
Semenjak kedatangan Dina keluarga Soni sangat bahagia. Sari dan Soni ingin merayakannya dan ingin memperkenalkan pada semua orang bahwa dia anak dari Soni Putra dan Sari. Tapi Dina menolaknya. Hanya keluarga Adi jaya saja yang mengetahui hubungan Dina dengan keluarga Soni. Karena Gio yang memberitahu kepada mereka. Mereka sangat terkejut. Tapi mereka dan sahabatnya jadi besanan.
Dina selalu berangkat kuliah bareng Jenny. Semua anak kampus selalu iri melihat Dina bisa dekat dengan Jenny. Hubungannya bersama Gio dan keluarganya juga semakin dekat.
Keluarga Gio dan keluarga Dina memutuskan makan bersama, untuk membicarakan hubungan mereka. Dari hasil makan malam keluarga orang tua mereka memutuskan mereka akan menikah satu bulan lagi karena menunggu Dina wisuda.
Keperluan pernikahan mereka Sari dan Cantika yang akan mempersiapkannya. Karena Dina sibuk dengan mempersiapkan wisudanya 2 Minggu lagi dan Gio sibuk dengan perusahaannya.
Dina dan Jenny diwaktu mereka yang senggang membantu ayahnya mengurus perusahaan keluarga mereka. Soni memutuskan mereka harus mulai belajar menjalankan bisnis keluarga mereka. Nayla memutuskan memilih bekerja di perusahaan Gio. Sedangkan Bram melanjutkan bisnis keluarganya di bidang makanan.
Di perusahan Gio
Tampak Gio serius dengan pekerjaannya. Tiba-tiba dia mendapat pesan di hpnya. Gio langsung membuka melihat pesan dari siapa. Selesai dia membuka kedua sudut bibirnya mulai terangkat dengan membentuk senyumnya yang manis. Ternyata pesan dari Dina yang mengatakan dia dalam 5 menit lagi sampai di kantor nya sambil membawa bekal makan siang mereka. Gio langsung keluar untuk menyambut Dina.
"Sarah, saya kebawah sebentar jika ada yang menanyakan saya" ucap Gio kepada sekretaris nya yang berada depan kantornya.
"Baik,pak" ucapnya dengan senyum yang centil.
Saat Gio lagi didalam liff untuk turun kebawah. Dina sampai depan kantor Gio. Dina turun dari mobilnya, dia diantar sama supirnya. Diluar kantor Dina melihat gedung yang bangunannya tinggi. Dina sangat grogi untuk masuk kedalam, ini pertama kali Dina datang kekantor Gio.
Akhirnya Gio sampai dilantai bawah kantornya, semua pegawai memberi hormat. Dan pegaiwai ya juga heran ini pertama kali Gio turn kebawah tanpa Toni. Gio melihat Dina mulai masuk kedalam. Dina berjalan masuk kedalam, tapi dia melihat sekelilingnya melihatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Dina berpikir, apakah ada yang salah dari pakaiannya. Padahal dia memakai dress yang sederhana dengan panjang di lutut.
__ADS_1
Gio melihat raut wajah Dina dari jauh, wajah yang takut sehingga menundukkan wajahnya. Sehingga dia tidak tahu kalau Gio sudah ada didepannya. Karena dia berjalan sambil menundukkan wajahnya, dia merasa seseorang telah menghalangi jalannya. Sepasang sepatu telah berdiri didepannya. Semua pegawai merasa takut hal itu akan mengubah mood bosnya.
Dina langsung mengakat wajahnya karena dia mendengar suara yang sangat dikenalnya.
"Dina"ucap Gio dengan lembut sambil tersenyum. Ketika Dina melihat ternyata Gio yang didepannya Dina langsung tersenyum. Gio langsung mengambil bawaan Dina dan memegang tangan Dina. Mereka bersama-sama naik keatas.
Seluruh pegawai yang melihat Gio tersenyum, mereka sangat terpesona dan kaget. Baru kali ini Gio tersenyum manis. Sebenarnya seluruh pegawai perempuan sangat terpesona dengan ketampanan Gio. Termasuk sekretaris Sarah. Sampai-sampai untuk mencari perhatian Gio dia selalu memakai pakaian seksi. Gio tahu itu semua, tapi dia tetap cuek.
Saat sampai dilantai atas ruangan kantor Gio, Sarah sangat kaget Gio menggandeng seorang wanita dan tersenyum padanya.
"Siang, pak." ucap Sarah dengan tersenyum manis sambil menahan kesalnya. Tapi Gio hanya diam saja. Sedangkan Dina sangat kaget sekertaris Gio sangat seksi.
"Wah, pasti kak Gio sangat senang sekretaris kakak sangat seksi"kata Dina setelah sampai dalam ruangan Gio sambil kedua bibirnya agak dimajukan sedikit dan kepalanya ditundukkannya.
"Apa kamu cemburu sayang? Dengarkan meskipun banyak wanita seksi diluar sana aku akan tetap selalu memilih mu untuk menjadi ratu di hatiku" ucap Gio. Wajah Dina berubah merah setelah mendengar perkataan Gio dan Dina langsung tersenyum. Gio sangat gemas melihat wajah Dina yang selalu terpesona dimatanya. Gio lansung menyambar bibir Dina untuk *******nya.
Dina lansung membalas apa yang dilakukan Gio dan kedua tangannya dikalungkan ya dileher Gio. Sedangkan Gio satu tangannya di kepala Dina supaya dia bisa semakin dalam mencium Dina dan tang. Satunya lagi di pinggang Dina. Meskipun ada suara ketokan pintu Gio tidak mau melepaskannya karena bibirnya Dina sudah seperti candu baginya.
"maa..." Sarah langsung menghentikan perkataannya setelah melihat apa yang dilakukan bosnya bersama wanita yang dibawanya tadi. Sarah sangat kesal. Dia langsung pergi dari pintu itu.
"Bos, jangan lakukan seperti itu" ucap Toni yang tadi berdiri di samping Sarah. Dina sangat malu dengan Toni dan Sarah. Dina langsung duduk di kursi yang dituangkan Gio. Toni masuk kedalam dengan tersenyum melihat tingkah bosnya.
__ADS_1
"Apa kalian tidak bisa mengketok pintu dulu" ucap Gio dengan kesal karena telah mengganggunya. Gio langsung duduk di samping Dina.
"Ha..ha... Kamu dari tadi sudah mengngetoknya boss." ucap Toni yang masih setia berdiri.
"Ternyata kalian mau makan bersama. Baiklah aku pergi dulu" ucap Toni.
"Din, aku sangat senang kamu mengajaknya makan bersama dengan mu. Akhirnya aku bisa makan dikantin kantor sambil melihat wanita yang aku sukai" ucap Toni sambil tersenyum. Dina tersenyum mendengar yang dikatakan Toni. Sedangkan Gio hanya diam saja. Dia bingung wanita mana yang disukai sahabatnya.
Setelah kepergian Toni, Dina langsung membuka makan siang yang dibawanya tadi. Gio melihat makanan yang dibawa Dina, dia sangat senang ternyata Dina membawa makanan kesukaannya.
"Aku tidak sabar kita menikah, kamu akan selalu memasak makanan ku sayang" ucap Gio sambil melihat makanannya.
"Tenang saja,kak. Dina akan selalu memasak makanan yang kakak suka" jawab Dina sambil tersenyum. Mereka menikmati makanan mereka dengan bahagia.
Sedangkan Toni, Toni memutuskan untuk makan dikantin kantor. Semua pegawai yang dikantornya sangat kaget ini pertama kali Toni makan di kantin kantor, karena biasanya Toni pasti bersama bos mereka. Dan juga pegawai semua wanita juga sangat terpesona dengan ketampanannya. Menurut mereka Toni juga sangat tampan setelah Gio CEO mereka.
Setelah Toni mengambil makanannya Toni melihat sekelilingnya mencari wanita yang ingin didekatinya. Banyak pegawai yang menawarkan duduk didekat mereka apalagi pegawai perempuan. Akhirnya, Toni melihat wanita itu yang sedang asik menikmati makanannya. Toni melangkah kearah meja wanita itu dengan tersenyum.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Maaf, baru bisa up yaππ»
__ADS_1
Jika ada kesalahan Typo tolong dimaafkan ya. Kalau teman-teman sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejaknya ya. Terimakasih untuk teman-teman yang masih setia membaca karya saya dan yang mendukung saya.ππ»