Ada Pelangi Sehabis Hujan

Ada Pelangi Sehabis Hujan
Episode 41


__ADS_3

Orang tua Maya dan abangnya yang bernama Juna datang kekantor polisi untuk menjemput Maya. Mereka dapat info Gio sudah mencabut tuntutannya pada Maya. Saat dia keluar, dia melihat keluarganya yang sudah menunggunya.


"Ma, pa, kak Juna!" ucap Maya sambil menangis. Rani mendengar suara putrinya langsung berlari dan mereka berdua langsung berpelukan. Ray dan Juna bangkit dari tempat duduknya dan hanya memilih untuk berdiri ditempat mereka. Maya yang melihat ayahnya tidak meresponnya, dia langsung berjalan kearah papanya.


"Pa, maafkan Maya! Maya sudah membuat malu keluarga kita" ucap Maya dengan lirih sambil sujud di kaki Ray. Rani langsung memegang lengan Ray dengan menatap wajahnya yang sudah dipenuhi air mata. Ray yang melihat wajah istrinya, dia merasakan tidak tega. Saat dia melihat kearah putrinya yang menangis terus memohon minta maaf padanya, Ray sangat tidak tidak tega. Dia langsung menarik Maya untuk bangkit dan langsung memeluk putrinya.


"Jangan pernah lakukan lagi yang bisa membuatmu hancur, sayang. Apakah kamu mau membuat janji pada papa?" Maya yang diperlukan ayahnya langsung mengangguk kepalanya sambil menangis.


"Sudah berhentilah menangis, nanti putri papa yang cantik jadi sangat jelek" canda Ray, mendengar candaan papanya Maya langsung melepaskan pelukan dari Ray sambil memanyunkan bibirnya. Rani, Ray dan Juna jadi ketawa melihat tingkah Maya. Maya melihat kakaknya datang untuk menjemputnya, langsung memeluk kakaknya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya.


"Dengarkan kakak, jangan buat kesalahan yang fatal lagi. Jika kamu melakukannya aku tidak akan pernah memaafkan mu. Kamu hanyalah adik aku satu-satunya." ucap Juna sambil membelai rambut Maya dengan penuh kasih sayang.


"Iya, kak. Maafkan Maya!"


Akhirnya mereka pulang kerumah mereka, sebelum mereka pulang kerumah, mereka ingin belanja untuk keperluan makan malam keluarga mereka. Didalam mobi menuju kerumah, Maya bertanya pada papanya janji apa yang harus diinginkan papanya


"Jadi apa janji apa yang Maya tepati, pa?" ucap Maya yang duduk dibelakang mobil sambil memeluk Rani yang juga duduk bersamanya.


"Kami mau kamu harus minta maaf kepada Dina"


"Oke. Tanpa papa suruh Maya memang mau minta maaf pada Dina, karena Maya sudah banyak melakukan kesalahan padanya." ucapnya sambil sedih mengingat perbuatan dia pada Dina.


"Pa, apa bisa kerumah Dina dulu?"


"Tenang sayang kami sudah mengundang mereka untuk makan malam dirumah kita"


"Oke, pa"


***


Akhirnya keluarga Soni, Adi dan juga Bram datang kerumah Maya. Juna juga mengundang sahabatnya sewaktu SMA datang untuk makan bersama acara syukuran dirumahnya.


Saat keluarga Soni, Adi dan Bram tiba mereka langsung disambut sama Ray dan Rani.

__ADS_1


"Akhirnya kalian datang! Ayuk silahkan, masuk dulu." Mereka langsung duduk diruang tamu. Para orang tua yang sudah tidak kumpul mereka langsung cipika cipiki.


"Aku panggil anak-anak dulu, ya mas!" ucap Rani. Beberapa menit Rani turun bersama Juna dan Maya. Maya langsung menghampiri Dina.


"Din, maaf ya aku sudah terlalu banyak membuat kesalahan sama kamu" ucap Maya sambil menggemgam tangan Dina. Dina langsung memeluk Maya.


"Sebelum kamu minta maaf, aku sudah memaafkan kamu. Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Aku bangga sama kamu, kamu mau minta maaf, soalnya mengakui kesalahan itu perlu keberanian yang besar. Jadi mulai sekarang kita bisa bersahabat kan?" Maya yang mendengar perkataan Dina yang sangat bijaksana dia langsung menganggukkan kepalanya.


Semuanya bangga pada Dina yang bisa memaafkan orang yang selalu menyakitinya dan mengucapkan kata-kata yang sangat bijaksana.


Para orang tua dan anak muda ngobrolnya tempat yang berbeda. Juna, Gio dan Toni jadi sangat dekat. Mereka ngobrol tentang usaha mereka. Saat mereka ngobrol pembantu keluarga Maya datang.


"Maaf, tuan Juna ada teman tuan!" ucapnya, dari belakangnya seorang pria muncul. Juna melihatnya langsung memanggil sahabatnya itu.


"Bro, akhirnya kamu tiba juga. Lama sekali?" Mereka pelukan ala pria.


"Sorry, tadi ada pekerjaan." ucapnya setelah melepas pelukan mereka.


"Ya sudah kenalan dulu" ucap Juna, saat temannya melihat orang yang di sekeliling Juna sangat terkejut.


"Satria" Ucap Gio dan Toni serentak. Mendengar nama Satria, Dina dan yang para wanita lainnya juga melihat sumber suara. Mereka langsung menghampiri Juna dan yang lainnya.


"Kak Satria" ucap Dina senang. Satria melihat kearah Dina dan yang lainnya.


"Eh adikku yang cantik juga disini!" ucap Satria dengan senyum bahagia. Satria langsung menghampiri Dina sambil mengacak rambutnya. Mereka semua sudah tahu kalau Satria sudah menganggap Dina seperti adik kandungnya sendiri, kecuali Maya dan Juna.


"Kalian sudah kenal?" tanya Juna.


"Sudah, Satria dan perusahaan aku lagi ada hubungan kerja sama" ucap Gio.


"Owh. Oh, ya sat masih ingatkan adik aku Maya!" ucap Juna sambil merangkul Maya.


"Wah, dia adik kamu Jun? Pantas wajah sangat tidak asing pertama ketemu dengannya!"

__ADS_1


"Maya, kak" ucap Maya dengan tersenyum dan mengulurkan tangannya.


"Salam kenal gadis manis" ucap Satria dengan suara yang menggoda Maya.


Tok...


Terdengar suara tokok di kepala Satria.


"Jangan goda adik, ku!" ucap Juna dengan senyum


"Aish, sakit tahu. Lagian aku masih jomblo!" ucap Satria sambil mengelus kepalanya yang kena tokok sama Juna. Yang lainnya pada ketawa melihat Satria. Sat mereka ketawa pembantu keluarga Juna datang.


"Maaf tuan dan nona sudah dipanggil nyonya untuk makan malam.


"Baik, bibi" ucap Juna. Mereka anak muda langsung datang gabung bersama para orang tua untuk makan malam bersama. Di meja makan tampak semuanya menikmati makan malam dengan penuh canda tawa.


***


Meskipun saat ini yang meneror Dina tidak ada lagi, Dina tetap dikawal. Gio ingin Dina terus dipantau kemanapun Dina pergi. Dina tidak mempersalahkan apa yang dilakukan Gio, karena dia tahu semua untuk kebaikan Dina sendiri.


Dina bersama Jenny, Maya dan Nayla jalan-jalan ke mall menemani Nayla untuk membeli perlengkapan honeymoon Nayla bersama Bram nanti. Karena tinggal hitungan hari Nayla dan Bram menikah, setelah menikah mereka langsung pergi honeymoon.


Saat mereka lagi jalan-jalan Dina melihat Gio makan bersama dengan seorang wanita yang pakaiannya sangat seksi. Dina terus melihat kearah Gio.


"Dina, yang mana bagus?" tanya Nayla. Tapi Dina tidak mendengar apa yang dikatakan Nayla. Nayla melihat kearah sahabatnya yang mematung, dia langsung melihat kearah mana Dina melihat. Nayla terkejut Gio lagi makan bersama perempuan.


"Jangan langsung berperang sangka buruk dulu Din, mungkin itu klien kak Gio. Mau kita sapa?" Dina langsung menganggukkan kepalanya. Nayla langsung memanggil Jenny dan Maya.


Merekapun menghampiri Gio di restauran yang didepan butik.


"Mas, Gio!" panggil Dina dengan lembut sambil tersenyum. Gio mendengar suara yang sangat dikenalnya langsung melihat kearah sampingnya, Gio terkejut kalau sekarang istri tercintanya berdiri di sampingnya. Wanita yang bersama Gio pun juga terkejut.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


Maaf saya baru bisa update๐Ÿ™๐Ÿป


jangan lupa kasih jejaknya ya teman-teman kalau sudah mampir. Terimakasih kalian masih setia membaca karya saya.๐Ÿ˜Š


__ADS_2