
Mereka telah sampai dirumah sakit yang dituju. Rumah sakit itu adalah rumah sakit milik keluarganya Gio. Setelah sampai dirumah sakit, Dina langsung dibawa keruangan VVIP. Setelah Dina masuk dalam ruangan, Dina langsung diletakkan dengan pelan-pelan. Seorang perawat yang membantu Gio untuk mempersiapkan keperluan Dina, Gio memerintahkannya untuk memanggil dokter Figo.
"Suster panggilkan dokter Figo kemari." perintahnya.
"Baik,pak" ucapnya.
Setelah beberapa menit kemudian Figo datang. Saat Figo masuk, dia melihat banyak orang yang didalam ruangan. Dan dia melihat Gio duduk di samping Dina dengan menggenggam tangan Dina dengan erat. Figo pun langsung menghampiri Gio.
"Apa yang terjadi?" tanya nya yang sudah berdiri di samping Dina.
"Aku akan memeriksanya, suster tolong pasang infusnya" ucap Figo kepada suster.
Suster itupun langsung melakukan tugasnya, Figo pun langsung memeriksa keadaannya.
"Gio, aku perlu datanya dari rumah sakit yang sebelumnya" kata Figo. Lalu Toni langsung memberikannya kepada Figo. Figo membacanya.
"Baiklah. Dari yang aku periksa dia sudah lebih membaik" kita lihat dulu bagaimana keadaannya setelah sadar.
Setelah Figo memeriksa keadaan Dina, dia langsung pergi. Gio mengikuti Figo keluar, begitu juga Toni.
***
Di ruangan Figo, mereka bertiga berkumpul. Figo duduk di kursinya.
"Aku, butuh penjelasan, mu sobat!" ucap Figo sambil menatap Gio dan Toni dengan serius.
"Hei, wajah mu itu tidak usah seperti seorang bapak yang menangkap anaknya bertindak kejahatan. Ha..ha.." ucap Toni sambil duduk.
Gio pun juga duduk di kursi yang ada di ruangan Figo.
"Dia kekasihku." jawabnya sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.
"Apa yang harus kulakukan? Seharusnya aku tidak mengijinkannya pergi!" katanya dengan wajah yang sedih.
Figo langsung memberi kekuatan pada Gio sambil menyentuh bahu Gio.
"Dengar, sobat dirimu harus kuat. Tenang saja aku akan memberikan yang terbaik untuk penyembuhannya." ucap Figo sambil menepuk bahu Figo.
"Sepertinya aku pernah melihatnya?" ucapnya dengan berpikir.
Figo adalah seorang dokter keluarga Adi putra, sekaligus sahabatnya. Dia bekerja dirumah sakit milik keluarga Gio.
***
Setelah berbincang dengan Figo, Gio dan Toni kembali keruangan Dina. Didalam dia melihat sahabat-sahabat Dina dan orang tua Jenny duduk di kursi yang ada didalam ruangan.
Gio, langsung mendekati Dina yang masih tertidur, Toni langsung gabung duduk dekat Jenny. Gio menggemgam tangan Dina dan tangan tangan sebelahnya mengelus rambut Dina.
__ADS_1
Karena sentuhan Gio, akhirnya Dina terbangun dari tidurnya. Gio melihat Dina matanya mulai terbuka.
"Sayang" ucap Gio dengan wajah yang sedih.
"Kak Gio" ucap Dina dengan suara yang pelan ketika matanya benar-benar terbuka dan melihat Gio disampingnya.
"Semua akan baik-baik saja sayang" ucap Gio sambil mengusap air mata Dina yang mulai keluar dari matanya.
Ketika mereka mendengar Dina terbangun, semuanya langsung berlari kearah Dina.
"Dina, sayang kamu sudah sadar, nak? " ucap ibunya Nayla sambil mengelus wajahnya dengan penuh kasih sayang.
Dina langsung melihat kearahnya.
"Tante, om" ucapnya dengan suara yang lemah.
Dina pun melihat sahabat-sahabatnya masih setia menunggu kesadarannya. Dan dia melihat seorang asing ditengah-tengah sahabatnya. Dia melihatnya dengan serius. Dina lansung mengingatnya, kalau dia adalah orang yang telah menolongnya.
"Terimakasih" ucap Dina pada Satria sambil menatapnya dengan pelan
Meskipun suara Dina pelan Satria masih bisa mendengar suara Dina. Satria hanya menganggukkan kepalanya dengan memberi senyumnya pada Dina.
Satria sangat lega melihat Dina tidak histeris lagi seperti kemarin. Jenny dan Nayla langsung memeluk Dina. Dina tersenyum melihat sahabatnya sangat menyayanginya.
"Maaf, lebih baik kalian istirahat dulu. Karena dari kemarin kalian tidak ada istirahat." ucap Gio.
"Toni, kamu pulang saja. Tolong nanti malam kamu bawa baju ganti, ku. Kalau orang tuaku bertanya tentang ku, jelaskan saja pada mereka." Kata Gio.
"Baik" ucap Toni. Toni pun langsung pergi pulang kerumahnya untuk mengganti bajunya, yang dari kemarin belum digantinya.
Gio yang masih setia menggemgam tanggan Dina. Dina tersenyum kepada Gio.
"Kak, apa kakak tidak capek menggemgam tangan ku? Kakak istirahatlah juga." ucap Dina dengan tersenyum.
Gio langsung bangkit dari tempat duduknya dan men**** pucuk kepala Dina.
"Aku tidak akan pernah lelah menggemgam tangan, mu." ucap Gio pada Dina dengan tersenyum sambil menyatukan kening mereka.
Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu, dan seorang suster masuk kedalam sambil membawa makanan untuk Dina.
"Permisi, pak. Sudah waktunya ibu Dina makan" ucap suster itu sambil meletakkan makanan Dina di atas meja yang ada di samping Dina.
Setelah suster itu pergi, Gio bangkit untuk mengambil makanan Dina.
"Sayang, saatnya kamu makan dulu. Dari kemarin kamu belum ada makan. Aku akan yang mensuap, mu" ucap Gio.
Dina memakan semua makanannya. Gio sangat senang melihat Dina yang mulai tersenyum dan dia berharap Dina melupakan peristiwa itu. Sesekali Gio memberikan Dina candaan.
__ADS_1
Gio tidak pernah sekalipun melepaskan tangannya dari tangan Dina. Gio tertidur di samping Dina setelah dia melihat Dina tertidur dengan pulas.
Gio tidak menyadari Toni sudah datang bersama orang tuannya Gio.
Flass back
Di sore hari menjelang malam, Toni datang kerumah Gio untuk mengambil baju ganti Gio. Saat dia mengetuk pintunya, ibunya Gio yang membuka.
"Toni!" ucap Cantika dengan tersenyum
"Masuklah, ada perlu apa, nak?"ucapnya lagi sambil duduk disebelah suaminya. Karena mereka sedang duduk diruang tamu sambil menonton TV.
"Maaf tante, om. Toni kemari mau ambil baju ganti untuk Gio. Dia tidak bisa pulang hari ini" ucapnya dengan santai
"Apa Gio lembur dan tidur dikantor?" tanya Adi, ayah Gio.
"Tidak, om! Gio saat ini dirumah sakit" ucapnya.
Cantikan dan Adi terkejut mendengar anaknya dirumah sakit.
"Kenapa dengan Gio? Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya cantika dengan cemas.
"Tidak, Tante. Gio baik-baik saja!" ucapnya.
"Jadi kenapa dia dirumah sakit?" kata Adi sambil memeluk istrinya untuk menenangkan Cantika.
"Yang dirawat itu Dina, om" ucapnya. Toni melihat wajah kedua orang tua Gio ekspresi yang binggung.
"Dina pacarnya Gio, om" jelasnya lagi.
"Pacar? Pantas saja Belakangan ini Gio berubah,pa. Seperti calon menantu kita membuat dia jadi lebih baik. Apa yang terjadi padanya?" kata Cantika dengan bahagia, karena anaknya ternyata sudah punya pacar yang baik.
"Sewaktu dia lagi camping, Dina hampir dilecehkan anak muda yang ikut camping disana tante. Untung ada seseorang yang menolongnya" ucap Toni.
Cantika dan Adi sangat terkejut mendengarnya.
"Ya, ampun. Pasti calon menantu ku sangat syok. Baiklah. Pa, kita kesana melihat calon menantu kita!" ucap Cantika.
"Iya, ma. Oh, ya Toni apa pria itu sudah ditangkap?" tanya Adi.
"Sudah, om. Gio langsung memerintahkan polisi untuk menuntaskan masalah ini" jelasnya
"Baiklah, kamu ambil baju Gio dilamarnya. Om dan tante ganti baju dulu. Kami ikut kerumah sakit" kata Adi.
Toni pun langsung menganggukan kepalanya. Adi dan Cantika langsung pergi ke kamar mereka untuk bersiap-siap. Sedang Toni pergi ke kamar Gio untuk mengambil baju Gio.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
Selamat membaca teman-teman. Jika sudah mampir, tolong tinggalkan jejaknya ya. Terimakasih dan jika ada kesalahan Typo maaf yaππ»ππ»ππ»ππ»