang mendengar suara Satria, dia langsung melihat wajah Satria.
"Dina pacarnya. Mereka sudah menjalin hubungan hampir satu tahun" ucap Bram sambil pandangannya ke depan. Satria langsung melihat kearah Bram yang menjawab pertanyaannya.
"Aku tahu kau menaruh hati pada Dina, lupakanlah karena Dina mereka saling mencintai. Maafkan Dina yang sudah bersikap kasar padamu, itu cara dia untuk menjaga diri pada orang asing, dan dia wanita yang sangat setia dan ingin sangat menjaga perasaan Gio" ucap Bram lagi sambil merangkul bahu Satria.
Satria hanya diam saja. Dia akhirnya sadar kenapa Dina seperti itu padanya.
"Dokter, aku ingin memindahkan Dina kerumah sakit yang dikota. Dia akan dirawat disana" ucap Gio sambil menyelimuti tubuh Dina.
"Silahkan" kata dokter.
"Toni, kau siapkan berkasnya" perintah Gio pada Toni.
"Baik, bos" ucap Toni.
Toni pun langsung menyiapkan berkas-berkas yang diperlukan. Sedangkan Gio langsung menelepon seseorang.
"Siapkan ruangan VVIP" perintah Gio dan dia langsung mematikan hp nya tanpa menunggu jawaban dari yang diteleponnya.
***
Ditempat lain Pria yang sangat tampan dengan pakaian seragam serba putih seperti seragam dokter sangat kesal setelah menerima telepon dari Gio.
"Wah, ini orang apa tidak ada basa basinya, enaknya tinggal perintah saja." ucapnya dengan kesal.
***
Toni sudah menyelesaikan tugasnya. Gio langsung menggendong Dina dengan keadaan tidur seperti style bridal.
Dia langsung membawa Dina dengan mobilnya, Toni lah yang mengemudi. Sedangkan yang lain mengikuti mereka dari belakang. Satria pun juga ikut bersama Bram. Dia ingin melihat Dina. Didalam mobil Satria menghubungi seseorang.
"Bro, tolong mobil ku nanti kamu yang antar kerumah ku" katanya.
"oke" ucap temannya Satria yang masih berada ditempat camping.
"Trima kasih" ucapnya sambil mematikan hp nya.
Didalam mobil semuanya hanya diam saja. Tidak ada yang mau bicara.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Terimakasih atas teman-teman yang masih setia membaca karya saya. Saya mohon dukungannya. Jika sudah mampir, tolong tinggalkan jejaknya ya. Thanks๐๐ป